
Happy reading yeaay 😘😘
♥️♥️♥️
Tiga bulan kemudian
Kehamilan Lisa memasuki bulan ke tujuh, perutnya kini sudah makin membulat. Geraknya tak lagi leluasa seperti sebelumnya, walau begitu ia sangat bersyukur calon bayinya tumbuh dengan sehat didalam rahimnya.
Pagi ini Devo dan Lisa sedang berada didalam bathub, Devo menggosokkan punggung istrinya dengan sabun cair. Karena Lisa kesulitan untuk membersihkan bagian itu. Menjelang pagi tadi mereka baru saja selesai melakukan ritual rutin yang banyak orang bilang sunah Rasul. Ya meskipun bisa dilakukan malam apa saja.
🧕ritual nya kok pagi Dev?
🤵Iya Thor, semalem gue ketiduran, bablas dehh...
🧕 nggak mau rugi yaak,, pagi-pagi hajaar blehh
🤵 huustt...jangan diceritain ahh,,maluu!!
Memandangi Lisa yang sedang bercermin hanya mengenakan pakaian dalam, "Istri ayah makin seksi aja nih.."
"Ngeledek??! bilang aja bunda sekarang gendut, jelek. Iya kan??!"
"Nggak kok sayang...ayah beneran, tuh liat..makin nge gemesin" Devo berujar sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah cermin.
Wajah Lisa merona mendapat pujian dari suami tercinta.
Membantu mengancingkan kemeja berwarna biru navi, "Bunda pake baju dulu dehh,,"
"Iya, sebentar lagi, Bunda pasang kancing kemeja ayah dulu nih. Emang kenapa Yah?"
"Ayah nggak kuat liat Bunda begitu!" bibir Devo mengerucut mengarah ke dada montok Lisa, jadi pengen nambah Bun!" Devo sudah berhasil menurunkan satu tali bra yang Lisa kenakan.
"Ayaah...kan tadi pagi udah!"
"Iya,, tapi Bunda seksi banget" Devo sudah mendaratkan bibirnya di bibir Lisa.
"Kamu udah rapih loh Yah?!" ucap Lisa disela-sela kegiatan mereka yang semakin memanas.
Devo melepaskan ciumannya ,"biarin" dan segera melanjutkannya lagi.
Kedua tangan Devo tidak bisa diam saja, satu lagi tali bra berhasil ia turunkan, dan tak lupa pengaitnya yang ada dibelakang badan istrinya. Bagian atas badan Lisa sudah terpampang jelas dihadapannya.
"eehhmm...ayah..." Lisa tak kuasa mengeluarkan desahan karena ciuman lembut dibibir Lisa yang Devo berikan kini sudah sampai ke lehernya. Hanya perlu beberapa menit Devo membuka semua yang melekat di tubuh kekarnya.
Tidak lupa ia meminta ijin pada sibuah hati, "dedek...ayah dateng lagi yaa..." mengelus dan mengecup perut bulat Lisa yang kini posisinya lebih condong kekanan karena sang jabang bayi sedang aktif bergerak.
Pagi ini tampaknya Devo akan terlambat datang kekantor, karena aktivitas yang mereka lakukan cukup memakan waktu, demi melepaskan hasrat namun dengan ritme yang perlahan agar tidak menyakiti istri dan bayinya.
__ADS_1
"Tuhh kan, ayah jadi telat deh kekantornya" Lisa kini kembali memasangkan kancing kemeja suaminya setelah mereka mandi untuk yang kedua kalinya pagi ini.
"Ayah nggak kuat liat bunda, makin lama2 makin seksi" Devo mengecup singkat pipi yang sudah merona karena rayuan suaminya.
♥️♥️♥️
Menuju ruang makan untuk sarapan, "maaf bu, sarapannya sudah dingin. Bibi angetin lagi ya?"
"Nggak usah bi, saya minta kopi panas saja ya"
"Baik pak"
makanan dimeja itu sudah tersaji sejak hampir dua jam yang lalu. Namun sepasang majikannya ternyata sedang sarapan dengan menu yang lebih istimewa.
"Ohh iya bu, susu hamilnya sudah habis. Ini yang terakhir" ucap Bu Sanih sambil menunjuk dengan ibu jarinya pada segelas susu yang sudah tersaji diatas meja.
"Ayah,,susu bunda habis"
"Nanti ayah beliin ya pulang kerja"
"Bunda aja ya Yah yang beli, sekalian bunda mau beli lipstik"
"Mulai genit nih Bunda??!" Devo menggoda istrinya, karena sejak ngidam Lisa anti memakai perona bibir. "Kalo Bunda cantiknya pake banget, nanti ada yang naksir gimana?"
"Bunda kan nggak mau jelek Yah,, udah gendut, masa muka nya harus kucel juga. Emang ayah nggak malu ??! Lagian siapa sih yang mau sama ibu-ibu hamil?! Atau jangan-jangan ayah...????!" pikiran Lisa sedang berasumsi sendiri tentang suaminya.
"Udah Yah, bunda kenyang"
"Eehh..makan yang banyak, hari ini kan bunda udah cape"
Nani yang bekerja membantu bi Sanih tampak bingung dengan obrolan majikannya, ia tak sengaja mendengar pembicaraan mereka karena sedang menyajikan secangkir kopi panas untuk Devo, menggantikan kopi yang sudah dingin sejak tadi.
Capeee???! kan ibu baru bangun, gimana ceritanya bisa cape? kapan kerjanya??"
"Husst..nggak usah mikir yang macem-macem, sana jemurin pakaian!" suara Bu Sanih membuyarkan lamunan Nani yang masih kebingungan. Nani memang masih polos, ia gadis desa masih keponakan Bu Sanih di kampung, sengaja dibawa ke Jakarta untuk bantu-bantu sang bibi karena dikampung ia sudah putus sekolah terkendala dengan biaya.
"Iya bi, tapi aku masih bingung dehh bi"
"Nanti kalo kamu sudah dewasa dan berumah tangga pasti ngerti kok" bi Sanih menasehati keponakannya.
"Ya udah, bunda dianter mang Didin ya? nanti ayah nyusul. Ketempat biasa kan??" tanya Devo meyakinkan tempat biasa mereka belanja bulanan.
♥️♥️♥️
Menjelang sore Lisa berangkat ke tempat tujuan yang sudah disepakati tadi pagi. "Ayah...bunda udah sampe nih, bunda tunggu di food court ya?!" Lisa menghubungi Devo saat tiba di Mall tersebut.
"Iya sayang...ayah lagi otw nih. Ohh iya Bun, pesenin ayah hot capuccino ya?!"
__ADS_1
"Oke, ayah mau makan apa? biar bunda pesenin sekalian"
"Terserah Bunda aja"
♥️♥️♥️
Dalam beberapa menit Devo sudah sampai diparkiran Mall, menuju lantai 3 dimana Lisa sedang menunggu dirinya, Devo memilih untuk ke toilet sekedar mencuci muka agar lebih segar.
Brraakk,!!! tidak sengaja Lisa menumpahkan minuman pada seorang wanita yang sedang mengantri ditempat yang sama dengannya.
"Maaf Bu?!!" ucap Lisa segera.
"nggak apa___" suara itu sudah terhenti, " ooh kamu rupanya? gimana rasanya kawin sama orang kaya?? enak yaa?? dasar cewek matre!! pelakor!!! bisanya merebut suami orang!!"
kata- kata kasar terus saja keluar dari wanita yang bajunya basah karena ketidak sengajaan yang Lisa lakukan.
♥️♥️♥️
"Kasian banget ya itu cewek, lagi hamil gede dilabrak sama bini lakinya"
"Ohh..tuh cewek pelakor yaa?"
""Yang gue denger sih tadi begitu"
Devo mendengar percakapan dua orang cleaning service yang sedang membersihkan toilet yang Devo gunakan saat mencuci muka.
Kenapa perasaannya jadi tidak enak yaa...
Tapi ia berusaha untuk tidak ingin bertanya pada kedua orang tersebut.
Ia terus mendengarkan percakapan keduanya sambil menggulung lengan kemejanya.
"Terus gimana?" tanya salah satu dari mereka.
"Ya gue sih cuma kasian aja liatnya. Ibu hamil dimaki-maki didepan umum. Sampe nangis-nangis. Nggak tega gue"
Teringat kejadian yang menimpa istrinya beberapa bulan yang lalu, perasaannya semakin tidak enak.
"Dimana mas?" akhirnya Devo tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.
"Itu pak di food court!"
Devo langsung berlari mendengar tempat kejadian yang di sebut oleh salah satu Cleaning service tersebut.
♥️♥️♥️
Apa yang terjadi dengan Lisa dan siapakah yang tidak sengaja Lisa temui itu?
__ADS_1
like, komen, and vote nya dong shayy 😘😘