Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 99


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


"Ca! bos bokap gue udah kasi ijin buat kita magang di perusahaannya!" Rike setengah berlari menghampiri Caca diperpustakaan kampus.


"Haahh!! serius lo Rik?!" sahut Caca tiba-tiba tanpa melihat ia sedang berada ditempat yang tidak boleh bersuara keras.


"Iya Rik, lo seriusan kan?!" Dini ikut berkomentar, ia menghampiri kedua temannya tersebut.


"Mbak maaf ya, ini perpustakaan! jangan berisik!!" ucap seorang mahasiswi yang sedang berada di dekat mereka bertiga. Karena memang suara mereka sangat mengganggu konsentrasi orang yang sedang membaca atau mencari buku.


"Iya mbak, maaf. Caca merapatkan kedua telapak tangannya, ia meminta maaf karena sudah membuat bising didalam perpustakaan.


"Kekantin aja yukk?!" ajak Dini sambil menggandeng tangan Rike.


"Ayo Ca!" Rike menarik tangan Caca yang masih duduk dikursi baca.


"Iya... pelan-pelan dong!" sahut Caca.


♥️♥️♥️


"Mbak! lemon tea tiga ya!" Rike langsung memesan tiga minuman untuk mereka dan Dini langsung menuju meja yang akan mereka tempati.


"Coba sekarang lo ceritain Rik!" Tanya Dini tidak sabar.


"Ya elahh sabar napa Din?! tunggu minumnya dateng dulu" sahut Caca karena melihat teman yang satu itu terlalu heboh.


"Kelamaan!! gue udah penasaran nih! jadi kapan dong kita mau mulai magang Rik?!"


Dini tidak menghiraukan ucapan Caca, ia terus saja meminta Rike untuk cepat menceritakan mengenai persetujuan magang dari pak Andi, papahnya Rike.


Tidak lama kemudian seorang pelayan menyajikan minuman yang dipesan Rike.


"Jadi gini, Kita bisa mulai magang hari Senin!" Rike mulai bercerita.


"Yeeayy.....Siipp lahh, tiga bulan kedepan kita bakal cuci mata tiap hari nih liat cowok-cowok keren dan mapan" Dini berceloteh sambil membayangkan wajah pria-pria berduit yang selama ini ia idamkan.


"Huuu!!... pikiran lo cuma cowok doang!" Caca menoyor kepala Dini.


"Biarin!! kapan lagi coba!" sahut Dini.


" Cuma masalahnya gue blom punya baju kerja nih guys!" ucap Caca tiba-tiba.

__ADS_1


"Ca! bokap lo punya pabrik baju, ngapain jadi repot siih. Tinggal telepon asisten bokap lo suruh anterin kerumah. Beres kan!!" jawab Rike menanggapi keluhan Caca.


"Tau nih anak! jangan kayak orang susah deh! bokap lo juga kan punya depstore. Lo tinggal pilih!" celetuk Dini menyetujui ucapan Rike.


Ya itulah Caca, walaupun anak orang berada tetap saja ia tidak mau memanfaatkan kekayaan keluarganya.


Sifat sederhana itu menurun dari sang Bunda yang selalu mengajarkan untuk selalu hidup sederhana dan tidak memamerkan apa yang ia miliki.


♥️♥️♥️


Akhir pekan ini ketiga gadis remaja itu pun menghabiskan waktu untuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan selama mereka magang.


"Braakk...maaf mas!" ucap Dini karena tidak sengaja menabrak seorang pria dan menumpahkan segelas softdrink di kemeja putihnya.


"Jalan hati-hati mbak!" ucap pria tersebut sambil mengibas-ngibaskan kemejanya yang basah karena ketidaksengajaan Dini.


"Iya mas, maaf. Saya nggak sengaja!" Dini meminta maaf untuk kedua kalinya dan ucapan Dini terdengar oleh Caca yang berada tidak jauh dari Dini.


"Gara-gara kamu baju saya jadi basah. Dasar ceroboh!!" si pria makin marah.


Caca menghampiri Dini yang sedang dimarahi oleh seorang pria berbadan tegap, "Ada apa ya pak?!" tanya Caca pada si pria.


"Ini teman kamu sudah buat baju saya kotor!" ucap si pria masih tidak terima.


"Tapi kan saya sudah minta maaf mas!" kini air mata Dini sudah hampir jatuh.


"Tapi gara-gara temen kamu rencana saya bisa gagal!" suara si pria makin keras dari sebelumnya dan kini Rike yang sedang memilih sebuah blazer mendengar suara keributan.


"Kenapa Ca?! loh kok lo nangis Din?!" ada apa sih?!" Rike menghampiri kedua temannya, ia penasaran.


"Kasi tau temannya ya mbak, jadi perempuan itu hati-hati. Jangan ceroboh!"


"Heehh pak! teman saya sudah sudah minta maaf! kenapa jadi diperpanjang sih!" emosi Caca akhirnya terpancing.


"Tapi gara-gara teman kamu rencana saya jadi gagal. Tidak mungkin saya menemui pimpinan depstore ini dengan baju seperti ini!" wajah pria itu sudah tampak sangat kesal.


"Hoo!! dia blom tau?!" Rike menunjuk wajah si pria itu.


"Jangan!" belum sempat Rike menjelaskan siapa pemilik depstore yang ia maksud namun mulut Rike langsung ditutup oleh telapak tangan Caca.


Caca tidak ingin orang lain tahu bahwa pemilik depstore yang ia datangi saat ini adalah milik ayahnya.


Ya, Devo sudah sepuluh tahun terakhir selain sebagai pemasok pakaian dibeberapa departemen store ia juga merambah bisnis untuk membuat departemen store milik pribadi, dan hingga saat ini sudah ada lima cabang di Jakarta.

__ADS_1


Karena kericuhan disana berlangsung agak lama, ternyata seorang pramuniaga memanggil security.


"ada apa ini?!" tanya security tersebut menengahi kerumunan dan menanyakan duduk permasalahan yang terjadi.


Untung saja ada security yang datang, kegaduhan di depstore tersebut akhirnya terselesaikan. Walaupun kedua kubu masih pada pendiriannya masing-masing.


♥️♥️♥️


Pagi ini seperti biasa Bunda Lisa sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk suami tercinta dan dua anak kesayangannya.


"Kakak!....adek!.... cepet dong sayang?!... Ayah udah nunggu! nanti kesiangan loh!!" Lisa berteriak memanggil putra dan putrinya dari ruang makan.


"Bun??...sabar" Devo selalu saja menenangkan istrinya jika sudah berurusan dengan anak-anak mereka.


"Bukannya gitu yah, mereka harus disiplin waktu dong. Kalau nggak dibiasakan dari sekarang nanti malah jadi kebiasaan buruk"


Kalau untuk hal-hal seperti itu Devo tidak bisa menjadi berdebat lagi, karena yang diajarkan Lisa pada Caca dan Tama sebagai bekal hidup putra dan putri mereka kelak.


"Pagi Yah... Bunda..." sapa Caca pada kedua orangtuanya saat bergabung diruang makan.


"Kak?? kamu mulai magang hari ini kan?" Lisa memastikan informasi yang diceritakan Caca padanya.


"Jadi dong! Bun gimana penampilan aku?" Caca memutar badannya memamerkan baju yang dikenakan untuk kekantor pagi ini.


"Anak Bunda cantik!" Lisa memuji putrinya.


"Bener kan Yah?" Lisa meminta persetujuan pada suaminya.


Devo tersenyum, " iya, anak ayah cantik"


"Widiihh....mau kemana lo kak?! udah kayak sekretaris gitu?!" tanya Tama.


"Cantik nggak?" Lisa bertanya pada Lisa adiknya.


"Bangeeet!!" pasti karyawan disana bakal melotot matanya melihat kakakku yang paling cantik ini!" Tama memuji sang kakak namun dengan nada suara yang sedikit mengejek.


"Kalo ditanya, jawabnya yang serius dong lo Tam!" Lisa menoyor kepala adik semata wayangnya.


"Bunda?!....."Tama meminta pembelaan dari sang Bunda karena tidak terima dengan perlakuan kakaknya.


"Heeeyy!! kakak kebiasaan deh sama adiknya kok gitu!" Lisa mengomeli Caca.


"Udah!! kapan sarapannya?" ucap Devo melerai kegaduhan dimeja makan yang hampir terjadi setiap hari. Namun hal itulah yang membuat Devo merasakan hidupnya sempurna.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Seperti biasa like n komen nya ya genks


__ADS_2