
Happy Reading genks 😍
♥️♥️♥️
"Yaang....mas kangen." Nathan segera menghubungi Caca ketika ia tiba dikantor. Hari ini pertama kalinya Nathan tidak melihat kekasihnya dikantor.
Caca yang pagi itu sedang bersiap berangkat ke kampus tergelak menertawakan lelakinya tersebut, "ya ampun mas??? baru tadi malem kita ketemu, masa udah kangen sihh?! pasti cuma mau gombalin aku doang kan?!"
"Iya, masa mas bohong sih" Nathan meyakini Caca."
"Ya kalau mas beneran kangen sama aku, kesini dong?!" Caca mulai menggoda Nathan.
"Sabar yaa...nanti sore mas kesana, mau ketemu om dan tante."
"Mau ngapain mas?!" Caca bertanya dengan polosnya.
"Ya mau minta anaknya lahh!!"
Caca terdiam diseberang sana, ia benar-benar sedang mencerna ucapan kekasihnya.
"Sayaang??? Caca??"
"Heehh?? iya"
"Kok diem aja?! kamu nggak suka?!"
"Bukan gitu mas, aku kan masih kuliah. Kalau ayah nggak setuju gimana?" Caca nampak ragu.
"Belum dicoba kok sudah nyerah!" sahut Nathan.
🧕 Naahh ini yang Othor suka dari si ganteng, percaya diri nya itu lohh!!
👨👩👧👦 Tetep aja dia gak mau sama lo Thor 🤭
🧕 Nggak usah ngeledek dehh!!
♥️♥️♥️
Setelah menceritakan segala sesuatunya pada Caca, kini tugas Nathan berikutnya adalah meminta ijin pada Devo dan juga Lisa untuk mengenalkan Putri mereka pada mommy dan daddy nya.
Nathan tidak pernah menunda waktu, sepulang bekerja ia langsung menuju kediaman Caca.
"Om..tante..ada yang hendak saya bicarakan."
"Ohh,,, silahkan nak" Devo mempersilahkan Nathan untuk duduk dan menjelaskan tujuannya.
Setelah semua duduk santai, Devo dan Lisa duduk bersebelahan. Sedangkan Caca dan Nathan duduk dihadapan mereka, Caca tampak agak tegang. Ia khawatir jika jawaban kedua orangtuanya akan membuat Nathan kecewa.
Devo membuka percakapan, "Ada apa? kok kalian kelihatan tegang sekali?! kenapa Ca?!" wajah Devo mengarah ke Caca, ia segera meminta penjelasan pada putrinya
Nathan langsung mengambil alih pertanyaan calon ayah mertuanya.
"Saya mohon ijin untuk mengenalkan Caca dengan mommy dan daddy saya om."
__ADS_1
Akhirnya terucap juga peryataan dari mulut Nathan. Kini hatinya terasa lega, namun ia masih ketar ketir dengan jawaban Devo.
"Silahkan saja, memang nak Nathan benar serius dengan anak Om?" tanya Devo, karena biasanya jika seorang pria mengenalkan wanita yang sedang dekat dengannya pasti berniat serius dengan wanita tersebut.
"Iya Om, saya mau melamar Caca" ucap Nathan dengan penuh ketegasan dan juga percaya diri.
"Haahh?!" Lisa terperangah dengan ucapan Nathan barusan, "kamu serius?!" tanya Lisa.
"Iya tante! orangtua saya minguu depan akan ke Jakarta menemui om dan tante" Nathan menjelaskan.
"Caca bagaimana?!" Lisa menegaskan, ia khawatir Caca akan terkejut dengan penjelasan Nathan.
"Saya sudah bicarakan dengan Caca"
"Lohh?? kok Caca nggak cerita sama kita ya Yah?!" justru sekarang Lisa yang terkejut dengan penuturan Nathan.
Caca tertunduk, ia tersipu namun juga khawatir. "Maaf bun, aku pikir nggak akan secepat ini?"
"Maaf tante..om...semua inisiatif saya" Nathan tidak ingin Caca disalahkan oleh orangtuanya.
Sebenarnya Devo dan Lisa agak terkejut dengan rencana Nathan, apalagi sepertinya Caca sudah mengetahui dan seakan setuju dengan rencana kekasihnya tersebut.
"Bagaimana bun?!" tanya Devo memastikan kepada isterinya.
"Ya kalau Bunda terserah anaknya, bagaimana Ca? kamu benar setuju dengan rencana nak Nathan?!" Lisa sekali lagi bertanya tentang jawaban putrinya.
Caca menoleh ke arah Nathan, ia seperti meminta dukungan dalam kebimbangannya.
Nathan mengangguk memberikan keyakinan pada Caca walau tanpa kata.
"Ya sudah, kalau Caca sudah setuju, bunda dan ayah mengikuti saja."
Jawaban Lisa membuat hati Nathan senang bukan main, ternyata permintaannya disetujui oleh keluarga Caca.
•
•
•
Pembicaraan yang cukup menegangkan sudah terlewati, Nathan mengajak Caca untuk keluar sekedar makan dan minum kopi di kedai langganannya.
"Makasih ya sayang, kamu sudah bantu mas menghadap Om dan Tante" Nathan menggenggam kedua tangan Caca.
"Mas??" Caca memanggil manja kekasihnya.
"Hhmm...kenapa Ca?"
"Sebenarnya__aku takut mas!"
"Lohh kok?! takut kenapa?! om dan Tante kan sudah setuju" tanya Nathan penasaran.
"Kuliah aku gimana?! aku kan belum skripsi"
__ADS_1
"Nggak ada masalah, kan kamu masih bisa tetap lanjutin skripsi kamu"
"Memang mas beneran serius mau jadiin aku istri?! sepertinya aku belum siap deh mas!"
"Masalahnya apa sayang?"
"Aku nggak bisa masak, terus aku nggak bisa ngurus rumah, terus aku juga nggak bisa___" Caca belum menyelesaikan kalimatnya namun Nathan memotong ucapannya.
"Mas mau kamu jadi istrinya mas, bukan asisten rumah tangga! mas punya uang buat bayar orang untuk semua pekerjaan yang kamu sebutkan tadi! yang paling penting kamu bisa jadi pendamping mas dan kita bisa hidup bersama. Paham??!!"
"Tapiii___??"
"Nggak pake tapi-tapian. Yang terpenting kamu mau kan jadi istri mas?"
Caca mengangguk, ia tidak habis pikir laki-laki yang ada dihadapannya saat ini sangat baik.
Ia akan menjadi wanita paling beruntung jika mempunyai suami seperti Nathan. Dan betapa bodohnya jika ia menolak pinangan dari laki-laki yang kini ia sayangi.
♥️♥️♥️
Waktu berlalu begitu cepat, namun tidak bagi Nathan. Ia tidak sabar untuk segera membawa Caca kehadapan mommy dan daddy nya. Padahal besok siang David dan Aurel pasti akan tiba di Jakarta sesuai jadwal penerbangan.
"Mom?? where you want to stay in Jakarta?!
at my apartemen or hotel?"
"Mam?? Dimana kalian akan tinggal selama di Jakarta? di apartemenku atau di hotel?"
Nathan hendak mempersiapkan tempat untuk kedua orang tuanya tinggal selama mereka di Jakarta.
"Relax Nath! your daddy and me will stay at hotel."
"Santai Nath! ayahmu dan aku akan tinggal di hotel."
"Ok mom, I will come with my girl to hotel tommorow."
"Oke mam, aku akan bawa gadisku besok ke hotel."
•
•
•
Saat yang dinanti tiba, malam ini Nathan menjemput Caca untuk dinner bersama kedua orangtuanya yang siang tadi baru tiba di Jakarta. Nathan bukan tipe laki-laki yang menunda-nunda sesuatu, apalagi itu menyangkut hidupnya.
Caca malam ini tampak cantik dengan balutan dress berwarna krem, ia membiarkan rambut panjangnya tergerai. Dengan sapuan make up yang cukup natural membuat Caca terlihat cantik alami hingga membuat Nathan terpukau dengan kecantikan gadisnya.
"Om..tante..kami pamit dulu."
"Iya nak, salam pada kedua orangtuamu ya?!" pesan bunda Lisa ketika menyalami sepasang kekasih yang terlihat sangat serasi tersebut.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Pertemuan diadakan di restoran hotel tempat Aurel dan David menginap, Caca berjalan dengan percaya diri menggandeng lengan kekar sang kekasih. Mereka hendak meminta restu untuk hubungan yang baru saja berjalan dua bulan. Terlalu dini memang jika dilihat dari masa perkenalan hingga saat ini.
♥️♥️♥️