Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 133


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


❤️❤️❤️


"Mas sayang kamu Ca... sebentar lagi kamu akan jadi milik mas seutuhnya" Nathan mengucapkan ketulusan cintanya pada Caca.


"Janji mas akan selalu cinta sama aku?!"


"Memangnya mas pernah bohong sama kamu?!" Nathan menjawab pertanyaan Caca dengan balik bertanya.


Caca menggeleng, ia percaya dengan yang diucapkan lelakinya. "iya aku percaya. Tapi jawab dengan jujur ya mas!"


Nathan menampakkan wajah serius, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Caca.


Nathan membelai rambut Caca, "jawab apa sayaang.. "


"Kok bisa sama dengan film itu??" caca menunjuk layar televisi didepan mereka yang masih menayangkan film romantis sambil memegang liontin yang sudah terpasang didadanya.


"Hehehehe....iya dong, mas juga bisa romantis. Kamu baru tau yaa?"


Sebenarnya Nathan memang mengikuti cara yang digunakan oleh pemeran pada film tersebut, semalam Nathan agak sulit tidur jadi ia berinisiatif untuk menyetel film yang dibawa oleh Leo beberapa minggu yang lalu.


Untuk kalung pun ia membeli nya hanya melalui telepon, ia menghubungi mommy Aurel untuk meminta referensi toko berlian dan meminta pihak toko untuk mengirimkan model kalung yang hampir sama dengan yang difilm ke kantor siang tadi sebelum Caca datang.


"Aku serius mas?!" suara rengekan Caca meminta kejujuran dari hati Nathan.


"iya,,," Nathan akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya. "ini bukti ketulusan cinta mas untuk kamu. Mas juga berharap kamu tulus mencintai mas".


"Heemm...jadi romantis nya nyontek nihh!" Caca menggoda kekasihnya.


"Eeeeiit...kamu mengejek mas ya!!" Nathan mengelitik pinggang Caca dan sontak saja Caca meronta-ronta karena geli.


"Mas!!! geli mas!! mas!!" Caca terus berteriak dan menggeliat karena Nathan terus mengelitiki Caca. "Iyaa....iya..aku percaya!"


Keduanya saling bertatapan, "Aku juga sayaaang banget sama mas" Caca mengecup pipi lelakinya dan memeluk erat Nathan.


Ya, seperti biasa kelanjutan kegiatan mereka kalau sudah begitu gak usah diceritain ya readers, cuma bikin baper aja! 🤨



__ADS_1



"Kopi aku mana Yaang...?" Nathan menagih kopi ia minta sebelum mandi pada Caca.


"Oohhh iyaa, tadi aku udah buatin. Bentar ya mas aku ambil dulu" Caca bergegas menuju ruang makan untuk mengambil secangkir kopi yang ternyata sudah dingin. "mas?? tunggu ya, aku panaskan lagi kopinya"


"iyaa sayaang, gak pake lama ya!" sahut Nathan dari ruang tengah.


"Siaap pak bos!" Caca mengangkat telapak tangan nya ke pelipis layaknya sedang hormat bendera.


❤️❤️❤️


"Mas kopinya sudah siap" Caca menuju sofa untuk memberikan secangkir kopi hitam pada Nathan, namun ternyata Nathan sudah tertidur di sofa.


"Heemm...mas...mas...minta kopi tapi malah tidur" Caca meletakkan cangkir kopi yang dibawanya diatas meja, ia membelai rambut Nathan sambil tersenyum memperhatikan ketampanan laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


Daripada hanya berdiam diri dan menunggu Nathan bangun, Caca berinisiatif untuk merapikan apartemen Nathan yang sedikit berantakan.


Caca menyusun kaset-kaset DVD yang tidak teratur diatas meja dan menyusunnya ke rak khusus untuk kaset. "Nahh,,kalau begini kan rapih!" ucap Caca disela-sela kesibukan nya.


Setelah itu Caca melanjutkan merapikan beberapa buku yang tergeletak diatas meja, "hemm...mas Nathan kebiasaan deh! kalau selesai baca nggak di susun lagi ke rak"


Caca mengomel, untuk kebiasaan yang satu ini memang Caca sudah hapal karena dikantor pun Nathan seperti itu.


Karena posisi tempat buku yang kosong agak tinggi, Caca sampai berjinjit untuk meletakkan tiga buah buku disana dan tanpa sengaja Caca justru menjatuhkan buku yang ada di rak tersebut.


"aawww...." sebuah buku menimpa kepala Caca, "haduuuhh..." Caca mengelus- elus kepalanya yang terasa sakit.


Segera ia memungut buku tersebut dilantai untuk kembali disusun ke tempat semula. Namun sehelai kertas terjatuh dari dalam buku berjudul "Romansa Pujaan Hati"


Ternyata judul buku itu menggelitik perasaan nya dan membuat penasaran serta rasa keingintahuannya tentang makna dari tulisan itu, Caca sesaat terdiam dan duduk disofa yang ada di depan meja kerja Nathan.


Awal dari cerita romantis cukup membuat Caca semakin penasaran, ia melanjutkan membaca bab selanjutnya namun ia teringat akan sehelai kertas yang terbang dari dalam buku itu.


Mencari di lantai namun Caca belum menemukannya, "Kok gak ada sihh, tadi kayaknya disini dehh!!" Caca bicara pada dirinya sendiri, ia terus berusaha mencari hingga ke bawah meja dan kursi. Ternyata kertas yang ia cari ada di bawah sofa, Caca berusaha untuk mengambilnya.


"Aawwww..." Caca berteriak, kepalanya terbentur lantai karena ia membungkukkan badannya hingga kepalanya menyentuh lantai . Namun ia tidak menghiraukan rasa sakitnya. Ia terus berusaha untuk memasukkan tangannya ke bawah sofa dan akhirnya ia pun berhasil mendapatkan secarik kertas.


Jantung Caca berdegub kencang saat ia melihat kertas tersebut, yang ia lihat cukup mengejutkan hatinya. Sebuah foto Nathan bersama seorang wanita, difoto tersebut keduanya tampak tersenyum bahagia.


Hatinya bertanya-tanya, siapa wanita cantik yang bersama calon suaminya. Caca tampak gelisah, ia membalikkan foto tersebut. Ada sebuah kalimat yang lebih mengejutkan tertera disana. "Cinta ini tak kan terbagi, always for you "

__ADS_1


Tidak direncanakan mata Caca mulai berkaca-kaca, napasnya seakan tercekat.


Caca kembali memadukan kalimat tersebut dengan buku yang tadi dibacanya.


Ia melanjutkan membaca bab berikutnya, lembar demi lembar ia terus membacanya. Kini air mata Caca mulai membasahi kertas yang berisi kisah cinta sepasang kekasih yang terpisah.


Entah ia sedih karena alur cerita yang ia baca atau mungkin juga ia menangis karena foto Nathan bersama seorang wanita.





"Ca?? sayaaang....kamu dimana?" suara Nathan mengagetkan Caca, dengan segera Caca mengusap air mata di pipi dengan jarinya. "Ooh..mas cari-cari ternyata kamu disini? lagi ngapain?!" Nathan menghampiri Caca.


Caca masih menunduk dan belum bisa menjawab pertanyaan dari Nathan, ia masih mengatur napasnya agar tidak menangis di depan Nathan.


"Heeyy?? kok diam aja?" ucap Nathan sambil mengangkat wajah Caca dengan ibu jarinya.


"Hikks..hikks..." Caca tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Tanpa ia rencanakan air matanya mulai mengalir lebih deras membasahi pipinya.


"Lohh?? kok nangis?? kamu kenapa sayang?? sakit??" pertanyaan Nathan bertubi-tubi. Nathan memeluk kekasihnya, ia bingung apa yang sebenarnya telah terjadi dengan Caca selama ia tertidur. "Heeey?? jawab dong sayaang?!"


Caca mendorong tubuh Nathan, ia berusaha menjauhkan tubuhnya dari Nathan. Tanpa menjawab Caca menyerahkan foto yang ia pegang pada Nathan.


Nathan terlihat agak gugup, ia mengambil foto tersebut dan langsung meletakkannya di atas meja.


"Jadi gara-gara itu kamu nangis?" tanya Nathan.


"Siapa??!" Caca masih penasaran.


"Bukan siapa-siapa"


"Jujur mas!"


"Cuma masa lalu"


❤️❤️❤️


Perdebatan nya diepisode berikutnya ya gaeess....

__ADS_1


Like n komen ya please 😍😍


__ADS_2