Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Mohon Restu


__ADS_3

Di tempat lain, Reiga datang ke perkebunan menjelang sore. Ia bukan datang untuk melihat pekerjaan orang-orangnya, melainkan untuk menemui Sapto, ayah dari Anyelir.


Reiga melihat Sapto sedang sibuk mengangkut daun teh yang sudah di kemas dalam karung menuju truk yang sudah menunggu di tempat khusus. Laki-laki tua itu memikul karung dengan tenaganya yang tak terlalu kuat.


"Permisi," ucap Reiga sopan. Ia tersenyum kecil dan mengangguk.


Sapto menoleh, meletakkan karung yang ia pikul dan menatap Reiga.


"Bisa kita bicara sebentar, Pak? Ada yang ingin saya sampaikan," ujar Reiga. Sapto terdiam, menatap Reiga beberapa saat lalu mengangguk.


Reiga dan Sapto akhirnya mencari tempat dan duduk berdua untuk saling bicara.


"Sebelumnya, saya memohon maaf atas semua yang sudah terjadi. Maafkan saya, karena saya sudah membuat Anyelir turut menderita karena keegoisan saya. Saya tidak ingin membela diri, saya mengakui semua kesalahan saya dan segala dosa yang saya perbuat."


"Untuk itu, maafkan saya, Pak. Maaf atas kelancangan saya karena mencintai putri anda," ucap Reiga.


Laki-laki itu perlahan berpindah tempat dan berlutut di depan Sapto.

__ADS_1


"Jangan, jangan seperti ini," ucap Sapto melarang. Ia memegang kedua bahu Reiga dan kembali menyuruhnya duduk di sampingnya.


"Tolong restui kami," pinta Reiga. "Saya tahu semua ini sudah salah sejak awal. Tapi saya ingin menjadikannya benar. Saya ingin memperbaiki semuanya," lanjutnya.


Sapto bergeming, menatap Reiga dengan tatapan penuh arti.


"Saya mohon," bujuk Reiga.


"Anyelir adalah permata hati kami, Anyelir adalah segalanya bagi kami. Anyelir adalah harta berharga yang tak terkira nilainya. Kebahagiaan Anyelir adalah segalanya. Bagi seorang ayah, anak perempuannya adalah separuh nyawa. Apa kau sanggup mempertaruhkan hidupmu seperti aku melakukannya?" tanya Sapto.


"Tidak akan ada yang bisa menggantikan sosok seorang ayah dalam hidup anak perempuannya, sekalipun saya mencintainya sebesar dunia ini. Saya hanya akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakannya dan memberikan kenyamanan serta keamanan untuknya. Saya berjanji akan menjadikannya wanita paling bahagia di dunia ini," terang Reiga.


Cintanya pada Anyelir tidak main-main. Ia telah melewati banyak hal demi gadis itu. Reiga bahkan mengabaikan ayahnya, melawan adat dan norma serta jatuh dalam lubang dosa. Semua itu demi Anyelir, demi gadis yang telah merebut hatinya.


"Saya mencintai Anyelir, kami saling mencintai. Saya mohon dengan sangat, restui kami."


"Jika kalian bersama, bukankah kalian hanya akan menambah penderitaan. Apa kata orang nanti?" tanya Sapto. "Pikirkan perasaan kami sebagai orang tua. Terlebih, Anyelir akan menanggung malu seumur hidupnya."

__ADS_1


"Kami sudah memiliki rencana dan sudah membicarakannya. Kami hanya perlu restu agar kami bisa melanjutkan hidup dan memulai semuanya dari awal," jelas Reiga.


Sapto terdiam, ia tidak mengerti maksud ucapan Reiga. Namun Reiga menolak memberi penjelasan. Reiga mengajak Sapto pulang dan membantu laki-laki tua itu menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.


...****************...


Seruni mengernyitkan dahi, ia tidak mengerti dengan maksud dan arah pembicaraan Anyelir. Belum sempat Anyelir memberi penjelasan, Reiga datang bersama Sapto.


"Bagaimana kau bisa datang bersama ayahku?" tanya Anyelir saat melihat kedatangan Reiga. Sebelumnya, Reiga sudah berjanji untuk menjemput gadis itu hari ini.


"Aku menemuinya di perkebunan," jawab Reiga.


Kini, mereka berempat duduk bersama di sebuah tikar yang digelar di atas tanah.


"Pak, Bu. Sebelumnya, kami mohon maaf. Kami berdua sepakat untuk memulai semuanya dari awal dan memulai hidup baru yang lebih baik. Tapi, kami tidak akan bisa melakukannya tanpa restu dari kalian. Apakah kalian bersedia merestui hubungan kami dan mendoakan segala kebaikan untuk kebahagiaan kami?" ucap Reiga tenang namun penuh penekanan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2