Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 77


__ADS_3

Haayyy....pa kabar kalian guuys...smoga kita semua dalam keadaan sehat yaa.


Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Nyatanya Lisa sangat terhibur untuk mengekori suaminya ikut ke negara yang dijuluki negeri seribu larangan itu.


Walaupun Devo dan papah Kevin sibuk mengurusi kontrak kerja, namun Lisa tidak merasa kesepian sedikitpun. Mamah Rena selalu mendampingi menantunya kemanapun.


Selain karena rasa sayangnya pada sang menantu, mamah Rena juga sudah dimandatkan oleh Devo untuk selalu menjaga istrinya.


"Mah? setelah ini kita mau kemana?" tanya Lisa.


"Kita beli oleh-oleh buat temen mamah ya?! kebetulan Bu Setyawan nitip sesuatu sama mamah"


Beliau adalah teman satu team di yayasan sosial yang sama dengan mamah Rena.


"Siap mamah ku?" jawab Lisa dengan menegakkan satu ibu jarinya


"Kamu mau apa Lis? Skalian aja deh kita beli untuk keperluan cucu Oma ya?!"


Mamah Rena sekarang ada teman untuk berjalan-jalan, biasanya ia tidak pernah seleluasa ini. Menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan apalagi untuk berbelanja oleh-oleh jika sedang berada diluar negeri.


Mamah Rena selalu mendampingi suaminya, tapi jika urusan papah Kevin sudah selesai, mereka pun sudah langsung balik ke Jakarta.


Waahh...benar apa yang dikatakan Devo nih, bisa kosong kartu debitnya.


Lisa dan mamah Rena sekarang sedang berada dipusat perbelanjaan,


Sang mamah memilih dan memilah barang-barang yang akan dibawa pulang ke Jakarta dan dibagikan dengan beberapa teman mereka.


Begitu pun dengan Lisa, ia sedang berada di stand perlengkapan bayi dan anak.


"Dunia kenapa sempit banget yaa?!" suara seorang perempuan terdengar sinis.


Karena mendengar suara yang menggunakan bahasa Indonesia, mengingat ia sekarang berada di Singapura, Lisa menoleh ingin tahu siapa pemilik suara yang terdengar tidak asing baginya.


Dan saat ia menoleh kesamping kanan, orang yang tidak asing baginya sudah berdiri disamping Lisa.


"Enak ya jadi istri pengusaha? bisa suka-suka ngabisin duitnya? jadi orang kaya mendadak!!" Aurel menyindir Lisa.


Aurel yang berniat untuk membelikan sesuatu untuk putranya Dareen dan secara tidak sengaja melihat Lisa yang juga sedang berada disatu stand pakaian yang sama.


Lisa hanya tersenyum mendapat sindiran Aurel, namun kini senyuman nya seakan mengejek Aurel. Karena ia juga sudah tahu bahwa semua kebenaran tentang kisah Aurel dan suaminya.


"Dasar kamu perempuan penggoda suami orang!"


Aurel terus menyerang Lisa karena tidak suka dengan tatapan Lisa yang meremehkannya.


"Terus kenapa?! jawab Lisa menantang.


Wuuiihh... seru nih Lisa sekarang udah nggak takut lagi sama Aurel.


"Hehh!!! dasar kamu nggak tau diri!" Aurel makin marah.


"Bukannya kamu yang nggak tau diri! hamilnya sama siapa..tapi nikahnya sama siapa.."


"Berani kamu!" suara Aurel makin meninggi.

__ADS_1


Plakk,,suara tamparan terdengar keras.


Mamah Rena yang mendengar suara keributan mencari tahu. Menghampiri karena ternyata suara itu berasal dari menantunya.


"Ada apa sayang?!" tanya mamah Rena panik pada Lisa.


"Aurel??" ucap mamah ketika melihat disana juga ada mantan istri Devo.


Seketika itu juga seorang laki-laki berperawakan tinggi tiba-tiba ada disana,


ya... Nicko suami Aurel mendekati istrinya "ada apa ini?" tanya Nicko.


"Pelakor ini menampar aku beib!" jawab Aurel pada Nicko sambil menunjuk ke arah Lisa


"Loohhh???" mamah Rena melongo, ohh bukan... tepatnya mamah Rena tercengang pada perbuatan menantunya. "bener sayang??!" tanyanya pada Lisa.


Lisa mengangguk, mengiyakan perbuatannya namun tanpa kata.


Mamah Rena tidak menyangka kalau Lisa berani melindungi dirinya sendiri.


"Sudah! ayo kita pulang!" Nicko mengajak Aurel pergi dari tempat itu karena para pengunjung lain melihat drama mereka dengan wajah yang tidak bisa di prediksi.


"Dasar pelakor!!" Aurel masih saja nyerocos dan menuding Lisa.


"Aurel, stop!!" Nicko marah, wajahnya merah.


Semua yang berada disitu terkejut dengan tindakan Nicko,. laki-laki itu membentak Aurel dengan sangat keras.


"Kenapa kamu masih saja marah dengan dia!" Nicko menunjuk Lisa.


"Atau mungkin jangan-jangan kamu memang mencintai Devo!"


"Harusnya kita berterima kasih pada dia, karena dia kita bisa menikah dan berkumpul dengan anak kita!"


Nicko dengan tidak sengaja menjabarkan semua masalah karena terlalu marah dan juga cemburu yang selama ini ia pendam.


Orang tua Aurel memang menyetujui pernikahan mereka setelah diketahui bahwa Dareen anak Aurel dengan Nicko, orang yang sejak dulu tidak mereka restui.


Lisa dan mamah Rena tercengang mendengar percekcokan suami istri tersebut.


Mereka makin penasaran, seakan ingin tahu jalan cerita selanjutnya.


Drrrttt.....drrrrttt....drrrtt...


Suara ponsel mamah Rena bergetar, "Ya???" sang mamah menjawab singkat panggilan itu dengan sebuah tatapan tetap pada drama yang sedang terjadi dihadapannya.


"Mah??" suara Devo bertanya-tanya.


"Hemm??? iya...lagi seru nih" tanpa melepaskan tatapan matanya dari Aurel dan suaminya.


"Mah!!" suara Devo makin penasaran.


"Aawww!!! biasa aja dong Dev?! sakit tau telinga mamah"


"Kalian dimana??!"


Devo dan papah Kevin sudah berada di hotel dan ternyata dua perempuan yang mereka cari tidak ada disana.


"Lagi shopping di XX" jawab Mamah Rena.

__ADS_1


"Tunggu!! aku kesana sekarang"




Perlahan mamah Rena menggandeng tangan menantunya meninggalkan tempat itu dan Lisa mengikuti ajakan sang mamah mertua dengan mata yang rasanya berat meninggalkan perselisihan rumah tangga yang masih berlangsung.


Setelah mereka agak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara), "Lis?? beneran kamu yang tadi nampar si Aurel?"


"Iya mah"


Mamah Rena membulatkan bibirnya.


♥️♥️♥️


Devo menemui mamah dan istrinya di sebuah restoran yang berada disebelah gedung pusat perbelanjaan tempat terjadinya insiden.


"Heeyy!!! kenapa sih? kok muka kalian kayak gitu??" Devo bertanya pada keduanya.


"Ayah??" duduk disebelah suaminya.


"Bunda kenapa? mah ada apa sih?!" Devo tidak sabar menunggu penjelasan mereka.


"Lisa tadi ketemu Aurel" ucap mamah Rena.


"Hahh??! terus??!" Devo menjauhkan badan istrinya, ia khawatir dengan keadaan Lisa.


"Terus ditampar!" tambah sang mamah.


"Bunda?? dimana Aurel mah?!! biar aku kasi pelajaran dia!"


"Ayah??!" Lisa menggelengkan kepalanya.


"Biarin sayang, kamu jangan khawatir ya?"


Sebenarnya Lisa khawatir jika suaminya akan marah karena tindakannya.


"Lisa menampar pipi Aurel Dev! pokoknya seru ya Lis?!!" mamah Rena menjelaskan dengan antusias pada anaknya.


"Hahhh?? kok bisa??! bener Bun??!" tanya Devo pada Lisa seakan tidak percaya ucapan yang ia dengar dari mamahnya.


"Tadi Aurel mau nampar Bunda, tapi Bunda ngelak Yah, terus dia Bunda tampar dehh!"


"Ya ampun Bunda??!" Devo menggelengkan kepala tidak percaya dengan yang dilakukan Lisa.


"Tapi Bunda kan cuma bela diri Yah!"


"Iya Dev, daripada Lisa yang kena!" mamah Rena membela menantunya.


"Ya ampun mamah??!"


Devo bingung, antara percaya dan tidak dengan tindakan Lisa. Sebenarnya ada rasa lega dihati Devo karena Lisa kini sudah lepas dari trauma masalah yang pernah ia alami.


♥️♥️♥️


wooyy...wooyy...like n komen nya dooong.


ku juga nungguin vote kalian semua lohh....

__ADS_1


__ADS_2