
Happy Reading genks 😍
♥️♥️♥️
Seperti biasa Caca melanjutkan tugas magangnya di kantor milik Nathan, namun sang pemilik perusahaan sedang tidak berada dikantornya untuk beberapa Minggu kedepan.
Jika para readers beranggapan Caca akan salah tingkah dengan kejadian yang terjadi dengan Caca dan Nathan dipantai saat itu, kalian salah besar guys...
Caca bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, justru Nathan lahh yang dibuat galau oleh Caca. Dengan sikap Caca yang awalnya tidak terima hingga sikap Caca yang cuek makin hari Nathan malah teringat terus dengan kejadian itu, pastinya sih terbayang wajah gadis itu terus.
Mungkin gak ya kalau Nathan jatuh cinta pada seorang Caca?? itu adalah pertanyaan Othor ya guys. hehhee.....
"haduuuhh... kenapa gue jadi inget dia terus sih?" Nathan tidak dapat memejamkan matanya, padahal tubuhnya sudah sangat banyak lelah karena seharian meninjau lokasi untuk pembangunan villa di wilayah Sentul.
Ingin sekali rasanya menghubungi Caca, tapi dengan alasan apa? kalau karena alasan pekerjaan rasanya tidak mungkin, karena posisi Caca hanya karyawan magang dan tugasnya hanya membantu Anis.
Nathan terus mencari cara agar bisa melihat wajah gadis cantik yang sudah menggelitik hatinya, jalan satu-satunya ya menemuinya dikantor. Berarti Nathan harus segera menyelesaikan pekerjaannya.
♥️♥️♥️
Berusaha keras menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari yang diagendakan alhasil Nathan dapat pulang lebih cepat, kini pembangunan di Sentul ia serahkan pada kepala proyek disana.
Berangkat ke kantor dengan wajah ceria Nathan memasuki lobby dengan percaya diri, sebentar lagi ia akan melihat wajah yang selalu membayanginya.
"Selamat pagi pak?! sapa Anis.
"Pagi!" sahut Nathan membalas sapaan sekretarisnya namun wajahnya tidak menatap Anis, ia mencari gadis cantik yang ada disebelah sekretaris nya tersebut namun gadis yang dicari tidak ada ditempatnya.
"Bapak cari Caca?! tanya Anis asal menebak bosnya.
"Ehh...nggak kok?! kamu sendirian?" tanya Nathan kemudian.
🧕 Apa bedanya?? brooo? lo nggak mencari Caca tapi malah nanya kenapa Anis sendirian.
🤵 Ya jaga image lahh dikit. Biar gak kentara Thor.
🧕 Modus.... modus...
"Selamat pagi pak! maaf saya telat"
Caca menyapa bosnya sambil terengah-engah, ia setengah berlari dari lobby ke lantai atas tempat ia bekerja. Pagi ini Caca tidak berniat ikut dalam mobil ayahnya, ia lebih memilih naik taksi online.
"Keruangan saya!" sahut Nathan.
Wajah Caca langsung pucat, ia tidak mengira bosnya akan semarah itu pada karyawan yang terlambat. Ia memang pernah dengar dari karyawan lain jika Nathan adalah orang yang disiplin waktu dalam bekerja. Pantas saja usaha yang ia rintis berkembang dengan cepat.
"Baik pak!" Caca menjawab perintah Nathan dengan rasa khawatir.
__ADS_1
Nathan segera meninggalkan dua orang yang ada dihadapannya menuju ke ruang kerjanya.
Caca meletakkan tas kerjanya diatas meja Anis, "Ya ampun mbak?! aku takut" Caca berucap pada Anis seakan ia meminta pertolongan pada Anis.
Anis mengangguk, "masuk sana! jangan sampai pak Nathan menunggu terlalu lama" ucapan Anis barusan justru membuat Caca bertambah gugup.
"tok.. tok...tok..parmisi pak!" Caca mengetuk pintu dan langsung masuk.
"Masuk!"
"Maaf pak?! saya datang terlambat" ucap Caca meminta maaf, Caca bersikap seakan Nathan akan memecat dirinya.
"Tolong buatkan saya kopi ya, tapi pakai krim!" pinta Nathan.
Caca menghela napas panjang, ia mengira jika dirinya akan dikeluarkan dari PKL di perusahaan milik laki-laki yang ada dihadapannya sekarang ini.
♥️♥️♥️
Seharian mengerjakan rutinitas sebagai pemimpin perusahaan tentunya Nathan juga membutuhkan hiburan atau hanya sekedar teman untuk bersenda gurau.
Hari ini Nathan berencana akan mengajak Caca minum teh hangat atau secangkir kopi hitam dicafe depan kantor, namun sepertinya Nathan terlambat. Caca sudah lebih dulu pulang, tadi setelah mengetik berkas yang diperintahkan Anis pada dirinya Caca langsung pamit pulang. Ya hari ini Caca janji pada bunda akan membelikan puding coklat kesukaan sang ayah.
"Waduhh...gue telat!" batin Nathan ketika ia keluar dari ruangannya ternyata Caca sudah ada tidak ditempatnya.
"Kamu belum pulang Nis?!" tanya sang bos pada sang asisten.
"Caca sudah pulang?!" tanya Nathan berbasa -basi pada Anis.
"Iya pak, baru saja. Mungkin masih di lobby" jelas Anis.
Mendengar informasi dari Anis barusan, Nathan segera menuju ke lobby untuk menyusul Caca.
"Saya duluan ya Nis?!" Nathan berpamitan pada Anis.
Segera turun kelantai dasar, Nathan berusaha mengejar Caca. Semoga saja Caca masih ada ucap Nathan dalam hati.
♥️♥️♥️
Nathan sudah berada di lantai dasar, namun ia tidak menemukan keberadaan Caca.
"Yahh...telat lagi!!" Nathan berucap namun ucapannya barusan terdengar oleh Mila resepsionis lobby.
"Ya pak?!" sahut Mila, ia mengira pak Nathan mengajaknya bicara"
"Kamu lihat Caca?!" tanya Nathan, ia merasa kebetulan sekali Mila mengajaknya bicara.
"Ohh...tadi keluar pak, belum lama kok. Mungkin masih didepan pak!!" Mila menunjuk kearah pintu utama lobby.
__ADS_1
Nathan segera pergi ke tempat Caca sesuai petunjuk Mila, berharap gadis itu masih ada.
Caca memesan taksi online namun sudah menunggu 15 menit sejak ia bergegas turun ke lobby taksi online yang dipesannya belum juga tiba.
"Ca??! ngapain?! kok belum pulang?" sapa Nathan.
"Ohh iya pak,, ini saya sedang nunggu taksi online" jawab Caca jujur.
"Bareng saya saja yukk?!" Nathan mulai menggulirkan niatnya.
"Ohh..jangan pak, saya nunggu pesanan taksi online saja. Lagian sudah terlanjur saya order"
"Nggak apa-apa kok, sekalian jalan. Kebetulan saya searah"
Widihh??? Nathan mau kemana?? jelas-jelas arah apartemen nya berlawanan dengan arah rumah Caca.
"Jangan pak, nanti malah merepotkan!" Caca mengelak.
Nathan dengan paksa menarik pergelangan tangan Caca kearah mobilnya terparkir.
"Tapi pak__?!!" Caca belum melanjutkan kalimatnya namun Nathan terus saja menggandengnya hingga suara perdebatan mereka terdengar oleh karyawan yang sedang berada di halaman depan kantor hingga beberapa karyawan ikut menoleh kearah mereka.
"Sstt...kamu nggak merepotkan kok, santai aja" jawab Nathan.
Saat Caca hendak masuk kedalam pintu mobil Nathan, taksi online yang dipesan Caca memasuki halaman parkir kantor.
"Maaf pak?! taksi online saya sudah datang!" Caca mencoba menghampiri taksi orderan nya namun dengan sigap Nathan mencegahnya, ia tetap menyuruh Caca untuk masuk kedalam mobilnya. Setelah itu Nathan menghampiri taksi tersebut dan menemui supir untuk mengganti kerugian.
"Maaf pak, berapa tagihannya?!" ucap Nathan.
"Delapan puluh tujuh ribu pak!" jawab si supir melihat tagihan diponselnya.
Nathan mengeluarkan selembar uang seratus ribuan dan memberikannya pada supir tersebut.
" ini pak! saya nggak jadi order" ucap Nathan sambil menyerahkan uang. "Kembaliannya ambil saja!" ucap Nathan dan segera meninggalkan sang supir yang masih duduk dikemudinya.
"Lohh??" si supir keheranan namun Nathan sudah pergi meninggalkannya dan segera menuju gadis yang sudah duduk manis didalam mobilnya.
♥️♥️♥️
vote
vote
vote
Like n komen juga ya readers
__ADS_1