Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 130


__ADS_3

Ada sedikit info buat kalian semua genks, sekarang novel Serpihan Cintaku sudah mulai up and on going lagi ya. Maaf banget Othor hiatus nya kelamaan, karena kesibukan dan kerjaan di dunia nyata yang setumpuk.


Oke kalau gitu kita lanjutkan lagi ya si ganteng dan Caca yang akan mengadakan acara lamaran, bikin iri Othor aja deh mereka.


Happy Reading genks 😍


β™₯️β™₯️β™₯️


"Aaaa!!!!" Caca berteriak histeris, "mas! pake bajunya!!" Caca terkejut karena melihat Nathan yang sangat manly (jantan), benar-benar cowok bangeet.


Nathan baru saja keluar dari kamar mandi, ia bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer yang super ketat hingga pusat miliknya tampak menyembul sempurna.


"Tanggung yaang...lagian mas juga udah mau tidur" sahut Nathan santai.


Caca menutup matanya sejak ia melihat Nathan tanpa pakaian."cepet mas pake bajunya!"


"Nggak apa-apa kok yaang... lagian nanti juga kamu bakal terbiasa liat mas begini" sekarang wajah Nathan sudah di depan ponsel.


"Aku nggak mau buka mata deh kalo mas masih telanjang kayak gitu, bikin parno aja sih kamu mas!" Caca mengomel.


Nathan membuka lemari pakaian dan mengambil kaos untuk ia kenakan.


"Nanti juga kalau udah ngerasain, kamu bakalan larang aku pake baju yaang" gerutu Nathan, namun terdengar oleh Caca.


"Hemm?? apa mas??" Caca memastikan ucapan Nathan.


"Heeh?? nggak kok, udah Yaang buka matanya!" perintah Nathan pada kekasihnya.


"Nahh?? kalo gitu kan jadi ganteng,hehehe.." ucap Caca cengengesan.


"Tapi mas lebih ganteng kalo nggak pake baju loh?!" ucap Nathan narsis pada Caca.


"Heemm... cowok lebay kayak gini nih!"


"Terus kenapa sudah malam kok kesayangan mas belum tidur?" Nathan mulai menanyakan alasan Caca menghubunginya jam 10 malam seperti sekarang ini.


"Aku belum bisa tidur"


"Sini mas peluk nanti pasti tidurnya nyenyak dehh" Nathan masih saja menggoda calon istrinya.


"Hemm....mauuu??!!" Caca bermanja dengan ucapannya itu.

__ADS_1


"Mangkanya Yaang...kita cepet nikah! nggak usah pake acara tunangan segala, cuma nunda waktu aja!" Nathan mulai mempengaruhi gadisnya agar besok saat acara lamaran tanggal pernikahan mereka segera ditentukan.


πŸ§•Nathan ngebeet bangeet siih, emang mas Nath udah yakin sama Caca? nggak mau mikir-mikir dulu gitu?? Othor masih mau nunggu kok.


πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ Udah dehh Thor,,Lo nyerah aja. Kayaknya mereka udah saling cinta.


πŸ§• Namanya juga usaha, nggak boleh gampang nyerah. Pokoknya sebelum bendera kuning berkibar kita masih punya kesempatan. Bener nggak??!!


πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ Kagaaakkk!!!!!


πŸ§• Eehhh????πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


β™₯️β™₯️β™₯️


Matahari pagi ini seakan membawa sinar penuh gairah bagi Caca, betapa tidak sore nanti rombongan calon besan akan datang membawa pangeran ganteng dan gagah perkasa untuk dirinya.


"Aaahh..." Caca merenggangkan tubuhnya saat terbangun karena Tama sang adik tercinta masuk kamar dan mulai menggodanya.


"Cieee...ciieee....yang mau dilamar??! kak bangun!! wooyy!!" Tama merebahkan tubuhnya dengan kasar disebelah kakak semata wayangnya hingga kasur tersebut ikut menggoyang Caca. "Calon penganten bangunnya kudu pagi, ntar calon laki lo dipatok ayam baru tau rasa dehh!" ucap Tama sembarang membacakan kalimat pepatah yang sangat manjur dari jaman nenek moyang kita.


πŸ§• Perasaan bukan begitu dehh bunyinya. Othor berpikir πŸ€”


πŸ§•Emang??!! apa iyaa yaa??πŸ™„πŸ™„


"Wooyy!! kakak bangun!! tuh mas Nathan lagi nungguin dibawah!" Tama terus saja menggoda kakaknya yang masih memejamkan mata.


"Haahh?!!" Caca sontak saja duduk dari posisi tidurnya, "memang sekarang jam berapa Tam?!" Caca penasaran, ia berpikir dirinya kesiangan. Awalnya ia berniat ingin bermalas-malasan dulu diranjang empuknya, tapi kedatangan sang adik mengacaukan niatnya itu.


"Hahahahaaa!!!! orang kalo lagi jatuh cinta emang kayak gitu ya kak?!" Tama tergelak karena melihat tingkah Caca. Setelah berhasil membuat kakaknya terbangun dan kesal, Tama bergegas meninggalkan kamar Caca.


Caca memberengut, ia kesal sekali dengan adiknya itu. Ia pun bangun dan mencari keberadaan sang bunda. Tiba-tiba saja ia merindukan pelukan bunda Lisa.


"Bun?? bunda dimana mbak?" Caca memanggil manggil bundanya dan bertanya pada Imah, salah satu asisten rumah tangga yang berkerja dirumahnya karena kebetulan mereka berpapasan di anak tangga saat Caca hendak ke lantai bawah.


"Tadi di taman samping mbak Caca?" sahut Imah.


Caca menuju taman samping sesuai arahan dari Imah, "Bundaaa??" panggil manja Caca pada Lisa dan menghamburkan tubuhnya memeluk sang bunda dari belakang.


Lisa yang sedang mengatur dan mengarahkan pihak event organizer untuk acara lamaran putrinya sore ini terkejut dengan pelukan dadakan dari Caca.


"Ya ampun anak bunda sudah mau tunangan tapi kelakuannya masih manja gini?" Lisa kini mulai menggoda putrinya yang sebentar lagi akan dipinang oleh Nathan. Lisa terus mengelus punggung tangan Caca yang terus menempel di pinggangnya.

__ADS_1


"ihhh...bunda apaan sihh? aku kan tetap anak bunda!" Caca protes dengan ucapan bundanya barusan. "memang kalo aku dilamar mas Nathan,, terus aku gak boleh peluk-peluk bunda?!" Caca merengek, ia merasa sedih.


"Iya nggak gitu sayang,, tapi kan malu kalo masih manja sama bunda. Nanti kalo calon mertua kamu lihat gimana? malu kan??!" Lisa menasehati putrinya sambil terus mengawasi dua orang EO yang sedang menata bunga-bunga segar ditanam tersebut.


"Gimana? bagus nggak ide dekorasi bunda?!"


tanya Lisa disela-sela nasihatnya.


"Pokoknya bunda nggak ada duanya deh, bagus banget bun!" pujian mengalir dari mulut putrinya dan membuat Lisa tersipu dan juga menjadi narsis.


"Iya dong, siapa dulu???" ucap Lisa membanggakan dirinya sendiri.


"Yang pasti istrinya ayah dong" Devo ikut bergabung dengan dua wanita cantik yang ia miliki.


"Ayah??..."Caca berpindah pelukan, tangannya melingkar di pinggang Devo. Mendapat pelukan manja dari putrinya ada perasaan sedih karena tidak akan lama lagi Caca akan dimiliki oleh lelaki pujaannya.


Membelai lembut rambut putrinya, Devo mengecup kening Caca. "Anak ayah sudah besar, sebentar lagi sudah diminta oleh pangerannya. Heemm...." Devo menarik nafas panjang dan menghembuskannya.


"Aku pasti bakal kangen sama ayah dan bunda" ucap Caca sambil terus memeluk erat sang ayah, erat dan semakin erat.


β™₯️β™₯️β™₯️


Tidak hanya Caca saja, di apartemen pun tidur Nathan diganggu oleh Leo. Dan sama saja kelakuan si adik, menggoda sang calon pengantin. Ya walaupun belum bisa dikatakan sebagai pengantin, tapi paling tidak mereka akan mengarah kesana juga nantinya.


Leo menghampiri kamar Nathan, ia berteriak dari sana. "Bang!! disuruh mommy bangun!! sarapan dulu, nanti keburu dingin tuh zupa sup nya. Cepet Bang!!"


Karena tidak ada jawaban, Leo masuk dan mendekati Nathan. "Bang Nath!! Caca bawain sarapan tuh!!" ucap Leo dengan ide liciknya. "Ya udah kalo lo gak mau buat gue aja!" lalu Leo meninggalkan Nathan dan baru beberapa langkah Nathan menjawab.


"Jangan!!" jawab Nathan. "Caca nya suruh kesini aja Le!!" Nathan memerintah adiknya.


"Widiihh...mau Lo apain Bang anak orang suruh nyamperin lo ke kamar? bisa nggak beres nih urusannya!" gerutu Leo pada abangnya.


Leo bergegas keluar kamar dan meninggalkan Nathan yang masih penasaran dengan ucapan Leo. Apa benar Caca membawakan sarapan untuknya pagi ini??


β™₯️β™₯️β™₯️


Like


Komentar


Vote

__ADS_1


__ADS_2