
Happy Reading guyys 😍😍
♥️♥️♥️
Caca tak bisa berkata-kata, ia bingung harus menjawab apa. Sebagai laki-laki Nathan hampir sempurna, wajah tampan dengan status single ditambah lagi kehidupan ekonomi yang sudah mapan. Namun yang membuat Caca bingung adalah perasaan nya saat ini belum sepenuhnya mencintai Nathan.
"Ca?!" Nathan membuyarkan lamunan Caca.
"Haahh?! iya mas?!"
"Mas mau kita punya hubungan khusus. Mas sayang sama kamu"
"Makasih ya mas?!"
"Cuma makasih? trus jawaban kamu apa? kamu mau kan kita menjalin hubungan?!"
"Aku bingung mas, sepertinya aku butuh waktu untuk berpikir"
🧕Ya elahh Ca??!! Lo mikirin apa lagi sihh?! cowok ganteng gitu masa iya lo tolak siiiiee..
👩🦰 Bukannya nolak Thor, gue cuma mau mikir dulu. Gue kan belom pernah punya cowok, gue takut.
"Iya, mas ngerti kok. Kamu nggak perlu jawab sekarang" Nathan memberikan waktu untuk Caca.
🧕 Kalau Caca nggak mau, Othor mau kok mas Nathan. gini-gini Othor juga anak kuliahan lohh 🤭
🤵Diiihhh???🙄
♥️♥️♥️
Malam masih jauh untuk dibilang larut, namun sepertinya badan Caca sangat lelah dan matanya sudah mengantuk. Hingga berat rasanya untuk menawarkan Nathan mampir ataupun minum secangkir kopi panas yang akan nikmat bila ditemani oleh Caca sang calon pacar., itu juga kalau cinta Nathan diterima.
"Mas makasih ya, hari ini udah ngajak aku jalan-jalan"
Sebenarnya Nathan agak kecewa saat Caca hanya mengucapkan terimakasih tanpa ada tawaran apapun dari Caca.
"Mas dong yang harusnya bilang makasih, tapi mas mau ketemu om dan tante dulu ya"
Caca bertanya bingung, "mau apa mas?"
"ya mau nyerahin kamu dong!" jawab Nathan, ia harus mengembalikan Caca pada orangtuanya dalam keadaan seperti semula.
"Nanti aku sampaikan saja salam mas Nathan pada Ayah dan Bunda!" sahut Caca berusaha melarang Nathan agar tidak ikut masuk.
"Ya nggak gitu dong Ca?! tadi waktu berangkat mas pamit sama om dan tante. Pulangnya juga harus pamit dong?! ya kan?!"
__ADS_1
Nathan menjelaskan.
Caca tidak bisa mengelak dan pada akhirnya ia hanya bisa berusaha menuruti Nathan.
♥️♥️♥️
"Pagi bundaaa...." Caca menyapa sang Bunda dengan wajah ceria, menghampiri Bunda Lisa dan memeluknya dari belakang.
"Pagi juga sayaang... Oma mana? kok nggak sekalian diajak sarapan?!" sahut Bunda Lisa saat menuangkan susu cair untuk putri kesayangannya.
"Oma??! memangnya ada Oma Bun?" sahut Caca bingung karena ia tidak tahu jika Oma Rena menginap dirumah tersebut.
Semalam saat Nathan mengantarkan Caca pulang, ia langsung pamit untuk segera masuk kekamarnya karena kelelahan dan ingin segera merebahkan tubuhnya diranjang kesayangan Caca.
"Oke! kalau gitu aku panggil Oma dulu ya Bun?! tuhh dia Oma kesayanganku" ucap Caca saat berbalik badan hendak menjemput Oma Rena di kamar tamu spesial yang dikhususkan untuk sang Oma, ternyata Oma sedang menuju ke meja makan bersama Tama.
"Gimana tamasya nya kemarin Ca?" Oma mengeluarkan jurus ke kepo an nya pada cucu perempuan satu-satunya.
"Cape Oma! tapi seruuu!!! aku naik bianglala, kora-kora, sama itu tuh?? apa namanya ya? kuda yang mutar itu loh!!apa namanya Tam?"
Caca menguraikan kegiatannya di Dufan selama pergi dengan Nathan.
"Kak??! Lo beneran naik permainan?!" Tama dengan wajah aneh memandang kakaknya.
"Iya" Caca mengangguk setuju dengan yang Tama maksud.
"Kenapa lo ngetawain gue?!" tanya Caca tidak menerima perlakuan dari sang adik.
"Huusst!! sudah! sudah!" Oma Rena segera menyudahi perdebatan yang baru akan dimulai kedua cucunya tersebut.
"Tama yang mulai, ketawanya itu loh seperti mengejek aku!" Caca mengadu.
"Beneran kamu cuma main permainan disana?!" Oma bertanya ingin tahu apa yang dilakukan Caca selain bermain di Dufan.
"Maksud Oma? ya iyalah aku naik permainan disana! ehh?? nggak juga dehh!" Caca ingat hal yang terjadi diakhir tamasya nya kemarin.
"Maksud kamu?? nah Oma mulai lebih kepo dari sebelumnya, Oma mulai mendekatkan wajahnya ke Caca.
"Kemarin mas Nathan bilang dia sayang sama aku Oma!" Caca dengan polosnya menjelaskan kronologi kejadian saat Nathan mengutarakan isi hatinya.
"Haahh??!" mulut Oma terbuka lebar dengan mata berbinar-binar. "terus??" tanya Oma ingin tahu lebih jauh.
"Mas Nathan bilang dia juga cinta sama aku"
"Teruss????!!!" sekarang Tama yang lebih penasaran kelanjutan cerita dari Caca.
__ADS_1
Bunda Lisa hanya mendengarkan dengan seksama, "terus jawaban kamu apa Ca?" akhirnya bunda Lisa juga penasaran.
Pagi ini Caca menjadi pusat perhatian, semua ingin tahu jawaban apa yang ia berikan pada Nathan.
"Teruss___" Caca tidak melanjutkan ucapannya namun semua pandangan kini sudah mengarah pada Caca.
"Mau tauu???" pertanyaan Caca lontarkan pada Oma, Bunda dan juga adiknya.
Ketiganya hanya mengangguk pasrah tanpa mengeluarkan suara, mereka benar-benar dibuat penasaran.
"Aku belum jawab!" ucap Caca santai sambil mengambil roti isi selai serikaya kesukaannya, tapi tidak dengan orang-orang disekitarnya yang sudah dag dig dug menunggu jawaban namun yang mereka dengar tidak sesuai harapan. Ketiganya menghela nafas panjang, bahu mereka turun tak berdaya secara bersamaan.
"Jadi mas Nathan lo php in kak?!" Tama menyahut kesal.
"Gue cuma minta waktu buat jawab! bukan php!" Caca pun menjawab dengan kesal juga.
"Ehh?? ada apa ini? kok pagi-pagi sudah pada tegang?!" ujar Devo saat baru tiba diruang makan.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Devo.
"Kenapa kamu nggak langsung jawab Ca?!" Bunda Lisa ikut berkomentar.
"Bun?? ada apa sih ini? kok ayah bingung ya? kalian sedang membicarakan apa?"
"Tauu tuh yah! bukannya pada sarapan, malah pada kepoin aku Yah!" Caca seakan mengadu pada sang ayah.
Devo menaikkan alisnya kearah Lisa, ia bertanya dengan gerakan kedua alisnya itu.
"Gue nggak jadi punya calon kakak ipar dong?!" celetuk Tama.
Devo mulai mencerna obrolan dimeja makan pagi ini, "Ayah juga nggak jadi punya calon mantu dong?!"
"iihh?? ayah kok ikut-ikutan Tama sihh?!" Caca yang tadinya mengadu untuk mendapatkan dukungan, sekarang justru berbalik.
"Memang nak Nathan tidak sesuai dengan kriteria kamu Ca?!" bunda Lisa mulai menanyakan hal yang lebih serius pada Caca.
"Bukan begitu Bun!"
"Ntar kalo mas Nathan direbut sama cewek lain bahaya loh kak, gue sih cuma nggak mau nanti lo nyesel" Tama mulai menakut-nakuti kakaknya.
Sontak saja ucapan Tama barusan sedikit membuat Caca khawatir, gerakan mulutnya perlahan menjadi lambat karena ia mulai berpikir.
"Iya Ca! Nathan itu anak baik loh, Oma suka sama dia. Selain ganteng, nak Nathan juga mandiri" Oma Rena menambah kegalauan hati Caca.
♥️♥️♥️
__ADS_1
like n komen yeaay, poin nya juga aku harapkan genks 😍😍