Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 103


__ADS_3

Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Menunggu Nathan menyelesaikan beberapa pekerjaannya, Leo memainkan ponselnya sambil sesekali menyesap kopi hitam yang disajikan Anis untuknya.


Segera melaksanakan tugasnya, Caca bergegas masuk ke ruang Nathan.


Tok...tok...tok..."permisi pak!" ucap Caca meminta ijin untuk masuk.


Nathan mendengar suara perempuan yang kini sering keluar masuk ruangannya.


"Silahkan Ca!" Nathan mengijinkan Caca masuk.


"Ini berkas yang bapak minta" ucap Caca sambil menyerahkan map berisi lembaran dokumen.


"Ohh ya, letakkan disana ya Ca!" Nathan memerintahkan Caca untuk meletakkan map yang dibawanya diatas meja sofa, karena khawatir tercampur dengan berkas lain yang sedang diperiksa di meja kerja Nathan.


Meminta ijin pada tamu yang sedang duduk disofa yang matanya tetap terfokus pada layar ponsel, "permisi pak?!" ucap Caca.


"Silahkan!" sahut Leo dingin "kamu???" Leo mengerutkan kening saat ia sekilas menoleh kearah Caca, sepertinya ia mengenal wajah Caca. Otaknya berusaha keras mengingat siapa perempuan yang ada di hadapannya saat ini.


Tanpa sengaja mata mereka pun saling bertatapan, "Lohh?? bapak kan??___" Caca menghentikan kalimat nya.


Berbeda dengan Leo, Caca langsung mengingat siapa laki-laki dihadapannya tersebut. Dia adalah laki-laki yang memarahi Dini di mall karena bajunya basah terkena tumpahan softdrink.


ya.. dia adalah laki-laki sombong dan arogan.


"Kenapa Dek?!" tanya Nathan pada adiknya.


"Ini siapa Bang?!" Leo bertanya pada kakaknya sambil menunjuk Caca.


"Ohh.. Caca sedang magang disini" jawab Nathan santai.


"Kok lo mau sih Bang nerima anak magang galak begini!" Leo sedang mengingat sikap Caca sewaktu mereka berdebat saat di Mall.


"Maksudnya??!" Nathan penasaran.


"Heeh!! anda kalo bicara hati-hati ya!!" Caca tidak terima.


"Tuhh kan Bang?! Lo liat sendiri !" Leo membuktikan ucapannya.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Nathan lagi.


Leo dan Caca tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Nathan.


"Ucapan anda tolong dijaga ya!" Caca mulai terpancing emosi dan melanjutkan perdebatannya dengan Leo.


"Hallooo???! jadi kalian sudah saling kenal?!" Nathan mengulangi pertanyaannya.


"Iya" ucap Leo


"Nggak" sahut Caca.

__ADS_1


Leo dan Caca berbarengan menjawab pertanyaan Nathan.


"Lohh gimana sih??! ini siapa yang bener? kok saya jadi bingung" Nathan geleng-geleng kepala menyaksikan kedua orang tersebut.


"Gue sih ogah banget Bang kenal cewek galak kayak gini!" jawab Leo.


"Heehh!! saya juga ogah pak kenal sama cowok arogan kayak dia" Caca menunjuk Leo dengan dagunya.


"Sudah!! sudah!!" Nathan melerai perdebatan Leo dengan Caca.


"Mending ganti aja bang! baru anak magang aja udah galak kayak gitu!" Leo mempengaruhi sang kakak untuk memberhentikan Caca agar tidak magang diperusahaannya.


"Heeh!! awas aja lo kalo sampe gue dipecat cuma gara-gara lo ya!" Caca mengancam Leo.


Jiwa nekat Caca sudah tidak bisa dicegah lagi, walau Caca anak yang penurut namun jika sudah menyangkut harga dirinya ia tidak akan tinggal diam.


"Lo ngancam gue?!" Leo masih menyahut.


Caca segera pamit untuk meninggalkan ruangan, "Kalau sudah tidak ada yang diperlukan lagi saya pamit pak!"


"Iya, silahkan!" sahut Nathan. Memang lebih baik seperti itu, salah satu dari mereka harus ada yang mengalah.


♥️♥️♥️


"Dasar cowok arogan!" Caca keluar dari pintu ruangan Nathan dan ia masih terus saja mengomel hingga membuat Anis yang mendengarnya penasaran.


"Kenapa kamu Ca?! kok keluar dari ruangan pak Nathan ngomel-ngomel begitu?!" tanya Anis.


"Itu!! gara-gara tamu pak Nathan! reseh tau mbak?!"


"Tauu!!!" Caca mengangkat kedua bahunya.


"aku nggak tau namanya!" ucapnya lagi.


"Beliau adiknya pak Nathan" Anis menjelaskan siapa Leo sebenarnya.


"Ohhh... pantas aja belagu banget, sok berkuasa! pake mau ke pecat orang segala" omel Caca.


"Maksudnya??" tanya Anis tidak mengerti ucapan Caca. "siapa yang dipecat Ca?!" Anis kini menghentikan pekerjaannya, ia fokus menatap Caca yang duduk disebelahnya.


Dunia memang terasa sempit, kenapa ia harus bertemu orang seperti Leo, laki-laki arogan dan tidak mau mengalah pada perempuan.


♥️♥️♥️


Disebuah restoran, Nathan mengajak Leo yang sedari tadi sudah keparan.


"Lo kenapa sih Dek? sama cewek nggak mau ke ngalah banget!" Nathan menasehati sang adik.


"Lagian tuh cewek galak tau Bang? judes!"


"Caca anaknya baik kok, sopan!" Nathan memuji Caca.


"Sopan gimana?! kan tadi dari Abang liat sendiri gimana sikapnya!"

__ADS_1


"Ya itu kan gara-gara lo yang ngejek dia?! ya jelas Caca marah! sebenarnya kalian tuh kenal dimana?" Nathan ingin tahu.


"Di Mall?"


"Lohh?? kok bisa??!" Nathan makin penasaran.


Leo menjelaskan bagaimana kejadian di Mall yang ia alami beberapa hari yang lalu pada kakaknya.


♥️♥️♥️


Weekend ini Caca tidak berniat kemana-mana, ia hanya ingin bersantai menghabiskan waktu untuk berleha-leha dirumahnya yang sangat nyaman itu.


Tapi rencana Caca jadi hancur berantakan karena kedatangan sang Oma.


"Assalamualaikuuum....!!!!" suara Oma Rena menggelegar diruang tengah kediaman putranya. "Ini orang pada kemana sih?! kebiasaan kalo Oma nya dateng pasti masih pada molor!" Oma Rena mengomel seperti biasanya.


Cacaaaa!!!! Tamaaaaa!!!! cepet bangun!


Lisaaaaaa!!! Devoooooo!!!! cepet turun!" Oma Rena mengabsen anak dan cucunya.


Caca masih mengucek matanya saat keluar dari pintu kamar.


"Omaa?? ada apa sih?? berisik tauu??!" ucap Caca sambil menuruni anak tangga untuk menemui Oma Rena yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


Lisa dan Devo ikut keluar dari kamarnya, begitupun dengan Tama. Mereka semua terganggu oleh suara Oma Rena.


"Oma? emang sekarang jam berapa? bukannya masih malem ya?!" tanya Tama.


"Ya ampuuun! ini udah siang! ntar rejekinya dipatok ayam loh!" sang Oma menasehati cucu-cucunya.


"Sekali-sekali rejeki kasi ayam kan nggak apa-apa Oma, kita jadi manusia gak boleh serakah?" sekarang Caca yang menasehati Oma nya.


"Heeh?? siapa yang ngajarin itu?!" Oma Rena marah karena ucapannya dibantah Caca.


"Bunda yang ngajarin!" sahut Caca sambil menunjuk sang Bunda.


"Tapi Bunda nggak bilang rejekinya kasi ayam Ca! Bunda ngajarinnya jadi orang nggak boleh serakah!" Lisa membela diri.


"Bun? ayah mau kopi dong?!" Devo melerai perdebatan yang tidak ada faedahnya tersebut.


"Mama juga mau dong Lis!"


"Ayo Bun, Caca bantuin" ucap Caca pada sang Bunda, daripada ia mendengar omelan sang Oma lebih baik ia ikut bundanya ke dapur.


Caca mengalungkan tangannya dilengan sang Bunda menuju dapur dan ternyata Imah sudah menyiapkan menu sarapan sejak Oma Rena tiba.


"Wiihh...mbak Imah kereen!!" puji Caca, ia melihat menu sarapan kesukaannya sudah tersaji dimeja makan. "Asiikk...roti bakar isi selai serikaya" ucap Caca.


"Omaaaa!!! kita sarapan yukk?!" teriak Caca dari ruang makan.


"Huuss!! nggak sopan, sana panggil oma dan ajak kesini" Lisa mengajari Caca sopan santun terhadap orang yang lebih tua, apalagi itu adalah Oma nya sendiri.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Sepiiiii..... like n komennya mana?????


Othor syedihhh😢😢😢


__ADS_2