
Hhaayy.... bersyukur Lisa dan Devo sampai pada episode 70, sebelum kalian lanjut baca author berharap kalian mau berbagi cerita ini ke medsos kalian, yaa...yaa... pliiiisss 😘😘
♥️♥️♥️
Pagi ini Devo berangkat pagi-pagi sekali, ada beberapa meeting yang harus ia hadiri. Seperti biasa Lisa menghabiskan waktunya di taman belakang rumah setelah mengantarkan Devo menuju mobil dan berangkat menuju kantor.
"Bu, ada paket" bi Sanih datang menghampiri Lisa membawakan sebuah kotak bertuliskan nama majikannya.
"Buat siapa bi?"
"Tulisannya nama ibu Lisa. Berarti buat ibu"
Bi Sanih menjelaskan.
"Ooh... ya udah tolong letakkan di meja tengah ya"
"Baik bu"
Memotong beberapa tangkai bunga mawar yang sudah merekah, Lisa memindahkan bunga-bunga tersebut kedalam vas bunga.
Rasa penasaran akan isi kotak yang dikirim oleh seseorang tadi, Lisa segera menyudahi kegiatannya.
Sekarang kotak itu sudah ada dipangkuan Lisa. Membuka kotak dengan perlahan, Lisa membaca secarik kertas diatas gaun berwarna merah marun berisikan memo dari si pengirim.
"Hay cantik,,,nanti malem kita dinner yaa. See you tonight...love you my honey"
Ternyata pengirim misterius itu adalah Devo, suami tercintanya.
Merasa tersanjung dengan kata-kata romantis dari devo, Lisa tidak bisa menahan untuk segera menghubungi suaminya.
"Ayah?...manis banget siie, Bunda jadi pengen peluk dehh"
"Itu nggak gratis loh Bun" jawab Devo setelah mengakhiri meeting pertamanya pagi ini.
"Haahh??? Jadi Bunda harus bayar nih"
"Iyalah...jaman sekarang mana ada yang gratis" Devo terus saja menggoda istrinya.
"Jadi Bunda harus bayar pake apa Yah?" tanya Lisa dengan nada manjanya.
"Bayarnya pake peluk, pake cium, pake___"
Devo menggantung kalimatnya dan berhasil membuat Lisa penasaran.
"Pake apa??" nada bicaranya Lisa makin manja dan menggoda.
"Ntar malem aja ya Bun, pokoknya malem ini ayah mau yang lama"
"Hhmm...lama??? emang kuat???" Lisa terus menggoda Devo.
"Nggak percaya?! ayah pulang sekarang ya?!" karena dengan perbincangan yang seperti itu saja sudah bisa membuat Devo bergairah, padahal posisinya masih dikantor.
__ADS_1
"Hayoo!! kerjanya harus fokus dong sayaang.."
bujuk Lisa pada Devo, karena ia tahu jika mengiyakan keinginan suaminya yang ingin pulang pasti akan langsung dilakukan. Apalagi untuk urusan hasrat yang sedang menggebu.
"Tapi bener ya Bun?!"
"Siapa takut"
Dan perbincangan merekapun terhenti karena Afi masuk keruangan Devo untuk mengajaknya meeting yang kedua hari ini.
Untuk pertemuan ketiga hari ini Devo berniat mengajak Lisa untuk menemaninya makan malam dengan klien dari Singapura malam ini, karena klien tersebut mengajak serta istri dan anaknya. Selain urusan pekerjaan mereka berniat untuk liburan di Indonesia.
♥️♥️♥️
Sebelum Devo tiba, Lisa sudah bersiap-siap mengenakan gaun merah marun yang dikirimkan seorang kurir tadi pagi.
"Gimana Yah?? Bunda cocok nggak pake gaun ini?" tanya Lisa bak seorang gadis kecil yang sedang memamerkan gaun yang ia kenakan, memiringkan tubuhnya kekanan dan ke kiri.
"Wooww,,, Bunda cantik banget. Ayah jadi tambah cinta deh" Devo berkata sambil memajukan bibirnya hendak mencium Lisa, namun Lisa menepisnya dengan spontan.
"Nanti make up bunda rusak, jangan cium-cium dong. Ayah cepat mandi, nanti kalau kita terlambat kan nggak enak Yah, tidak profesional"
Ucapan Lisa terdengar seperti waktu ia masih menjadi asisten pribadi suaminya. Karena klien yang akan mereka temui malam ini sudah tidak asing bagi Lisa, beliau adalah salah satu klien tetap perusahaan milik Devo.
Sebelum berangkat Lisa berhenti di depan pintu rumahnya dan mengeluarkan ponsel dari tasnya. "Tunggu Yah..kita foto dulu" cekrakk..cekrekk.. beberapa pose mereka lakukan sebagai kenang-kenangan.
♥️♥️♥️
"Good evening Mr.David, how are you?"
(Selamat malam pak David, apa kabar?)
"Hello Mrs.David, nice to meet you"
(Halo nyonya David, senang bertemu dengan anda)
Devo dan Lisa menyapa dan berjabat tangan dengan sepasang suami istri dihadapan mereka yang akan melanjutkan kerjasama dengan perusahaan Devo.
Sibuk membicarakan beberapa masalah yang berhubungan dengan kontrak kerja antara Devo dan Mr.David, Lisa dan Mrs.David pun bersenda gurau membicarakan hal-hal tentang perempuan.
"We will stay in Jakarta for a week"
(Kami akan tinggal di Jakarta selama satu minggu) Mrs.David membuka obrolan.
"Really?? that's good ideas"
(Benarkah?? itu ide yang bagus) jawab Lisa.
"If you have time, you can visit to my home"
__ADS_1
(Jika anda ada waktu, anda bisa berkunjung ke rumah saya)
"Ooh...you so nice, but I will busy because my daughter want go to Dunia Fantasi"
(Ooh...kamu sungguh baik, tapi saya akan sibuk karena putri saya tidak ingin pergi ke Dufan)
setelah selesai makan malam dan bersenda gurau, Lisa dan Devo berpamitan untuk segera pulang.
"Ok.Mr.david, thank you so much for dinner"
(Ok pak David, terimakasih banyak untuk makan malamnya) ucap Devo sambil berjabatan tangan.
♥️♥️♥️
"Minggu depan Wina mau lamaran loh Yah,,kita kesana ya Yah. Sekalian pulangnya kerumah tante Ani" perbincangan mereka saat menuju rumah.
"Kok Afi nggak cerita apa-apa Bun ke ayah?!"
"Masa sih??! bukannya kalian tuh saling terbuka ya? nggak ada yang ditutup-tutupi?!"
jawab Lisa yang malah balik bertanya.
"Biasanya sih gitu! tuh anak kenapa ya?!"
"Coba besok ayah tanya, kasian Yah... keluarganya kan jauh"
Keluarga Afi memang tidak berada di Jakarta, ayah dan ibunya tinggal di Sulawesi dan adik perempuannya bekerja di Australia, setelah menyelesaikan kuliahnya ia langsung ditempatkan di perusahaan ternama disana.
Itu karena adik perempuan Afi terbilang cukup pintar, berbanding terbalik dengan abangnya.
Lisa mengetahui informasi tentang sahabat suaminya itu dari Wina.
Menurut cerita yang Lisa dengar dari sahabatnya.
Afi dan Wina memutuskan untuk segera meresmikan hubungan mereka, selain usia yang sudah cukup matang, mereka juga tidak tidak ingin berbuat yang diluar batas lebih lama lagi.
Author sih maklum, secara gitu loh!! Afi lebih gesrekk ketimbang babang Devo, nahh kalo mereka pacaran terlalu lama bisa bahaya.
Apalagi kalo lagi berduaan di apartemen Afi, hayoo coba tebak ngapain aja mereka??!
Sampai sekarang saja leher dan dada Wina nggak pernah kosong dari warna merah keunguan, karena kegemaran Afi membuat karya abstrak disana.
🕴️Jangan diceritain dong Thor! buka kartu aja sihh!
🧕Uuups 🤭 sorry ya Fi, author keceplosan. Tapi bener kan Fi yang author bilang?!
🕴️Yaa elahh...pake di terusin!! gue kan malu Thor 🙈
♥️♥️♥️
Ya udah dehh...author no coment. Mending akyu minta like n coment sama readers aja deh. Yang punya point juga tidak boleh lemparin kesini ya. tq😘😘
__ADS_1