
Happy Reading genks 😍
♥️♥️♥️
"Assalamualaikum!!!....Bunda??? ayah???...ada tamu nih!" Tama berteriak saat memasuki pintu utama rumah mereka.
"Silahkan duduk mas, bentar ya aku masuk dulu!" Caca mempersilahkan Nathan untuk duduk diruang tamu lalu meninggalkannya untuk meletakkan kantong plastik yang berisi sekotak pudding pesanan Bunda Lisa yang tadi dibelinya.
Sedangkan Tama, ia lebih dulu masuk kedalam memanggil kedua orangtuanya untuk menginformasikan bahwa ada tamu dirumah mereka.
Nathan duduk dengan percaya diri, ya maklum lah walaupun masih single namun jiwa kepemimpinannya menambah kharisma dan wibawanya sebagai laki-laki. Tidak ada canggung ataupun keraguan yang tampak diwajah tampannya.
Kalo gini sihh othor bisa ikutan naksir nih...
•
•
"Wahh,,,ada nak Nathan??!" ucap Devo menemui Nathan diruang depan.
Nathan segera berdiri ketika Devo menghampirinya, ia menyalami tangan ayah dari gadis incarannya.
"Apa kabar Om?!" sapa Nathan.
"Baik, ayo silahkan duduk" Devo menjawab sambil mempersilahkan sang tamu untuk duduk kembali.
"Maaf nak Nathan, Caca sudah merepotkan ya?!" Devo memulai pembicaraan.
"Nggak kok Om! santai aja, lagian kita searah!" sahut laki-laki muda di hadapan Devo.
Babang Devo, Nathan lagi bohong tuhh!" Othor menyahut dalam hati.
Devo dan Nathan berbincang-bincang ala-ala cowok, dari sekedar menanyakan kabar sampai masalah perusahaan yang sedang booming hingga bunda Lisa datang untuk mengajak keduanya makan malam.
"Ayah makan malamnya sudah siap, ayo nak Nathan gabung bersama kami?" ucap bunda Lisa mengajak dua laki-laki yang berbeda generasi tersebut.
"Hehe...waduhh,,,saya jadi mengganggu Om.. Tante.. " Nathan merasa tidak enak karena mengganggu waktu keluarga Caca.
"Huust nggak boleh gitu, ayo! rejeki nggak boleh ditolak. Kita makan malam bareng ya" sahut Bunda Lisa dan diiyakan oleh Ayah Devo.
Seperti biasanya makan malam di keluarga Devo selalu dihiasi tawa dan canda serta obrolan sekitar aktivitas mereka hari ini, termasuk Nathan yang sedang bertamu.
Nathan merasakan kehangatan dikeluarga Caca, sudah lama ia tidak merasakan hal seperti sekarang ini karena tinggal berjauhan dengan keluarganya.
♥️♥️♥️
Nathan nampaknya nyaman dengan kondisi keakraban keluarga Caca hingga membuat ia enggan beranjak dari kediaman keluarga tersebut.
__ADS_1
"Nak Nathan suka main catur?!" tanya Devo ketika mereka sedang menikmati secangkir kopi hitam yang disajikan oleh Caca. Yang membuat kopi sebenarnya mbak Imah dan Caca hanya mengantar dua cangkir kopi tersebut ke teras samping dimana Ayah dan bosnya sedang bersenda gurau.
"iihh... Ayah?! udah malem Yah! mas Nathan pasti capek. Ya kan mas?!" Caca menolak ajakan sang ayah, padahal yang ditanya kan Nathan.
"Bisa Om!" jawab Nathan tanpa beban, ia semakin senang bisa berlama-lama dirumah Caca.
Caca menoleh ke arah bosnya itu dengan tatapan tidak setuju, "emang bapak nggak lelah?! pasti mau istirahat kan?!" tanya Caca dengan penekanan.
"Nggak kok, santai aja Om. Lagian di apartemen saya cuma sendirian nggak ada teman ngobrol" jelas Nathan.
"Wahh...harus cepet-cepet cari pendamping nak Nathan biar gak sepi?" canda Devo pada laki-laki single nan tampan yang sekarang sedang senyum-senyum sambil mencuri-curi memandangi Caca.
"Iya Om ini juga sedang mencari!" ujar Nathan menatap ke arah Caca.
"Tapi Caca lelah Yah?! mau istirahat!" Caca merengek pada ayahnya.
Caca merasa serba salah, jika ia menemani bosnya sampai pulang rasanya matanya tidak sanggup karena sudah mengantuk. Tapi jika Caca meninggalkan Nathan hanya bersama ayahnya khawatir sikapnya tidak sopan terhadap bosnya.
"Lohh?!! Ayah kan main catur nya sama nak Nathan?!" sahut Devo.
"Iya Ca, kamu masuk saja. Istirahat ya" Nathan menambahkan.
"Kalau gitu Caca pamit ya mas?!" Caca segera meninggalkan Nathan bersama ayahnya.
"Iya Ca, met istirahat. Mimpi indah ya" pesan Nathan.
Walaupun ada Tama anak lelaki Devo semata satu-satunya namun Tama sama sekali tidak menyukai permainan catur.
♥️♥️♥️
Pagi ini Caca bersiap menjalani aktifitas seperti biasa, ia tidak tahu jam berapa Nathan pulang tadi malam.
Mau jam berapa pun Nathan pulang bagi Caca bosnya itu hanya berniat untuk menemui atau menemani sang ayah saja bukan untuk dirinya.
Saat Caca menuju ruang makan, "Mbak Caca ada tamu!" Mang Adi memberitahukan bahwa ada tamu yang sedang menunggunya di teras depan.
"Tamu??! siapa pagi-pagi begini bertamu?" tanya Caca agak jutek.
"Temuin dong Ca?! ada yang nyari kok dicuekin! siapa tau penting" ucap bunda Lisa.
Lisa bergegas menuju pintu utama, "Selamat pagi Caca?!" sapa Nathan dengan senyum sumringah.
"Lohh? mas Nathan?! ada apa pagi-pagi kesini?" batin Caca.
"Siapa Ca?! teriak bunda dari dalam.
"Mas Nathan Bun! " Caca menjawab bunda Lisa dengan suara yang keras.
__ADS_1
"Suruh masuk dong!" bunda Lisa berteriak lagi.
"Mas? kok tumben pagi-pagi kesini?! mau main catur yaa?!" Lisa menebak-nebak tujuan Nathan datang dari kerumahnya.
"Mas mau jemput kamu!" jawab Nathan.
Caca mengingat-ingat sepertinya ia tidak ada janji dengan Nathan.
"Jemput?! memangnya kita mau kemana mas?!" Caca belum paham dengan maksud Nathan.
Lisa menunggu Caca diruang makan namun yang ditunggu tak kunjung datang, akhirnya Lisa menghampiri putrinya. Selain itu Lisa juga penasaran siapa gerangan yang bertamu ke rumahnya dipagi hari.
"Lohh?! ada nak Nathan?! kok nggak disuruh masuk sih Ca?!" Lisa mengomeli putrinya. "Ayo nak masuk dulu sekalian kita sarapan yukk?!" Lisa dengan ramahnya menyuruh Nathan untuk bergabung di ruang makan bersama dengan Devo dan juga Tama.
"Iya tante!" Nathan segera masuk.
🧕 Itu si Nathan kagak ada malunya yaak? bertamu ke rumah orang pagi-pagi numpang sarapan. hadeehhh...
🤵 Gue kan lagi deketin Caca Thor.
🧕 Ya tapi kalo begini gue yang malu Than
🤵 Lo harusnya bantuin gue Thor.
🧕Iya deh,, Othor doain Caca mau sama lo ya Than.
•
•
"Mas? nggak usah jemput- jemput aku deh. Aku nggak mau ngerepotin mas Nathan" Caca protes dengan bos nya saat menuju ke kantor.
"Mas nggak repot kok, kan sekalian jalan Ca"
jawab Nathan.
"Lagian kalo dilihat Rike dan Dini kan aku nggak enak mas. Ntar disangka kita ada apa-apa, ya kan??!" Caca mengutarakan alasannya
"Ya bagus dong!" Nathan dengan santai menjawab rasa keberatan Caca.
"Hhaa?? apa mas?!" Caca bertanya karena barusan ia kurang jelas mendengar ucapan Nathan.
"Hoo.. nggak kok...nggak apa-apa, lebih baik kamu nggak usah dengerin omongan orang lain Ca?!" Nathan menasehati Caca seperti bunda Lisa yang selalu menasehati putrinya.
♥️♥️♥️
Like n komennya ya...
__ADS_1