
Happy Reading buat kalian readers kyu😍
♥️♥️♥️
Karena kejadian yang terjadi pada menantunya, mamah Rena memutuskan untuk menginap dirumah Devo sampai Lisa melahirkan.
Datang ke kediaman putranya membawa satu koper berisi beberapa setel pakaian ganti.
"Pokoknya mamah akan menginap disini sampai Lisa melahirkan" ucap mamah Rena ketika Devo memprotes sikap mamahnya yang terlalu berlebihan menurutnya.
"Mamah tenang aja, lagian aku udah nyuruh Afi untuk tinggal disini beberapa hari sampai Lisa melahirkan"
"Udah deh.. pokoknya mamah yang bakalan jagain dan nungguin kelahiran cucu mamah!"
mamah Rena makin memaksa untuk tetap tinggal.
Tapi perdebatan itu tidak berlangsung lama karena kedatangan Afi ke kediaman Devo.
"Haayy tante,,,apa kabar?" sapa Afi begitu melihat mamah Rena berada dikediaman bosnya.
"Kabar tante baik Fi, kamu sendiri gimana?"
"Masih tetep tan!" jawab Afi ambigu dan berhasil membuat mamah Rena dan juga Devo bingung mendengarnya.
"Hemm?? maksud lo tetep apaan broo?!" tanya Devo penasaran.
"Iya, mamah juga bingung. Apaan maksudnya siie nih anak?!" mamah Rena ikut berkomentar.
"Iya tan! tetep pengen buru-buru nikah sama bebeib aku"
"Ohh... kayaknya udah nggak sabaran yaa?!" mamah Rena menggoda Afi.
"Gara-gara dia nih Tan!" Afi menunjuk Devo.
"Diihh?? lo yang kebelet kawin malah nyalahin gue?!" Devo mengomel.
"Emang elo kan yang suka pamer-pamer kemesraan depan gue?!"
"Oohh...ada yang kepengen toh!!" Devo justru makin meledek Afi.
"Lebih baik kita makan dulu yuk!" akhirnya Lisa melerai perdebatan unfaedah tersebut.
♥️♥️♥️
Malam ini kediaman Devo memang agak berbeda seperti malam-malam sebelumnya, lebih ramai karena gelak tawa Afi dan Devo, membicarakan masalah pekerjaan hingga masalah yang tidak penting.
Sedangkan mamah Rena kini sudah berada dikamar Lisa, bersenda gurau sambil mengecek keperluan yang akan dibawa mereka kerumah sakit pada saat melahirkan nanti.
"Kamu sudah mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa kan Lis?"
__ADS_1
"Sudah mah kemarin, dibantu sama Nani"
"Hoo..ok kalo gitu berarti semua sudah beres ya?! sekarang kamu istirahat supaya nanti banyak tenaga"
Baru saja berbaring beberapa menit, Devo masuk ke kamar hendak beristirahat dan melihat sang mamah dan istri tercinta sedang berbaring dan hendak memejamkan matanya.
"Lohh kok?" ucap Devo singkat. "Aku tidur dimana dong??" tanya Devo pada dua perempuan dihadapannya.
Namun sepertinya kedua perempuan itu tidak ada yang berniat menjawab.
Kalau Lisa sudah pasti akan langsung menurut saja dengan mamah Rena mertuanya yang baik hati, tapi tidak dengan Devo.
"Mah?? kok gini sih?!" Devo merengek pada mamah Rena layaknya seorang anak kecil yang menginginkan sesuatu.
"Ya ampun... kenapa sih Dev? udah malam berisik banget?!" jawab mamah Rena tanpa merasa bersalah.
"Kalau mamah tidur dikamar aku, trus aku tidurnya dimana?!"
"Perasaan kamar dirumah ini kan banyak Dev, kok jadi repot bener sih?!" mamah Rena tetap tidak mau mengalah.
"Bukan masalah kamarnya mah, tapi aku mau tidur disamping Lisa"
"Husst... itung-itung latihan puasa, jadi nanti kamu nggak kaget kalo lama nggak dapet jatah kunjungan"
"Tuhh kan?? maka dari itu mah aku mau puas-puasin dulu sebelum puasa"
"Ya ampun ini anak!"
"Ayah kok nggak mau ngalah sih sama mamah?!"
Devo terus saja merengek pada istrinya, berharap mamah rena mau ke merubah pikirannya. Dan tentu saja tidak berhasil, devo terpaksa tidur dikamar tamu.
Dan bukan Devo namanya kalau tidak punya banyak akal, hingga tengah malam matanya belum juga mau terpejam. Mencoba menemui Afi yang juga sedang tidur dikamar tamu yang bersebelahan dengan kamar yang ia tempati malam ini, namun hasilnya nihil, Afi sudah tidak terlelap.
Kembali ke kamar dengan langkah tak bersemangat, tiba-tiba akalnya berpikir secara cemerlang. Mendatangi kembali kamar Lisa, berjalan mengendap-endap seperti pencuri Devo membangunkan Lisa tanpa suara. Ia menggoyang-goyangkan lengan istrinya, mencium kening dan pipinya namun lisa belum juga terbangun.
Tanpa pikir panjang Devo menggendong Lisa menuju kamar tamu. Menuruni anak tangga Tiba-tiba saja Lisa terbangun karena merasa seperti mimpi melayang diudara.
" Ayah?? kita mau di kemana??" tanya Lisa dengan suara serak dan mata yang tidak terbuka dengan sempurna.
"Husst, jangan berisik. Nanti mamah bangun"
bisik Devo.
Lisa mulai celingak-celinguk, kini matanya sudah terbuka lebar. Ia tidak tahu apa sedang direncanakan oleh suaminya. "Kita mau kemana?" bisik Lisa.
"Bunda tidur dikamar tamu bareng ayah ya?!"
"Mamah??" tanya Lisa sangat singkat.
__ADS_1
"Mamah tidur, biarin aja"
♥️♥️♥️
Saat mamah Rena terbangun, betapa kagetnya ia tidak melihat keberadaan menantu yang tidur disampingnya. Ia langsung berasumsi bahwa Lisa sudah dibawa ke kerumah sakit karena hendak melahirkan.
Berlari keluar kamar dan memanggil orang-orang yang ada dirumah putranya.
Akibat ulah Devo pagi ini mamah Rena membuat seisi rumah heboh, Afi pun ikut terbangun karena kaget mendengar teriakan mamah Rena.
"Fi???!! Afi???!!....Bu Sanih???!!...Nani??!" semua nama dipanggil.
"Kenapa Tan?!" Afi setengah berlari kecil menghampiri mamah Rena.
"Lisa sudah melahirkan?!"
"Hahh??! kapan??!" tanya Afi dengan wajah bingung.
Ia berpikir kehadirannya disini kan untuk membantu bosnya bersiaga membawa istrinya ketika perut besarnya mengalami kontraksi. Tapi kenapa Devo tidak ada membangunkannya saat Lisa melahirkan?
"Ada apa nyonya?" Bu Sanih pun menghampiri mamah Rena dengan tergopoh-gopoh disusul Nani dan mang Didin. Kebetulan semua itu penghuni rumah masih lengkap mengingat sekarang masih jam stengah enam pagi.
"Lohh??" mamah dan Rena terheran-heran dan membulatkan mulutnya ketika Devo melihat semuanya kumpul kecuali Devo dan Lisa. "Lisa mana?!" tanya mamah Rena pada semua orang dihadapannya.
"Bukanya masih ada dikamar Nya (maksudnya nyonya) ucap Devo hi Sanih sambil menunjuk kamar majikannya dilantai dua dengan ibu jarinya.
Mamah Rena makin bingung, tanpa menunggu lama, ia langsung menuju kamar tamu yang ditempati oleh Devo.
Membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci, semalam Devo kesulitan untuk mengunci pintu, kedua tangannya sibuk menggendong Lisa. Jadi ia hanya menutup pintu dengan sebelah kakinya.
"Ya ampun ini anak bikin orang tua panik aja deh?"
Ternyata orang yang dicari-cari sedang asik tidur, Devo memeluk istrinya dari belakang.
"Bangun!!" ucap mamah Rena mengangetkan keduanya.
"Mamah??! ngagetin aja deh!" jawab Devo.
Lisa beranjak dari tidurnya, duduk dengan wajah bingung, "Mah?" ucapnya.
"Kalian yang ngagetin mamah! pindah nggak bilang-bilang kamu Lis!" mamah Rena memarahi Lisa.
"Aku diculik mah!" jawab Lisa polos.
"Diculik?! jangan asal bicara Lis! untung aja mamah nggak jantungan!"
"Kakak yang bawa aku mah, maaf ya mah"
"Maaf mah! aku yang salah, semalem aku nggak bisa tidur mah. Jadi aku bawa aja Lisa kesini, mau pamit sama mamah tapi mamahnya tidur pules banget"
__ADS_1
Devo dan Lisa meminta maaf karena sudah benar-benar membuat sang mamah kaget dan bingung luar biasa, terlihat dari wajahnya yang terlihat tegang.
🧕 Kalian berdua tuh bener-bener deh bikin orang tua panik aja!!😠😠