Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 95


__ADS_3

Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Selesai membeli beberapa setel pakaian di dua toko yang berbeda, tidak terasa mereka sudah menghabiskan tiga jam sejak Johan menjemput Nani dirumah Devo. Dan itu cukup membuat Johan menahan lapar perutnya karena terakhir ia makan siang tadi di apartemen miliknya, itu pun melalui pesan antar menggunakan aplikasi gofood.


Yaahh maklum lah namanya juga perjaka, aiihh....perjaka????🤭🤭 maksud author cowok single gitu,😀 jadi mau makan ataupun keperluan lainnya semua ia dilakukan sendiri.


"Nan? kamu laper nggak? saya kok laper ya?" ucap Johan sambil memegang perutnya.


"Sedikit sih pak, emang bapak laper banget ya?"


"Iya, kita cari makan yukk?!" ajak Johan mencari restoran siap saji yang ada dilantai tiga mall tersebut.


♥️♥️♥️


Memesan beberapa porsi makanan untuk dirinya dan juga Nani, kini mereka mempunyai kesempatan untuk berbincang ria.


"Nani udah lama kerja sama Devo?"


"Kira- kira setahun pak" jawab Nani.


"Jangan panggil pak dong! berasa tua saya!" timpal Johan.


"Maksudnya??" tanya Nani agak bingung.


"Ya panggil mas aja ya?!"


"Aahh nggak sopan pak! masa Nani panggil mas sih, apalagi nanti kalau bapak denger?!"


jelas Nani pada Johan, membahasakan Devo dengan panggilan bapak.


"Kenapa kok mau ikut ke Jakarta?"


"Ya daripada di kampung nggak ngapa-ngapain pak, ehh mas maksudnya! mending Nani bantu-bantu bi Sanih.

__ADS_1


Setelah lulus SMA Nani mencoba mengirimkan beberapa surat lamaran kerja ke beberapa perusahaan, ya walaupun hanya sebatas menjadi karyawan supermarket dan sebagai administrasi ringan, namun menunggu hingga berbulan-bulan namun tak jua ada panggilan kerja untuk dirinya.


Hingga ia memutuskan untuk mengikuti bi Sanih yang kala itu sedang dipanggil mama Rena untuk bekerja dirumah putranya yang baru menempati rumah baru, yang sekarang menjadi majikannya.


"Emang Nani nggak mau lanjutin kuliah?!" tanya apoteker Johan.


"Uhuukk..." Nani tersedak karena mendengar ucapan Johan. "Uang darimana mas?! bisa lulus SMA aja Nani sudah bersyukur kasian emak sama bapak Nani. Mending uangnya buat sekolah adik Nani mas!" jelas Nani tanpa sadar menceritakan kisah keluarganya.


"Tapi Nani mau kuliah?!" tanya Johan lagi.


"Mau mas!!" jawab Nani semangat.


"Nani sekarang juga lagi ngumpulin uang yang bapak kasi ke Nani setiap bulan. Nanti kalau sudah cukup Nani mau daftar kuliah. Tapi uang Nani lama banget kumpul nya, soalnya kan Nani ngirimin bapak sama ibu dikampung buat bayar sekolah adik Nani dan tambah-tambah untuk keperluan mereka.


Johan mendengarkan Nani bercerita dari masalah yang serius sampai celotehan ringan yang berhasil membuat keduanya tampak akrab. Ternyata Nani orang yang terbuka dan enak untuk diajak bicara, walaupun bicara dengan topik yang ringan-ringan saja. Johan memaklumi mungkin karena faktor pendidikan dan juga pergaulan.


♥️♥️♥️


Mengantarkan Nani kembali ke kediaman Devo, mereka belum turun dari mobil.


"Lohh kan ini buat tantenya mas Johan? kok dibawa turun?" Nani agak bingung.


"Iya, ini semua buat Nani kok"


"Haah Nani kok jadi bingung ya mas Johan?!"


"Udah, kamu nggak usah bingung. Besok dipakai ya! mas mau ngajak Nani nonton"


Lohh, kok??? mas Johan maksudnya apa ya? tanya Nani dalam hati.


♥️♥️♥️


Waktu terus berjalan, Johan beberapa kali mengajak Nani keluar. Dan kali ini Johan mengutarakan maksud hatinya.


"Saya mau serius sama kamu Nan" Ucap Johan serius.

__ADS_1


Johan memberanikan diri, ucapan nya ya berhasil membuat Nani terpukau.


"Mas? maksudnya gimana?" sahut Nani.


Bukannya Nani tidak mengerti apa yang dimaksud Johan, hanya saja ia berpikir tidak sampai sejauh itu. Mana mungkin laki-laki metropolis seperti Johan mau menjadikannya pendamping.


"Saya mencari istri, bukan pacar! saya mau serius sama kamu. Kamu mau khan?" tanya Johan memastikan jawaban Nani.


"Nani cuma gadis desa mas! emang mas Johan nggak malu sama keluarga dan teman mas?"


"Nan!! yang menjalani semuanya saya. Buat apa saya mikirin orang lain. Kalau keluarga saya yang terpenting saya mencintai perempuan yang akan saya nikahi dan perempuan itu juga mencintai saya" tutur Johan.


Keluarga Johan memang memberikan ultimatum seperti itu padanya, karena orang tua Johan tidak mau putranya gagal dalam pernikahan seperti mereka.


"Tapi Nani kan orang biasa mas, Nani cuma seorang pembantu. Keluarga Nani juga hidupnya pas-pasan. Bukan nya orang kaya seperti mas Johan" Nani mengingatkan Johan tentang siapa dirinya dan keluarganya.


"Itu nggak masalah buat mas" ucap Johan.


Nani tertunduk malu, ia seperti kejatuhan bulan. Dicintai oleh laki-laki mapan dan ganteng pula, walaupun beda usia mereka terpaut jauh.


Johan pun menyadari itu semua, dirinya tak lagi muda dan usia Nani jauh lebih muda darinya.


"Kapan mas bisa melamar kamu?"


"Haahh??!" maksudnya mas? mas serius?"


Nani memang sudah menaruh rasa suka pada Johan walaupun belum sepenuhnya, namun karena kebaikan dan perhatian pada dirinya membuat ia berpikir Johan adalah laki-laki idaman semua perempuan.


"Mas mau kenal sama keluarga kamu. Boleh ya ?!"


Secara otomatis berarti Johan mengajak Nani untuk menemui kedua orang tuanya. Atau bahkan mau melamar dirinya.


Nani bingung, ia harus menghubungi kedua orang tuanya dikampung. Selain itu ia juga harus meminta ijin pada majikannya terlebih dahulu.


♥️♥️♥️

__ADS_1


like n komen dong genks😍


__ADS_2