Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 132


__ADS_3

Author hanya bisa mengucapkan kata maaf karena beberapa minggu kemarin tidak up episode baru, kesibukan dunia nyata ternyata cukup menguras perhatian dan juga pikiran Othor. Padahal Othor rindu dengan kalian gaeesss 😢


Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Siang ini Lisa langsung bergerak untuk menyiapkan segala sesuatunya, karena waktu mereka tidak banyak untuk sebuah pernikahan yang akan diselenggarakan bulan depan.


Bunda Lisa memakai jasa wedding organizer untuk semua yang menyangkut pernikahan putri semata wayangnya. Walaupun sebenarnya agak sulit, karena sudah dua WO menolak dan tidak sanggup dengan waktu yang diberikan kepada pihak WO.


"Ayah?? gimana dong? sudah dua WO yang nolak karena mereka tidak siap dengan waktu yang kita berikan" Lisa berkeluh-kesah pada Devo setelah hari ini menemui dua WO tersebut.


Devo tampak berpikir, waktu yang telah ditentukan pada saat lamaran kemarin tidak mungkin dirubah karena mereka semua sudah menyetujui kesepakatan tentang tanggal yang sudah ditentukan.


Hanya saja sekarang bagaimana menyampaikan hal ini pada Caca dan Nathan karena waktu satu bulan tidak lah cukup untuk persiapan pernikahan dengan tema yang ditentukan oleh kedua calon pengantin tersebut.


Mereka berdua sudah menentukan tema yang diinginkan, lebih tepatnya permintaan sang mempelai wanita. Caca bercita-cita untuk pernikahan pertama dan terakhirnya ia menginginkan pesta dengan desain outdoor yang dibuat didalam ruang dihiasi bunga segar untuk seluruh dekorasinya.


"Mas Nathan? Bunda bilang sudah 2 WO yang nolak!" rengek Caca pada calon suaminya.


Siang ini Caca mendatangi kantor Nathan, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa ruangan tersebut dan merengek.


"Lohh...lohh... kesayangannya mas kenapa? kok cemberut gitu sih?" Nathan menghampiri Caca dan ikut duduk disebelah kekasihnya itu.


"Kemarin ayah dan bunda bilang sama aku, katanya pihak WO tidak menyanggupi tema yang aku mau!" Caca mengadu bagai anak kecil.


Selain tema yang agak sulit jika dikerjakan hanya dalam satu bulan, Caca juga meminta tema kerajaan Inggris untuk pernikahannya, mulai dari dekorasi dan juga gaun pengantinnya.


"Sabar dong sayang?!" Nathan menggenggam tangan Caca demi menenangkan wanita yang ia sayangi.


"Bisa sih! tapi mereka minta waktu 3 bulan" tutur Caca melanjutkan penjelasannya dengan nada kesal.


"Memang harus tema itu ya?!" tanya Nathan agak ragu. Karena baginya tema dan pesta tidaklah terlalu penting, baginya bisa menikah dengan wanita yang berada disebelahnya sudah lebih dari apapun.


"Mas??!!" Caca terus merengek, "tapi aku maunya itu!" Caca bergelayut dilengan Nathan.


"Iya...iyaa..." sahut Nathan mengecup kening kekasihnya.


Nathan menghubungi Anis sang sekretaris dan dalam hitungan detik Anis sudah mengetuk pintu kantor bosnya.


"tok..tok... permisi pak?!"


"Masuk!" sahut Nathan dari dalam ruang.

__ADS_1


"Ya pak? ada yang bisa saya bantu?!" Anis menanyakan maksud dirinya dipanggil oleh sang bos.


"Tolong kamu hubungi event organizer yang yang biasa menangani acara untuk perusahaan! minta mereka kemari siang ini." perintah Nathan pada Anis.


Sebelumnya Nathan tidak mau mencampuri untuk urusan ini karena pihak keluarga Nathan sudah menyerahkan semua pada keluarga mempelai wanita.


Namun dengan peristiwa yang baru saja terjadi ia mengambil alih untuk sekedar


mencari dan memilih Wedding Organizer untuk mengurus segala keperluan pernikahan sampai dengan ia dan Caca duduk sebagai raja dan ratu di pelaminan.


Satu jam berlalu, Nathan mengalihkan kegundahan Caca dengan menyediakan aneka cemilan yang dibelinya menggunakan aplikasi online.


"Mas? nggak salah nih?! jangan-jangan mas sengaja deh bikin aku gendut!" Caca mengomel karena Nathan memberikan kantong kresek yang berisi aneka makanan ringan yang tadi dipesannya.


"Ya gak lah! masa iya sih mas mau bikin kamu gendut?! kalaupun gendut juga gak apa kok, mas tetap sayang sama kamu" kata-kata rayuan Nathan mampu membuat Caca tersenyum dan melupakan kegundahannya.


"Mulai gombal deh!" sahut Caca sambil membuka bungkusan kripik singkong rasa barbeque.


Nathan hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah Caca.


Jika bagi pasangan normal lainnya dengan waktu satu bulan untuk mempersiapkan acara pernikahan sekaligus resepsi adalah hal yang sangat cepat, namun tidak bagi Nathan. Ia merasa satu bulan itu masih terlalu lama untuk menjadikan Caca pendamping hidupnya.


♥️♥️♥️


Semua yang dilakukan Nathan tidak ada yang sia-sia, akhirnya ia mendapatkan wedding organizer yang menyanggupi permintaan calon istrinya tersebut. Ya walaupun ia harus mengeluarkan budget dua kali lipat, tapi tidaklah masalah baginya.


Sore ini setelah berhasil bernegosiasi dengan pihak event organizer Nathan akan mengantarkan Caca pulang ke rumah orangtuanya, namun sebelum itu ia akan ke apartemen nya untuk mandi dan berganti pakaian dahulu dan menunjukkan sesuatu pada calon istrinya.


"Sayang, kita ke apartemen dulu ya?! mas ada sesuatu buat kamu"


"Oke!" Caca mengangkat ibu jarinya dengan segera tanpa berpikir lagi, namun wajahnya tiba-tiba berubah ekspresi dan itu membuat Nathan bingung.


"Kenapa sayang?! kok mukanya jadi aneh gitu?!" tanya Nathan


"Mas mau nunjukin apa?!" tanya Caca menghilangkan pertanyaan dikepalanya.


"Ada deh!! rahasia!!" sahut Nathan sambil berlalu kembali ke meja kerjanya.


"iisshh!!! bikin penasaran! Caca memberengut mendengar jawaban yang justru semakin membuat dirinya penasaran.



__ADS_1



Setibanya di apartemen Caca menagih janji pada lelakinya, karena yang ia lihat sejak masuk tadi tidak ada hal spesial seperti di pikirannya. "Kejutannya mana mas?!"


Dan pertanyaan Caca hanya dibalas dengan senyuman oleh Nathan. Dengan santai Nathan menuju kamarnya. "Mas?!" Caca mengekori Nathan ikut menuju kamar.


"Mas mau mandi, kamu mau ikutan?!" ucapan Nathan menggoda Caca.


"ihh..mas apaan sihh?!" Caca marah tapi juga tersipu, bayangan nya sudah sampai ke hal-hal yang membuat nya tersenyum malu.


"Mas mandi dulu, buatin mas kopi ya" ujar Nathan lalu menutup pintu kamar mandi, ia menahan tawa karena sikapnya barusan berhasil membuat Caca berdiri dengan wajah bingung. Ya anggap saja Nathan mengajarkan Caca untuk menjadi istri yang baik.


Sambil menunggu Nathan selesai mandi, Caca menyalakan TV dan memutar film yang sudah terpasang pada DVD player.


Adegan sepasang kekasih yang sedang kasmaran, sang pria memasangkan seuntai kalung ke leher sang kekasih, kalung dengan liontin permata berlian yang berkilau, dan adegan seperti itu membuat Caca terpukau. Ia terbawa oleh film yang ia saksikan, sang wanita meneteskan air mata karena bahagia dengan pemberian tulus sang pria.


"So sweet...." ucap Caca dan terdengar oleh Nathan.


"Apanya yang so sweet?!" Nathan menghampiri Caca dan duduk disebelah gadisnya itu.


"Ehh?? mas udah selesai mandinya?! itu lohh mas, filmnya bikin baper" jawab Caca menunjuk kearah layar yang kini sedang menayangkan adegan mesra. "tuhh kan, bikin tambah baper aja!"


"Sayang? mas juga bisa kok kayak gitu!" Nathan membuka sebuah kotak yang ia bawa dari kamarnya.


"Mas?!" Caca benar-benar terkejut dengan yang Nathan lakukan, ia menutup mulutnya karena terharu.


Seuntai kalung yang hampir mirip dengan yang ada di film tadi. Nathan memasangkan kalung tersebut dileher jenjang kekasih tercinta.


Caca menyibakkan rambutnya keatas dengan satu tangan nya agar leluasa untuk Nathan mengaitkan ujung kalung tersebut dan satu tangan nya memegang liontin yang kini sudah terpasang dilehernya.


Caca berbalik kearah Nathan, kini wajah mereka saling berhadapan. "Mas? makasih ya sudah___" ucapan Caca terhenti ketika Nathan menempelkan jari telunjuknya ke bibir Caca. Menghentikan ucapan yang langsung tergantikan dengan kecupan mesra dari lelaki tampan yang ada disebelahnya.


Kecupan yang semakin memanas hingga membuat keduanya saling mendamba.


"aaggh..." Caca melenguh, ia tidak bisa menahan desahan yang makin membuat Nathan tampak lebih dalam lagi menyusupi deretan putih giginya. "Mas?!" Caca hampir kehabisan napas, Nathan tidak memberi kesempatan Caca untuk melepaskan tautan bibir mereka.


"Kenapa sayang?" ucap Nathan, ia dengan terpaksa melepaskan ciumannya karena Caca mendorong dada kekar Nathan.


Caca tersipu malu, ia menunduk sambil mengatur kembali nafasnya. "mas Nath__??" suara Caca kembali terpotong, Nathan mengangkat wajah kekasihnya dengan satu jari dan memulai kembali kecupan yang baru saja terhenti.


"Mas sayang kamu Ca... sebentar lagi kamu akan jadi milik mas seutuhnya"


❤️❤️❤️

__ADS_1


Ok guyys...sekarang Othor sudah mulai nulis lagi yaa, jangan lupa kasi like dan komen kalian ya my readers.


Love u all 😘😘


__ADS_2