
Sorry guys, ku baru bisa lanjut up lagi, karena kesibukan duniawi yang zuperrr. Harap maklum yaahh. Jangan ngambek dong ✌️
Happy Reading genks 😍
♥️♥️♥️
Nathan mempertimbangkan omongan Leo, sebenarnya ada benarnya juga pendapat adik tirinya itu. Jika wanita hanya dikejar saja tanpa ditangkap mana bisa dimiliki.
Berpikir dan berpikir bagaimana caranya agar ia bisa mempersiapkan dirinya untuk mengutarakan perasaan pada Caca.
Tidak mau menunggu lama, Nathan berniat malam minggu ini ia akan mengajak Caca makan malam romantis. Itu pun juga atas saran dari Leo.
flashback
"Lo gimana siih Bang! udah buruan tembak!"
Leo terlihat gemas pada sikap Nathan.
"Pantes aja Lo sering patah hati!" ucap Leo lagi-lagi masih mengoceh perihal tembak-menembak.
Nathan sampai sekarang belum punya kekasih alias jomblo sejati ya karena salah satu alasannya adalah selalu ditikung sama cowok lain, alasannya pasti selalu karena terlalu lama pendekatan sama cewek,,, ehh yang nembak malah cowok lain.
"Abang bingung, caranya gimana ya Dek?!" Nathan mengetuk- ngetuk meja dengan jari telunjuknya.
"Yaa ellah....banyak jalan menuju Roma!" sahut Leo menjawab kegundahan sang kakak dengan pepatah yang terkenal tersebut.
"Justru itu Abang bingung!" Nathan mulai kesal dengan ocehan adiknya.
"Gimana kalo Lo ajak main catur?!" sahut Leo asal.
Dan sontak saja ada pulpen terbang menuju Leo, yang sudah pasti lemparan dari Nathan.
"Awww, sakit Bang!" Leo menyahut dengan wajah meringis.
"Abang nanya serius, kamu malah bercanda!" Nathan cemberut karena kesal.
Leo geleng kepala, ternyata kakak nya benar-benar sedang galau, "Ya Lo ajak nonton kek! Lo ajak dinner juga boleh! atau cewek paling manjur Lo ajak ke Mall, shopping.... shopping..." Leo menaik turunkan alisnya.
Begitulah isi perdebatan kakak beradik yang berakhir dengan pemberian sepuluh lembar uang seratus ribuan sebagai hadiah atas saran kencan Leo untuk Nathan.
Flash on
"Ca? weekend ini kamu ada acara?" Nathan bertanya pada Caca saat Caca sedang mengantarkan berkas ke ruangan Nathan yang diperintahkan oleh Anis.
"Heemm...." Caca berpikir sejenak, ia mengingat-ingat pesan Tama tadi pagi saat mereka sedang sarapan, ia berjanji weekend ini mau MABAR alias main bareng game yang baru saja di download oleh Tama. "aku ada janji sama Tama mas!"
"Hahh??! Tama??!" ucapan refleks nathan saat mendengar Caca menyebutkan nama laki-laki lain dihadapannya. Yaahh?? masa iya gue ditikung lagi sih? batin Nathan. "Tama siapa?" pertanyaan itu mencelos begitu saja dari berbagai mulut Nathan.
__ADS_1
"Tama!! Tama adik aku lahh!!" Caca menjawab dengan penekanan, Caca tidak mengira jika Nathan lupa kalau Caca punya adik laki-laki bernama Tama, padahal hampir seminggu tiga kali Nathan mampir kerumahnya.
🧕 Kalo nggak malu bisa setiap hari tuh Ca dia mampir!
🤵 Udah deh Thor, nggak usah buat kerusuhan.
🧕 Heehh!! gini-gini Othor mahasiswa soleha tauu?!! yang kerjaannya bikin tugas bukannya bikin rusuh ikut-ikutan demo!
🤵 Kabooorr!!!! Othor nya lagi baper 🤭
"Maaf...maaf... maksud mas bukan gitu!" Nathan memperhalus ucapannya.
"mas cuma kaget aja kamu nyebut nama cowok lain" ujar Nathan menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman.
Caca hanya diam mencoba mencerna dan memaknai ucapan Nathan barusan.
"Memang kenapa mas?!" Caca akhirnya penasaran dan ingin tahu maksud perkataan Nathan.
"Mas punya tiket Dufan untuk dua orang, kamu mau kan temenin mas. Mubazir kalo nggak di gunakan"
Tanpa sengaja Caca tergelak, "hahaaha....nggak salah mas?! dapat tiket darimana mas? hadiah Chiki ya?? udah kayak anak kecil aja sihh?!" Caca masih terus tertawa dan Nathan masih terdiam melihat tingkah Caca.
Saat tersadar Nathan sedang memperhatikan nya seketika itu juga Caca menghentikan tawanya, "Maaf mas!" ucap Caca merasa tidak enak hati.
"Duhh!! kenapa alasannya tiket Dufan?!" Nathan menyesalkan alasannya.
🤵 Iya Thor, gue refleks ngomong begitu. Gimana nih Thor?! bantuin dong!
🧕 Nathan.... Nathan....lo nambahin kerjaan Othor aja, nanti Othor bantuin doa yaa.
"Jadi gimana Ca? mau ya?!" Nathan mulai mendesak Caca.
"Gimana ya mas?! aku udah janji sama Tama. Sekali lagi maaf banget ya mas"
♥️♥️♥️
Tidak kehabisan akal sore ini Nathan mampir ke rumah Caca, namun ia tidak bersama Caca. Nathan keluar kantor lebih dulu.
Alasan Nathan kali ini adalah membawakan Bunda Lisa satu pot bunga anggrek putih. Biasalah pendekatan jangan cuma ke anaknya saja, tapi juga ke orang tuanya.
Supaya jadi lebih lancar, ibarat jalan tol gak ada lampu merahnya.
"Assalamualaikum tante?!" Nathan mengucap salam dan menyalami tangan Bunda Lisa.
"Waalaikumsalam nak Nathan" sahut Lisa menjawab salam Nathan, kebetulan Lisa sedang menyirami bunga-bunga ditaman halaman depan rumah nan asri itu.
"Sebentar ya tante, saya punya sesuatu buat tante" Nathan kembali ke mobil untuk mengambil pot bunga dari bagasi mobilnya.
__ADS_1
"Waahh, bagus sekali nak!" Lisa tampak sumringah mendapat hadiah dari Nathan.
"Buat nambah-nambah koleksi ya Tan?!"
"Ohh..nak Nathan suka bunga juga?!" tanya Lisa.
Waduhh, gak Tan. itu aku beli demi deketin anak tante. Nathan berkata dalam hati,
Nathan hanya senyum-senyum saja tanpa menjawab pertanyaan bunda Lisa.
"Ngomong-ngomong... Caca nya belum pulang nak!" Lisa menerka kedatangan Nathan untuk menemui Caca, karena biasanya memang seperti itu.
"Oohh, iya tante. Saya mau ketemu Tama" ujar Nathan.
Bunda Lisa berpikir sejenak, "ooo???..begitu?! Tama ada didalam, silahkan masuk nak" Lisa mempersilahkan Nathan masuk.
♥️♥️♥️
Setelah berbincang-bincang sebentar dengan Tama, Nathan mengajak Tama keluar untuk ngopi bareng. Sebenarnya Nathan sedang mengajak Tama untuk berkoalisi agar tujuannya tercapai.
Nathan mengajak Tama ke cafe yang terletak tidak jauh dari komplek rumah Caca.
"Oke om! pokoknya om tenang aja ya, semua bisa diatur!" jawab Tama ketika Nathan selesai mengutarakan maksudnya.
"Husst!! bisa kan sekarang jangan panggil Om, panggil mas aja ya?!"
"Beres calon kakak ipar?!" jawab Tama sambil mengangkat satu jari jempolnya.
Waahh... Nathan... Nathan...semua anggota keluarga Caca sudah memberikan lampu hijau, kamu memang hebat. Othor berkata dalam hati.
♥️♥️♥️
Makan malam setelah kedatangan Nathan sore tadi membuat sedikit kericuhan dimeja makan, itu karena secara tiba-tiba Tama membatalkan rencana MABAR nya dengan Caca.
"Lo gimana sih Tam?! masa batalin janji seenak jidat lo aja!" Caca mengomel.
"Ya gimana ya kak, gue ada urusan lain!" dengan santai Tama menjawab omelan Caca.
"Ehh?? kalian ini kenapa? kok berdebat di meja makan?!" bunda Lisa menegur kedua anaknya.
"Ya kalo ke meja hijau mahh kejauhan Bun!" jawab Tama asal sambil cengengesan.
"Tuhh kan Bun! nih anak emang ngeselin kan?!" Caca masih belum bisa terima.
♥️♥️♥️
Yukk guys like nya dulu ya yang banyak, komen nya juga dong. Supaya akyu cemunguuutt gituuu 🤭
__ADS_1