Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 48


__ADS_3

Helooww... Happy Reading ๐Ÿ˜˜


โ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ


"Kok belanjaan nya banyakan punya mamah? Yaang,,,kamu nggak belanja??" tanya Devo ketika mamah dan istrinya mendorong troly nya masing-masing dan mensejajarkan nya si depan kasir. Ia membandingkan hasil belanjaan Lisa dengan sang mamah.


Mamah Rena mengisi belanjaannya dengan berbagai produk kecantikan dan herbal bahkan ada beberapa potong blouse dan aneka cemilan.


Sedangkan troly istrinya hanya berisi susu bumil dan buah-buahan.


"ini..." Lisa menunjukkan belanjaan nya yang masih berantakan didalam troly.


"Ya ampuun Yaang,,kamu belanja ngirit amat siie??! liat tuh mamah,, jago banget ngabisin kartu debit papah aku"


"Kalo ngomong sembarangan banget nih anak!" mamah kembali menoyor kepala anaknya.


"Looh..kok kartu debit papah?? kamu dong yang bayar!! kan tadi kamu yang ngajak belanja!" papah Kevin mengomentari karena mendengar namanya disebut-sebut oleh putranya.


"diihh...siapa yang ngajak??! kan mamah sendiri yang mau ngikut?!" Devo menggerutu.


"Udah deh kak...malu diliatin orang"


๐Ÿง•Duhh Dev,,,bayar aja napa sihh...jangan kayak orang syusyah dehh.


โ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ


Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba,


eeengg....


iiiingg.....


eeengg....


apaan tuhhh ????๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ


Ya, mereka mengisi rumah baru hadiah dari papah Kevin.


๐Ÿ‘จโ€๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘ฆโ€๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘จโ€๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ‘งโ€๐Ÿ‘ง: yahh...kirain acara nengokin!! readers kecewahh!!! sorakin author!!!! huuuuu!!


๐Ÿง• lagian kalian tuhh nebak-nebak sendiri aja siih...


Hari ini adalah malam pertama mereka tidur dirumah baru. Sepi memang, mamah Rena besok akan mengirimkan sepasang suami istri, bi Sanih untuk memasak dan beres-beres rumah, mang Didi untuk membersihkan taman dan menjaga keamanan dan seorang lagi Nani untuk mengurusi cuci dan setrika pakaian, ditambah satu orang supir. Sudah dipastikan Devo dan Lisa tidak akan kesepian dirumah yang besar itu.


Setelah makan malam yang mereka beli diwarung tenda pinggir jalan, Devo hendak mengecek beberapa dokumen yang akan dipresentasikan besok pagi diruang kerjanya.


"Kamu istirahat duluan ya, jangan tidur terlalu malem, kasian dedek bayi nya di kalo diajak begadang. Aku mau ngecek kerjaan dulu"


Setelah dua jam Devo disibukkan oleh pekerjaannya, ia kembali masuk kamar, niatnya sih mau istirahat juga menyusul sang istri. Beberapa menit berada dalam satu ruangan, cuma berdua, sepi, dan yang lebih tidak bisa ditolerir adalah daster yang panjangnya selutut yang dikenakan Lisa tersibak hingga paha mulus istrinya itu tampak menggoda.


Menghela nafas panjang dan membuangnya dengan kasar Devo berusaha bertahan, "hadehh...kalo gue tetep disini iman gue bisa tergoda nihh..Mr.P nggak akan tinggal diam ditempat nya" akhirnya Devo meninggalkan kamar dimana istrinya sedang tertidur pulas.

__ADS_1


Menyalakan televisi, memilih program komedi, Devo berusaha untuk menenangkan pikiran dan jantung nya yang sulit untuk berdetak sesuai aturan.


"huhuhu...hiks...hiks.." Devo mendengar suara tangis perempuan. Kok jadi horor gini yaa??! jangan-jangan ini rumah angker kali yaa??! emang sihh mereka baru akan mengadakan tasakuran sekalian acara empat bulanan kehamilan Lisa, begitu rencana mamah Rena.


Devo sedang menduga-duga pemikirannya yang membuat bulu kuduk merinding, sedangkan tangisan itu terdengar semakin nyata sampai Devo penasaran dan mencoba mencari sumber suara tangis itu berasal.


Mendekat... mendekat...dan lebih dekat... ternyata suara tangisan itu berasal dari kamar yang ditempati Lisa, ya kamarnya juga. Membuka pintu kamar dengan segera, benar saja istrinya sedang menangis tersedu-sedu. Masih diatas ranjang, duduk sambil mengalungkan kedua tangannya di lutut, Lisa menenggelamkan wajahnya disana.


"Heyy,,sayang?? kamu kenapa?? mimpi yaa??" Devo menghampiri istrinya, memeluk agar istrinya tenang.


Tapi Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya yang banyak itu, tangisnya justru semakin menjadi. "huuaaa,,,,huuuaa..."


"Lis,,bilang dong..kamu kenapa??"


๐Ÿคต Thor..bini gue udah kenapa nihh??!


๐Ÿง• lahh..gue nggak tau!!"


๐Ÿคต jangan-jangan kesurupan ya Thor??!


๐Ÿง•aah..lu jangan nakutin gue dev!!


hu..hu...hu...


"sayang coba tarik nafas dulu, kamu tenang yaa" kali ini Lisa menuruti arahan suaminya, dan Devo berhasil membuat istrinya tenang.


"Sekarang coba bilang, kamu kenapa?? mimpi yaa?" Lisa menggeleng. Kamu takut tidur sendirian?" Bisa aja lu Dev, mau cari kesempatan tuhh.. Lisa pun menggeleng.


"kak..."


"iya sayaang..."


"mau ongol-ongol"


Nahh??! apaan tuh!!?


"siapa ongol-ongol?? aku nggak kenal Lis"


"hiks...hiks...huaa...huaa.." Lisa kembali menangis.


Devo panik melihat istrinya kembali histeris, "iyaa..iyaa.. tunggu..sabar yaa...aku bakal cari tuhh ongol-ongol"


Melihat jam dinding, disana jarum jam menunjukkan pukul satu malam. "gimana caranya??" Devo terus berpikir dengan cepat..


Menghubungi seseorang melalui ponselnya,


"haloo broo, sini gabung!! gue di tempat biasa!" suara Johan terdengar sedang berada dikeramaian. Tiga bujang somplak sedang asik menikmati dentuman musik di sebuah club tempat biasa mereka nongkrong.


"Jo,,lu harus tolongin gue sekarang!" pinta Devo pada sahabatnya.


"Haah..lu kenapa Dev?!" karena mendengar suara Devo yang sangat serius, Johan keluar dari club untuk mencari tempat yang agak sepi agar dapat mendengar suara Devo lebih jelas.

__ADS_1


"Cepet lu cari ongol-ongol! sekarang!! bini gue udah nangis-nangis nih"


"idiihh... makhluk apaan tuh?? gue nggak kenal Dev!!"


"Pokoknya gue nggak mau tau!! lu kudu cari yang namanya ongol-ongol truss lu bawa kerumah gue yang baru, ntar gue kirim alamatnya!"


"tapii..."


"udah, pokoknya cepetan. Kalo nggak gue bakal tarik saham gue sekarang juga!"


"ok..ok.. gue cari sekarang!"


hehh... ongol-ongol??...rumah baru??


Apa mau dikata, kalo si Devo narik sahamnya di perusahaan yang dikelola olehnya dan para sahabatnya bisa-bisa perusahaan yang sedang mulai naik itu oleng bahkan bisa langsung gulung tikar.


"Jo!! kenapa Lo??" Afi bertanya karena penasaran melihat wajah Johan setelah dari luar club, ia terlihat aneh seperti baru melihat makhluk planet.


"Guyss,, cabut yook!!"


"Mau kemana siih, lagi asik nih" ucap Yudha yang menggangguk-anggukkan kepalanya sesuai irama musik.


"Gawat nihh!! udah..cepetan yook!"


Karena melihat wajah Johan panik, akhirnya kedua sahabatnya pun mengikuti kemauan Johan.


Didalam mobil Afi menyalakan mesin, "Jo..kita mau kemana?"


"Kita cari ongol-ongol!" ucap Johan serius dengan pandangan fokus kedepan.


"Hahh?? Lo serius mau nyari ongol-ongol jam segini??" timpal Yudha dibelakang kemudi yang siap akan meluncur.


"Emang tuh ongol-ongol kalo jam segini ada dimana??!" Johan masih terlihat antusias.


"Oon nih bocah!! lo tau nggak sihh ongol-ongol itu apaan??" Yudha agak nyolot


"enggak..tadi si Devo cuma bilang gitu doang"


"waahh..nggak beres nih anak!"


Yudha nyolot beneran, karena ia tau ongol-ongol adalah sejenis makanan dari tepung tapioka dan gula merah yang ditaburi kelapa parut.


๐Ÿ•ด๏ธ Thor,, dimana nyari itu makanan tengah malem begini??


๐Ÿง•maap yaa,,author juga ya nggak tau!! akyu di kan nggak pernah kelayaban malem-malem broo..


โ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ


genks like n komen nya ya..


yang punya poin, kirim-kirim ke aku juga dong...

__ADS_1


see you ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2