
Happy Reading genks 😘
♥️♥️♥️
Nathan membelah jalan utama ibukota dengan mobil sport putih yang biasa ia gunakan setiap hari. Perjalanan menuju hotel dilalui dengan percakapan yang selalu membuat wajah Caca merona.
"Sayaang...kamu cantik! mas dari tadi nggak bosan- bosan lihat wajah kamu!" Nathan tidak fokus mengendarai kemudinya.
"Udah deh mas, nggak usah gombalin aku terus! malu tauuu!!!" Caca mencubit manja lengan Nathan.
"Iyaa...iyaa...sayaang...maafin mas ya." keduanya tertawa bahagia. Perjalanan malam ini membuat seolah dunia milik mereka berdua.
♥️♥️♥️
Tiba di sebuah restoran hotel berbintang membuat langkah Caca sedikit melambat, rasa cuek yang melekat pada dirinya malam ini menghilang entah kemana. Ia sedikit grogi karena baru kali ini ia diperkenalkan kepada orang tua dari laki-laki yang mencintai dirinya.
Nathan memahami bagaimana perasaan kekasihnya, mungkin semua ini memang terlalu cepat seperti yang Caca sampaikan sebelumnya.
"Santai saja ya?!" ucap Nathan sambil mengusap tangan Caca yang sudah terasa dingin karena keringat.
"Mas?!" Caca menghentikan langkahnya saat mendekati pintu masuk restoran yang dihiasi lampu temaram, membuat suasana serasa damai namun tidak dengan hati gadis cantik yang tangannya tidak dilepas sedikitpun oleh Nathan.
Lambaian tangan seorang wanita dari kejauhan memberi isyarat keberadaannya direstoran tersebut.
Nathan membalas lambaian tangan sang mommy, ya Aurel sudah tiba lebih dulu bersama David. Karena mereka menginap ditempat yang sama.
"Sayang, itu mereka!" ucap Nathan pada Caca.
Caca tersenyum menanggapi ucapan Nathan dan mereka segera menghampiri dua orang yang sudah datang dari jauh hanya untuk menemui dirinya, rasa tersanjung sudah pasti ia rasakan. Caca menarik napas panjang untuk membuang semua rasa tidak nyaman dihatinya.
Kini ia melangkah dengan percaya diri sambil menggandeng lengan Nathan.
"Hi son! I miss you so much!"
"Hayy putraku! aku sangat merindukanmu!"
David memeluk putra yang ia rindukan.
Setelah melepas pelukan daddy-nya Nathan pun segera memeluk sang mommy.
"Mommy! how are you mom?!"
__ADS_1
"Mam! apa kabar mu mam?!" Nathan menyapa Aurel.
Caca masih berdiri dengan senyum manis yang tidak berhenti mengembang, membiarkan keluarga tersebut menghilangkan rasa rindu mereka.
"I good Nath!"
"aku baik Nath!" cup..cup.. Aurel mencium kedua pipi putranya.
Setelah selesai cipika cipiki dengan Nathan, Aurel melihat sosok gadis cantik disebelah putranya.
"Hello girl, you so beautiful!" Aurel menangkup kedua pipi Caca dan mencium pipinya. "Siapa namamu? tanya Aurel memegang kedua bahu Caca.
"Saya Delisha tante!" you can call me Caca" setelah menjawab pertanyaan Aurel lalu Caca menyalami tangan David.
"Mereka bisa bahasa Indonesia" ucap Nathan pada Caca, padahal tidak masalah bagi Caca walaupun mereka menggunakan bahasa Inggris, Caca pasti bisa mengikuti percakapan mereka.
"Silahkan duduk!" ujar David mempersilahkan calon menantunya dan juga putranya.
Tidak lama mereka saling menyapa sekedar menanyakan kabar dan aktifitas masing-masing, makanan yang telah dipesan oleh kedua orang tua Nathan pun dihidangkan.
Saling bersenda gurau dan tertawa bersama sambil menikmati hidangan, dan akhir dari makan malam itu adalah acara yang akan dilaksanakan oleh keluarga Nathan yang meminta untuk berkenalan dengan calon besan mereka, keluarga Caca.
Dan semua akan diatur oleh Nathan, ia tidak ingin membuang waktu. Semua ditetapkan oleh Nathan malam itu juga, lusa Nathan akan membooking restoran ternama untuk mempertemukan dua keluarga agar saling mengenal dan membicarakan acara lamaran.
♥️♥️♥️
Nathan menjemput Caca lebih awal menuju apartemennya, gaun yang Nathan pesan baru diantar oleh pihak butik tadi malam ke apartemennya. Sebenarnya ia akan mengantarkannya malam itu juga, namun ia terlalu lelah karena pekerjaan dikantornya.
Ia sudah menyiapkan gaun untuk gadisnya kenakan siang ini, "Kenapa bajunya nggak dibawa kerumah aja mas?!" protes Caca.
"Nggak apa-apa, mas sekalian minta tolong kamu buat pilihkan baju yang akan mas pakai siang ini" sahut Nathan.
"Hmm..udah mulai manja nih?!" jawab Caca.
Sebenarnya bukan itu alasan Nathan, ia mau membelikan bingkisan untuk bunda Lisa dan juga mommy Aurel. Maka dari itu ia ingin Caca yang memilihkan nya.
•
•
•
__ADS_1
Caca memilih dua buket bunga Lily untuk kedua pihak keluarga dan juga sebuah dompet cantik berlapis bahan batik khas Indonesia dengan hiasan mute dan juga manik-manik.
♥️♥️♥️
Setiba di apartemen Nathan, mereka segera bersiap-siap. "Yaang....Mas mandi dulu ya?!"
ucap Nathan langsung menuju kamar mandi didalam kamarnya.
"Jangan lama-lama loh mas! nanti kita terlambat, kan nggak enak kalau orang tua kita yang tiba duluan!" Caca berpikir kedua keluarga mereka belum saling kenal, jadi ia agak khawatir.
"Ia. sayang....tolong siapin baju mas ya?!" Nathan dengan sopan meminta Caca menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan siang ini.
Sambil menunggu Nathan mandi Caca mengenakan gaun warna peach yang sudah tergantung di dalam kamar Nathan. Tampaknya ia kesulitan memasangkan resleting di bagian belakang gaunnya.
Klek..suara pintu kamar mandi terbuka, Nathan keluar dengan balutan handuk berwarna putih di pinggangnya.
"Yaang?? baju mas mana?!" tanya Nathan pada Caca ketika baru saja keluar dari kamar mandi.
"Itu disan___" Caca langsung menutup wajahnya, kalimat nya terputus karena ia terkejut melihat Nathan bertelanjang dada dan hanya mengenakan balutan handuk menutupi pusat tubuh laki-laki dengan proporsi hampir sempurna. "Mas!! maluuuu!"
ucap Caca masih dengan wajah tertutup telapak tangannya.
"Haah??!" Nathan bingung dengan sikap Caca, ia lupa bahwa penampilan nya saat ini membuat gadisnya malu. "Ohh??! itu kamu juga bajunya terbuka!" sahut Nathan mengingatkan Caca yang belum memasangkan resleting, tepatnya sihh menggoda Caca.
"Ihh...Tangan aku nggak nyampe mas! mending mas pake baju dulu deh" Caca masih menutup matanya.
"Ia, nggak usah malu gitu dong, nanti juga ini buat kamu yaang!" sahut Nathan dengan santai tanpa dosa sambil mengenakan kemeja yang sudah dipilih oleh kekasihnya.
Penciuman Caca merasakan aroma khas tubuh Nathan yang membuatnya terlihat lebih macho, padahal Caca belum membuka matanya. "Sudah, sekarang buka matanya!" ujar Nathan seraya memasang resleting digaun bagian belakang gadisnya tersebut.
Kini tubuh mereka berhimpitan, posisi mereka seperti sedang berpelukan karena Nathan memasang resleting dengan melingkarkan kedua tangannya dari bagian depan tubuh Caca. Secara tidak sengaja memang mereka berpelukan.
Nathan menjauhkan sedikit wajahnya setelah resleting terpasang, ia menatap kekasihnya. "Kamu cantik!" ucap Nathan pada Caca dan ucapan itu berhasil membuat Caca tersipu dan tidak bisa berkata-kata.
Nathan mengangkat dagu Caca dengan jari telunjuk, wajah Caca menengadah. Mata kedua insan itu kini saling bertatapan, Nathan mengecup lembut bibir kekasihnya. Ciuman yang membuat Caca penasaran, mungkin inilah ciuman pertama yang Caca rasakan dengan sadar.
♥️♥️♥️
Like
Komen
__ADS_1
Vote
Hanya tiga kata itu yang bisa Othor ucapkan.