Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 128


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


Beberapa menit membelah jalan ibukota Caca tiba dikantor tempat ia magang bersama teman-temannya. "Mbak Anis...." Caca menghampiri dan memeluk sekretaris Nathan. "Kangenn sama mbak Anis" ucap Caca manja pada perempuan yang bersikap sangat baik padanya selama ia belajar bekerja di perusahaan milik laki-laki yang sekarang menjadi kekasihnya tersebut.


"Hayy cantikk... mbak juga kangen sama kamu,kamu apa kabar? kelihatannya seneng banget nih?! mau ketemu pacar yaa?!" Anis menggoda Caca.


"Mbak Anis bisa aja deh, aku jadi malu. Mas Nathan ada?" tanya Caca sambil menunjuk ke ruang kerja calon suaminya.


"Ada kok, dari tadi nungguin kamu. Makanannya sampe dingin tuh, ya udah sana kamu masuk! kasian pak Nathan sudah kelaperan nungguin pacar nya yang cantik"


Caca tersenyum dan bergegas menuju ruang kerja Nathan yang tidak jauh dari meja Anis.


"Mas?!" ucap Caca ketika ia membuka pintu.


"Heyy sayang, sini!" Nathan menyuruh Caca menghampirinya dan Caca menuruti ucapan Nathan barusan, kini Caca sudah berada dipangkuan lelakinya.


"Lama ya mas nungguin aku! padahal aku udah ngebut loh mas!" tutur Caca menjelaskan alasan ia datang agak telat sebelum Nathan marah padanya karena sudah membuat laki-laki itu menahan rasa lapar demi menunggunya untuk makan bersama.


"Lohh?? kamu bawa mobil sendiri?" tanya Nathan penasaran.


Caca mengangguk, "iya" jawabnya singkat.


"Besok mas kirim supir buat kamu, jangan nyetir sendiri!" Nathan mulai mendikte gadisnya.


"Nggak usah mas! aku bisa bawa mobil sendiri kok!"


"Mas nggak mau kamu kebut-kebutan! pokoknya mulai sekarang diantar supir"


"Tapi Mas??!" Caca hendak memprotes ucapan Nathan.


"Nggak pake tapi-tapian, mas nggak mau kamu kenapa-napa sayaang.."


"Mas??!" Caca mulai merengek.


Bukannya mendapat jawaban, tangan Nathan justru kini sudah berada di belakang tengkuk leher Caca, Nathan mendekatkan wajah Caca dan mulai mengeksplor bibir ranum milik gadisnya.


Tidak menolak, Caca malah mengikuti ritme kecupan kekasihnya. Mereka sekarang mulai sering melakukan kecupan hingga ciuman yang terkadang membuat orang yang melihatnya merasa iri. Seperti Anis yang secara tidak sengaja melihat adegan itu.

__ADS_1


"Maaf pak!" ucap Anis, ia sudah mengetuk pintu ruangan bos nya tersebut dan langsung membukanya. Sebenarnya Anis biasa melakukannya seperti itu, namun ia lupa bahwa sekarang ada seseorang yang sudah membuat bosnya itu mempunyai kebiasaan baru.


Kedua insan yang sedang duduk berpangkuan tersebut sempat kaget, namun bukan Nathan namanya jika tidak bisa mencairkan suasana.


"Masuk Nis!" Nathan memberi perintah pada sekretarisnya untuk masuk tanpa rasa kikuk.


Berbeda dengan Nathan, Caca terlihat salah tingkah. Ia langsung beranjak dari pangkuan lelakinya namun Nathan menariknya kembali hingga Caca kembali terduduk dipangkuannya. "mas! aku malu sama mbak Anis!" Caca memberengut karena kelakuan kekasihnya.


Anis mulai masuk keruangan bosnya, "Maaf pak, saya mengganggu." ucap Anis dan berhasil membuat Caca menunduk malu mendengarnya.


"Heemm!" Nathan menjawab singkat seperti itu membuat Anis merasa bersalah.


"Lain kali jika saya belum suruh masuk, jangan masuk! paham?!" perintah Nathan pada Anis.


"Baik pak! maaf!" Anis mengucapkan kata maaf untuk yang kesekian kalinya dan segera pamit keluar dari ruangan itu setelah memberikan dokumen yang sudah ia ketik untuk ditandatangani oleh bosnya.


"Mas? kamu kok gitu sih sama mbak Anis?! dia kan nggak salah" ucapan caca secara tidak langsung membela Anis.


"Ya jelas salah dong! dia sudah ganggu kita?" tegas Nathan.


"Haahh??!" Caca terheran. "ganggu?!"


🧕 Wuiihh...kode itu kode....bisa aja nih si ganteng, Othor mau kok cium mas Nathan duluan, nggak usah diminta pasti Othor kasi.


🤵 hadehhh 🤦 gue maunya sama Caca Thor!


🧕 eeehhh?????





Caca merasa tersindir oleh ucapan Nathan barusan, ia beranjak dari pangkuan Nathan menuju sofa. Caca tidak mengucapkan satu kata pun, ia memang belum terbiasa untuk memulai hal yang biasa dilakukan oleh pasangan kekasih.


Nathan dapat membaca sikap diam gadisnya, ia menghampiri Caca dan duduk disebelahnya. "Maaf ya?! mas nggak ada maksud apa-apa" Nathan menggenggam tangan Caca.


Caca masih diam, ia tidak menjawab ucapan Nathan. Nathan lupa bahwa Caca sangat perasa, ia mudah sekali merasa bersalah pada orang lain dan akan menyalahkan dirinya sendiri. Itulah salah satu kelemahan yang ia miliki. Selain itu Nathan adalah laki-laki pertama yang menjadi kekasihnya, jadi ia belum paham tentang harus bagaimana menjalani suatu hubungan.

__ADS_1


"Sayaang??!" Nathan mengangkat dagu Caca dengan jarinya. "maafin mas ya?!"


"Nggak apa-apa! mungkin aku memang belum siap menjalin hubungan dengan mas Nathan."


Caca mulai pesimis dengan hubungannya.


"Aku takut buat mas kecewa, lebih baik__" ucapan Caca terpotong.


"Sayang?! kamu bicara apa?!"


"Iya, sepertinya aku belum siap menjalin hubungan serius dengan mas, aku khawatir nggak bisa buat mas bahagia."


"Mas bahagia sama kamu sayang! mas minta maaf dengan ucapan mas tadi! mas nggak ada maksud apapun."


"Kalau begitu aku perlu waktu untuk mengenal mas lebih jauh sambil aku beradaptasi dengan hubungan ini" Caca sepertinya berniat untuk meminta waktu karena ia merasa semuanya terlalu cepat.


"Nggak! mas nggak setuju dengan ucapan kamu! pokoknya mas mau hubungan kita tetap berjalan sesuai rencana!" suara Nathan mulai meninggi namun ada kekhawatiran diwajahnya.


Hanya karena ucapan yang menurutnya sepele ternyata sudah menggores luka dihati gadisnya, padahal ia tidak berniat serius mengucapkan kalimat itu. Nathan menyesal sekali.


"Ya sudah, aku pamit ya mas?!" ucap Caca seraya beranjak dari sofa, namun Nathan menarik tangannya dan Caca kembali terduduk kembali.


"Sayang?! kamu nggak mau maafin mas sayang?!" ucapan Nathan mulai melemah, ia tidak tahu lagi bagaimana membujuk gadisnya.


"Aku pasti maafin mas, hanya saja sepertinya kita tidak perlu terburu-buru untuk segala sesuatunya mas"


"Besok mas akan tetap melamar kamu!" tegas Nathan. "Mas nggak mau mundur! kamu bilang sama mas, bagaimana mas harus minta maaf sama kamu? mas menyesal dengan kata-kata mas tadi, mas nggak serius Ca!" kini suaranya mulai serak dan matanya mulai memerah karena ada buliran yang bisa jatuh kapan saja.


Nathan bersimpuh dihadapan gadisnya, ia menggenggam kedua tangan Caca diatas pangkuan kekasihnya itu.


Caca menatap lelakinya, ia sebenarnya tidak tega melihat Nathan seperti itu, tapi juga ia tidak mungkin melanjutkan suatu hubungan yang akan membuat pasangannya tidak nyaman.


"Tadi mas bilang mau makan?! makanannya keburu dingin nih" Caca mencoba mengalihkan pandangannya ke atas meja yang sudah dipenuhi dengan beberapa menu makanan.


Tapi Nathan kembali mengarahkan wajah Caca untuk menatap wajahnya, dan buliran tadi pun terjatuh tanpa direncanakan.


Nathan tidak peduli jika Caca menganggap dirinya laki-laki cengeng. Yang terpenting bagi Nathan saat ini adalah Caca tetap disampingnya untuk ia jadikan pendamping hidup.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Gaeess...ditunggu jempolnya ya untuk klik like dan sebaris atau dua baris komentar kalian. Kalo mau kasi vote buat Othor juga boleh banget.


__ADS_2