Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 91


__ADS_3

Episode 91 sampai 100 author menceritakan ringkasan cerita Genk gesrekk ya, mulai dari Afi dan Wina, Yudha dan Claudia, Johan dan Nani, Aurel dan Nicko.


Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Afi pada akhirnya mempersunting Wina. Hari yang membahagiakan bagi mereka dan juga para sahabatnya.


Menggunakan jasa Wedding organizer pernikahan Afi dan Wina tampak megah, pelaminan bergaya kerajaan Eropa layaknya seorang princess Wina akan mewujudkan impiannya sejak ia masih kecil.


Sejak dulu ia bercita-cita jika nanti menikah ingin seperti seorang putri kerajaan, dan sang pangeran pun menyetujui keinginan calon istrinya itu.


Meskipun awalnya terjadi perdebatan dan drama yang melebihi cerita drama Korea.


Flash back


Afi dan Wina sedang berada di butik, mereka sedang fitting gaun pengantin yang akan mereka kenakan saat resepsi.


"Kan masih banyak kostum pengantin yang lain Yang??! kenapa mesti yang ini siie?!"


Afi protes pada tunangannya.


" Tapi mas aku pengen banget jadi seorang putri dihari pernikahanku, ini impianku dari kecil mas! hiks...hiks..." mendengar calon suaminya bersuara agak tinggi Wina menangis karena Afi tidak menyukai pendapat dan keinginannya.


"Kok nangis Yang?!" Afi kaget ternyata dengan kata-kata sesimpel itu membuat Wina sedih hingga menangis.


"Aku kan cuma mau nikah satu kali mas!"


ucap Wina sambil terus menangis.


"Ssstt,,,, jangan nangis dong Yang, kan malu tuh sama mbak nya" Afi menunjuk seorang karyawan butik yang sedang membantu Wina menggunakan gaun pengantin impiannya.


"Lagian memang harusnya begitu Yang! nikah cuma sekali" protes Afi.


"Ya maka dari itu, aku mau pake gaun yang ini mas" Wina memamerkan gaun ala Barbie yang sedang dipakainya.


Afi tidak pernah berpikir jika menikah akan serumit ini, baru persiapan nya saja sudah repot begini. Bagaimana menjalani rumah tangganya nanti, pantas saja Devo sering bercerita tentang konflik rumah tangga yang kadang membuat pusing kepala. Apalagi kalau masalahnya sampai buat istrinya menangis, nahh sekarang Afi sudah mulai merasakan hal tersebut.

__ADS_1


Biasanya Afi selalu menanggapi curhatan Devo dengan ringan karena memang belum pernah merasakan, dan kini ia harus bersiap-siap akan hal yang seperti itu bahkan lebih dari yang Devo alami.


"Iya udah, terserah kamu aja Yang. Bagi mas yang penting kamu senang dan bahagia"


Demi calon istri tercinta, Afi pun rela dan mengalah.


"Yeeay...makasih ya mas ganteng kesayangan aku, cup..cup..." berkali-kali ciuman mendarat di pipi Afi, Wina senang luar biasa. Akhirnya impiannya terkabul.


"Ntar ciumnya lanjutin ya?!" Afi tidak bisa membalas ciuman yang bertubi-tubi dipipinya saat ini, jelas saja karena mereka sedang berada di butik yang kebetulan sedang ramai dan juga ada beberapa pegawai butik yang sedang membantu mereka.


"Heemm...maunya?!!" Wina makin menggoda Afi.


Flash on


Jadilah saat ini Wina sang putri cantik dan Afi sang pangeran tampan duduk bersanding di pelaminan, pesta yang dihadiri oleh keluarga kedua mempelai, sanak saudara, kerabat dan juga teman serta sahabat yang menjadi panitia inti.


Panitia yang diketuai oleh Devo, berharap dengan pembentukan panitia akan mempermudah kelancaran persiapan acara, ternyata justru membuat repot saja. Sebagai ketua Devo memutuskan untuk memakai jasa wedding organizer. Kalo gitu sih sama aja ya, ngapain bentuk panitia pake rapat segala. Ujung-ujungnya pake jasa WO.


Dihari yang berbahagia ini sudah pasti Devo hadir bersama keluarga kecilnya, istri tercinta Lisa dan juga putri kesayangan mereka Shasya.


"Bagus ya Yah?!" ucap Lisa saat melihat dekorasi aula hotel yang disulap menjadi sebuah kerjaan dongeng, menakjubkan sekali.


Yang lebih mencengangkan lagi Johan juga hadir menggandeng seorang gadis cantik dan lugu. Semua pangling dibuatnya, sampai-sampai tidak mengenali siapa yang ada disebelah Johan. Ternyata Johan mengajak Nani, seorang asisten rumah tangga yang berkerja di kediaman Devo.


Entah kapan kedekatan mereka bermula, yang pasti mereka saat ini sedang dekat. Dan atas ijin dari kedua majikannya Nani diperbolehkan menerima ajakan Johan untuk menjadi pasangannya di acara resepsi pernikahan Afi sahabatnya.


Author jadi nggak sabar nih mau buat cerita mereka masing-masing di judul yang berbeda.


♥️♥️♥️


Kalau kata kebanyakan orang setelah hari pernikahan pasti ada malam pertama. Kata orang sihh,, yahh walaupun ini bukanlah malam pertama Afi dan Wina bermalam bersama. Pernah beberapa kali mereka bermalam, namun mereka mengisinya hanya dengan tidur. Ya...tidur yang sebenarnya.


"Gimana Yang?? malam ini kamu udah bener-bener jadi istri mas loh!" ucap Afi.


"Iya mas, nggak usah diingetin aku juga tau kok"


"Jadi???" tanya Afi menunggu kelanjutan ucapan Wina.

__ADS_1


"Jadi apa??"


"Jadi kita mau langsung ke apartemen atau mau disini?" pertanyaan Afi membuat Wina bingung karena terlalu ambigu menurutnya.


"Keluarga kamu kan masih disini mas? masa iya sih kita tinggalin mereka pulang!"


Kedua orang tua Afi dan adik perempuannya datang dari Australia untuk menghadiri pernikahan putra mereka satu-satunya. Mereka berusaha untuk hadir, karena sewaktu acara lamaran mereka tidak bisa datang dan terpaksa diwakilkan oleh orang tua Devo.


"Iya sayang...tapi mas udah lama nunggu-nunggu momen ini" ucap Afi sambil membantu Wina melepaskan longtorso yang melekat di tubuh wanita yang sekarang sudah sah menjadi miliknya.


"Maaf ya mas, tapi hari ini aku masih halangan" Wina meminta maaf karena tidak bisa memberikan hal yang menurut nya istimewa untuk pasangan yang telah menikah. Walaupun ini semua juga bukan kemauannya.


"Yaahh!" Afi langsung merebahkan dengan kasar tubuhnya diranjang hotel, memejamkan matanya. Kecewa sudah pasti, hasrat yang sudah diubun-ubun sirna sudah untuk tersalurkan malam ini.


Wina yang merasa tidak enak langsung menghampiri dengan keadaan bagian dada hanya memakai bra, mengecup lembut bibir suaminya. "Sabar ya sayaang, tinggal sedikit lagi kok"


Afi membuka matanya, tersenyum mendapatkan perlakuan istimewa dari Wina.


"Nggak apa-apa kok Yang, beneran tinggal dikit lagi?!" tanya Afi memastikan.


"Iya" Wina mengangguk. "paling dua hari lagi" jawab Wina.


"Ya ampun Yaang!!! itu sih masih lama!" Afi menepuk jidatnya. Menurutnya untuk keadaan saat ini dua hari adalah waktu yang sangat lama.


"Sabaar...sabaar ya mas ku yang ganteng" Wina merayu suaminya agar tidak kecewa. "siapin aja staminanya yaa" Wina terus saja menggoda Afi sambil berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


♥️♥️♥️


"Jangan ditanya kalo untuk yang satu itu sihhh stamina gue udah lama ready and on kapan aja diperlukan", Afi membagakan dirinya.


Wellleehh, Afi....aku padamuuuu!!!


Jiwa author meronta-ronta 🤭


♥️♥️♥️


Genks..mana suara kalian my readers...

__ADS_1


Komen yaa, like nya juga dong 🤗


__ADS_2