
Haaayy...haayy...sorry ku telat banget up nya nihh
Happy reading 😘😘
♥️♥️♥️
"Kenapa gue siih???" ucap Yudha saat di infokan Johan tentang asisten yang akan mendampingi Devo.
"Lo yang paling cocok diantara kita-kita broo!! kan sesuai dengan background pendidikan lo!" ucap Afi.
"Udah buruan!! siapa nih diantara lo berdua yang bersedia??! Devo nunggu jawaban secepatnya!!" ucapan Johan membuat kedua sahabatnya ikut panik. Mereka tidak ingin jika Devo menarik saham yang sudah ditanamkan pada perusahaan yang mereka kelola, begitulah ancaman Devo pada ketiga sahabatnya.
Sebenarnya sih Lisa yang menghubungi Johan dan memintanya untuk memilih salah satu dari mereka untuk selalu mendampingi suaminya dan membantu segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan Devo.
"Lo aja deh Fi?! ya Fi?? ya...ya..." bujuk kedua lelaki tampan didepannya.
Ya kalo menurut author tampang mereka biasa aja siihh...
"Ya elahh broo...lo mahh pada tega sama gue. Kalo gini sihh namanya lo jerumusin gue ke kandang macan!"
"Lo sembarangan dah kalo ngomong, Devo itu kan bos yang baek kalo dikantor" Johan masih saja membujuk Afi.
"Kalo dikantor sih emang baek..tapi urusan diluar kantor nya itu lohh yang bikin repot! iya kan??!"
Dan kedua sahabatnya itu pun menganggukkan kepalanya tanpa menjawab.
"Udah Fi, Lo kagak usah khawatir, kita bakalan bantuin lo. Yang penting semuanya aman..Okeee??!"
Akhirnya Afi menerima bujukan terakhir yang Yudha ucapkan, dengan pasrah ia menerima jabatan barunya walau dengan perasaan yang tak karuan. Tidak seperti orang yang bahagia saat lamaran kerjanya diterima oleh salah satu perusahaan ternama di Indonesia.
Afi merasa petualangannya baru saja akan segera dimulai.
🕴️Lo tega bener Thor?! kenapa gue sihh??!
🧕Lahh bukan gue Fi. Nohh neng Lisa yang maoo.Lagian kan yang penting gajian brooo.
🕴️Bukan masalah gajian nya Thor... permintaan nya yang aneh-aneh itu yang bikin gue ogah!
🧕 Lisa udah nggak ngidam lagi kok Fi...Lo tenang aja yaak..kagak bakalan minta ongol-ongol lagi dia.
♥️♥️♥️
"Bunda serius??! emang nggak ada kandidat lain Bun?" Devo protes ketika Johan mengabarinya bahwa Afi yang akan menjadi asisten pribadi Devo menggantikan posisi Lisa yang sudah kosong beberapa bulan ini.
"Emang harus dibahas lagi ya Yah??!" tanya Lisa dengan nada tidak ramah pada suaminya.
"Ya udah deh,, terserah Bunda aja" Devo berkata sambil berlalu masuk kekamar mandi hendak membersihkan tubuhnya dari keringat karena seharian berada dipabrik untuk mengecek hasil produksi terbaru.
"Ayaahh... Bunda kan melakukan itu karena Bunda sayang sama ayah" Lisa menganggap Devo menerima semuanya karena terpaksa.
"Iyaaa" sahut Devo dari dalam kamar mandi.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Siang ini Afi sedang berada di ruangan kantor bos barunya, yang tidak lain adalah sahabat sendiri.
"Dev, kenapa mesti gue siih??!" tanya Afi pada sahabatnya itu saat membawa CV ke kantor yang akan menjadi tempat kegiatannya nanti.
"Jangan ge er lo !! gue juga ogah tau!!"
"Lahh teruus???!"
"Kan lo tau sendiri,,,bini gue yang mau"
"Oohh..nyerah deh gue kalo ibu negara yang punya keinginan"
"Nahh...itu lo paham"
"Tapi comblangin gue sama Wina ya broo??!"
"Diihh,,usaha sendiri dong"
"Lo nggak kasian broo liat gue udah umur segini masih ngejomlo"
"Laahh,,itu sih derita lo Fi"
♥️♥️♥️
Sedang menghilangkan lelah dan juga bersantai sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Lisa setelah menghabiskan waktu seharian di kantor bersama asisten baru yang terkadang buat Devo emosi.
"Ayah...liburan yukk?! Bunda bosen dirumah terus Yah"
"Bunda mau kemana??"
"Ke Bali yukk?!"
"Nggak!" Devo langsung melambaikan tangannya tanda ia tidak akan menyetujui permintaan Lisa.
"Tapi bunda bosen Yah?!" Lisa merengek pada suaminya.
"Iya...tapi nggak ke tempat yang jauh, apalagi harus naik pesawat, bahaya sayaang buat kehamilan kamu"
"Jadi kemana dong Yah??"
"Ya yang deket aja Bun! kita kepuncak aja gimana?"
"Asiiikk.... Bunda setuju. kita berangkat Jumat sore ya?"
"muuuacch.." Lisa mengecup bibir Devo sekilas karena terlalu senang, namun tidak dengan Devo. Ketika Lisa hendak menjauhkan wajahnya dari suami tercinta, Devo menarik tengkuk leher Lisa. Ciuman singkat itu kini sudah menjadi pagutan yang berirama dengan desahan yang keluar dari keduanya.
Ya, mereka saling menikmati dan merindukan. Penyatuan mereka kini terasa seperti candu, ada yang hilang bila mereka tak melakukannya.
♥️♥️♥️
"Fi, Jumat siang kosongin schedule gue ya" perintah sang bos pada asistennya.
"Oke.." jawab Afi lalu diam sejenak, " mau kemana bos??"
__ADS_1
"Refreshing lahh,,kasian banget bebeb gue dirumah terus"
"Ikut dong bos??! gue kan juga perlu penyegaran nih"
"buseet,,,Lo kan kerja belom juga seminggu! udah mau penyegaran aja! nggak bisa!!"
"Pelit banget sih Dev, gue kan selain sahabat lo sekarang gue juga udah jadi asisten!! asisten pribadi!! inget broo..." Afi berucap seakan kata-katanya tidak ada yang salah.
" Heehh...Lo emang sekarang asisten gue, tapi ini liburan pribadi, ngapain gue ngajak-ngajak lo...kagak ada manfaatnya banget. Ganggu tauuu!!!"
"Sembarangan kalo ngomong, Lo bilang gue kagak ada manfaatnya. Lo lupa yang susah payah nyariin ongol-ongol buat bini lo siapa coba??!" Afi nyolot karena ucapan Devo.
"Gini- gini gue juga ikut andil dengan kehamilan bini lo broo"
Plaakk..."sembarangan lo kalo ngomong" satu map berkas berhasil Devo daratkan dikepala Afi.
"Maksud gue andil buat mewujudkan kepengenan si bumil yang suka aneh-aneh"
♥️♥️♥️
Hari-hari yang dinantikan oleh Lisa pun tiba, liburan atau honeymoon sebutannya tidak penting karena apalah sebuah arti sebutan.. uhuuyyy...
"Ayah.. Bunda udah siap" Lisa menghubungi Devo, ia sudah mengepak pakaian yang akan mereka bawa dalam satu koper.
"Sebentar lagi ayah pulang Bun, tunggu yaa cantiiiikk!!!"
"iih...dasar gombal!!"
"Tapi Bunda seneng khaaann???" Devo mulai mengejek istrinya.
"Iya..bukan seneng doang, tapi Bunda tambah cinta sama ayah"
Sekarang wajah Devo sudah merona, kata-kata istrinya itu membuat ia tersenyum tanpa sadar.
"Hmm...sekarang Bunda udah pinter ngerayu nihh??!"
"Bukan ngerayu ayah..tapi Bunda emang beneran tambah sayang kok,,tambah cinta juga"
"Iya,,ayah percaya kok. Bunda mending sekarang istirahat dulu ya, kasian dedeknya...ntar kan perjalanan nya lumayan jauh Bun"
Dan perbincangan diponsel pun terputus karena panggilan mamah Rena yang masuk di ponsel Lisa.
♥️♥️♥️
Nahh... kira-kira mamah Rena mau ngapain ya menelepon Lisa???"
like n komen nya yaah yeea dan genks..
**vote
vote
vote**
__ADS_1