
Haaayy... happy reading genks 😘😘
♥️♥️♥️
Dokter Wisnu mulai bertanya,
🧔"siapa nama ibu?"
👩💼"Alisa Putri Deanita"
🧔"Kenapa ibu selalu merasa bersalah?"
👩💼"Karena saya sudah merebut dia dari istri dan anaknya"
🧔"Ibu mencintai laki-laki yang bernama Devo?"
👩💼"Iya, saya sangat mencintai nya"
Devo tersenyum mendengar penuturan Lisa.
🧔"Apa yang ibu rasakan ketika perempuan yang bernama Aurel mendatangi ibu?"
👩💼"Saya takut, dia akan membuat bayi saya tak bernyawa jika saya terus bersama Devo"
Devo terkejut mendengar pengakuan istrinya. Karena Lisa tidak pernah menceritakan hal itu padanya.
🧔"Lalu???"
👩💼"Ibu Aurel menyebut saya perempuan murahan, perebut suami orang, perusak rumah tangganya. Saya memang salah telah merebut suaminya, hiks....hiks...."
Lisa mulai menangis, Devo hendak membangunkannya karena tidak tega. Namun dokter Wisnu menahannya.
👩💼"Dari awal saya memang salah telah menerima cinta suaminya, tapi saya benar-benar mencintai dia, huuu...huuu..."
Tangis Lisa mulai pecah, bahunya bergetar dan air matanya mengalir cukup banyak. Itu menandakan bahwa ia benar-benar sedih.
🧔"Lalu kenapa ibu minta suami ibu untuk menjauhi ibu? padahal kan ibu mencintainya?"
👩💼"Sebenarnya saya tidak mau ia jauh dari saya, tapi saya juga tidak mau selalu dihantui rasa bersalah seumur hidup saya. Semua salah saya, biarlah saya menanggung semuanya sendiri"
Suara Lisa mulai melemah.
👩💼 "Mungkin ini akibat dari perbuatan saya. Saya juga takut kalau suami saya hanya terpaksa menikahi saya akan karena saya hamil"
🧔"Bu Lisa, sekarang dengarkan kata-kata saya" Lisa mengangguk. "Buang semua beban yang ada dipikiran ibu. Jangan dengarkan perkataan orang lain yang menghakimi ibu, bisa kan??" Lisa mengangguk dengan mata yang masih terpejam. " sekarang buka mata ibu perlahan.
Lisa membuka matanya, Lisa menoleh ke arah dokter Wisnu dan Devo secara bergantian. Devo menatap wajah istrinya dengan penuh senyum, ia kini tahu bahwa istrinya benar-benar mencintai dirinya.
__ADS_1
"Bagaimana perasaan ibu sekarang?" tanya dokter Wisnu.
Lisa tersenyum, "rasanya lega banget, plong!! padahal tadi saya cuma tidur ya dok?"
Dan dokter Wisnu pun mengiyakan ucapan pasiennya itu sambil tersenyum menoleh ke wajah Devo.
Devo mengusap pundak Lisa sambil tersenyum bahagia. Kini hatinya pun ikut lega, smoga saja semua ini dapat mereka jalani dengan sabar.
"Dokter! saya juga mau" ucap Devo membuat dokter Wisnu dan Lisa kaget mendengarnya.
"Ayah serius?!"
"Maksud pak Devo?!" dokter Wisnu menegaskan ucapan Devo.
"Saya ingin melepaskan semua yang saya rasakan terhadap istri saya dok, saya ingin ia tahu isi hati saya yang sebenarnya"
"Bapak yakin?!"
"Iya dokter!"
"Kalau begitu mari kita mulai!" dokter Wisnu mengulangi ritual yang diberikan pada Lisa tadi, kini Devo sudah berbaring dan matanya terpejam.
Dokter : "Utarakan semua yang ada dipikiran dan hati bapak" Devo mengangguk.
"Apakah bapak mencintai istri bapak?"
Devo. : "Saya mencintainya,,,bahkan sangat mencintai, dia adalah satu-satunya perempuan yang membuat saya benar-benar jatuh cinta, terlebih sekarang ia mengandung buah cinta kami" Devo terus berkata tanpa henti walau dokter belum lagi mengutarakan pertanyaan padanya.
Lisa terkaget-kaget mendengar semua yang diungkapkan oleh suaminya. Ternyata Devo menjalani konflik yang membuat hatinya tersakiti.
Lisa meminta kepada dokter Wisnu untuk menyudahi Hipnoterapi pada Devo, ia sudah cukup tahu apa yang ada di dihati laki-laki yang sangat dicintainya itu dan juga tak ingin membuka luka hati yang dialami suaminya.
"Bagaimana pak? sudah lebih baik?" dokter Wisnu bertanya.
Devo membuka perlahan matanya, menatap Lisa yang terus tersenyum padanya.
"Ok, kita lihat perkembangan pada ibu Lisa. Smoga semuanya baik-baik saja ya, jadi ibu tidak perlu melanjutkan hipnoterapi ini" dokter Wisnu menjelaskan.
Selama dua jam mereka memuntahkan semua masalah yang menyesakkan dada.
♥️♥️♥️
Berjalan saling bergandengan, mereka menyusuri Mall yang tidak terlalu ramai oleh pengunjung, selain karena bukan hari libur, Mall yang mereka kunjungi juga termasuk tempat berbelanja untuk kalangan menengah keatas dengan barang branded dan harganya pun lumayan mahal.
Berhenti di stand busana wanita, Devo memilih pakaian untuk istrinya.
Lisa juga terlihat sedang asik melihat-lihat ditempat lain.
__ADS_1
"Mbak!!?" Devo memanggil pramuniaga yang bertugas di stand tersebut.
"Ya pak?!, ada yang bisa saya bantu pak?"
"Tolong carikan saya pakaian untuk istrinya saya ya...yang seksi mbak" Devo agak mengecilkan suaranya.
"Baik pak, ditunggu sebentar ya pak"
Sekitar sepuluh menit pramugari tersebut kembali lagi membawa dua gaun seksi berwarna hitam dan merah marun dengan belahan samping sangat tinggi yang jika dipakai pasti akan memperlihatkan paha Lisa yang putih dan mulus.
"Ini pak, silakan dipilih!" memperlihatkan kedua gaun itu pada Devo.
"Hhmm... kayak nya nggak muat barang deh kak mbak?!"
"Ooh.. biasanya pakai ukuran berapa pak? maaf,,, istri bapak gemuk?" pramuniaga itu mengecilkan suaranya.
"Nggak mbak, isterinya saya_______nahh ini mbak istri saya!" Devo merangkul Lisa ketika Lisa menghampiri dirinya.
Dan si pramuniaga itu pun menatap Lisa dengan wajah yang terlihat bingung.
Nyari baju seksi untuk istrinya?? dan ternyata istrinya sedang hamil besar??! batin sang pelayan. Ini yang nggak connect gue atau si bapak yaak 🤔
"Mbak?! kok bengong?" sapa Lisa pada pada pelayan tersebut.
"Hoo..maaf bu, saya cuma bingung aja" ucapnya sambil tetap memegang gaun yang tadi ia tunjukkan , namun wajahnya mengarah ke Devo.
"Ayah??!". tanya Lisa dengan tatapan sedikit mematikan.
"Itu loh Bun, ayah cari gaun untuk Bunda"
"Iya bu, tapi tadi bapak bilang yang seksi. Saya jadi bingung" tutur pramuniaga memajukan bibirnya ke arah perut Lisa.
"Ya ampuuun?? ayah bikin mbak nya jadi bingung, kasian kaan! udah mbak,,biar saya yang cari sendiri aja ya?!"
Sang pramuniaga tersenyum senang karena terlepas dari permintaan aneh pembelinya.
Satu jam berlalu, memilih beberapa model gaun, dari mulai yang tipis sampai gaun dengan belahan tinggi, akhirnya Lisa hanya mengikuti pilihan suaminya. Biarlah yang terpenting sekarang adalah membuat suaminya bahagia.
"Ayah,,,kalau gaunnya seperti ini Bunda pake nya kapan? terus pakenya mau kemana??" pertanyaan Lisa saat mereka berada di kasir dan Devo sedang menyerahkan sebuah kartu gold dengan limit tak terbatas.
"Dipakenya ya pas Bunda lagi sama ayah aja,, kalo lagi berduaan" Devo berkata sambil tersenyum nakal menggoda istrinya.
__ADS_1
Perbincangan mereka tidak sengaja membuat dua orang kasir yang ada didepan mereka tersenyum- senyum.
♥️♥️♥️