Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 139


__ADS_3

Happy reading genks


❤️❤️❤️


Setelah supir keluarga Devo mengantarkan koper yang berisi pakaian Caca ke kamar hotel tempat pengantin baru memadu kasih, akhirnya perempuan yang kini berstatus nyonya Nathan dapat tersenyum lega karena bisa mengenakan underwear dengan lengkap.


Namun kendalanya masih tetap dengan gangguan dari Leo yang masih penasaran dengan sang kakak ipar.


"Derrrtt....derrtt..." suara ponsel Nathan bergetar di atas nakas.


"Mas ponselnya bunyi" ucap Caca.


"Biarin!! ganggu orang aja!!" jawab Nathan agak kesal. Nathan masih merasa sangat nyaman merebahkan kepalanya diatas pangkuan Caca.


"Jawab dulu dong mas, barangkali penting mas. Siapa yang mau ganggu pengantin baru kalau bukan karena hal penting." Caca berusaha mengingatkan suaminya.


Setelah melihat nama yang tertera dilayar ponsel Nathan mengomel, "ini anak gangguin aja!"


"Ya?! ada apa?!" jawab Nathan pada Leo. Ya, Leo masih penasaran ingin menemui Caca. Ia terus saja mengganggu abang dan kakak iparnya demi mendapatkan nomor ponsel perempuan yang menggelayuti pikiran nya sejak tadi malam.


"Bang ?! gue ke kamar lo ya?! Lo udah kelar kan??!"


Haahh??! pertanyaan macam apa itu?! seperti nya kalimat itu bisa menjadi bumerang buat Leo.


"Iya!! Lo ganggu banget!" jawaban lugas keluar dari mulut sang abang.


"Siapa??" tanya Caca pada suaminya dengan suara nyaris tak terdengar, hanya gerak bibir saja yang terlihat.


"Please bang?! gue kesitu ya?! sebentar aja kok. Bener deh sebentar doang, abis itu gue gak ganggu kalian lagi dehh. Lagian kalian kan sore ini mau otw honeymoon"


"Ya udah, cepet. pokoknya gue tunggu 5 menit lagi. Kalau Lo gak muncul, batal!!!" Nathan mengancam dengan kalimat barusan.


"Ting...tong..." suara bel kamar berbunyi sesaat setelah Nathan menutup ponselnya. Ternyata Leo menghubungi Nathan dari depan kamar hotel.


Kelakuan Leo memang benar-benar mengganggu,,tapi tetap saja Nathan menyayangi adik sambung satu-satunya itu.


❤️❤️❤️


Dengan kegigihan Leo akhirnya ia mendapatkan nomor ponsel Dini dari Caca. Tapi sebelum itu tentu saja Nathan dan Caca mengejek Leo habis-habisan, dan Leo hanya bisa menerima ejekan sepasang pengantin baru itu karena ia sadar sikapnya terhadap Dini memang agak keterlaluan diawal pertemuan mereka.


Nomor ponsel yang baru saja Leo dapatkan tidak di sia-siakan oleh nya. Segera melangkah ke cafetaria hotel, Leo mengirimkan pesan singkat pada Dini.


"****Dini....pulang gue anter ya****?!" bunyi pesan singkat Leo untuk Dini.


Hanya semenit kemudian pesan masuk di ponsel Leo, yang ternyata balasan dari Dini. Leo senyum sumringah, ia tak menyangka kalau Dini akan merespon pesannya dengan cepat.

__ADS_1


"Maaf mas, gue gak pesen ojek! salah sambung!!"


Jawaban Dini dingin dan tajam, senyum Leo sekejap saja berubah. Wajahnya agak murung, tapi Leo tidak putus asa. Ia langsung menghubungi ponsel Dini.


"Tuuuttt.....tuuuttt..." suara nada tunggu di ponsel Leo, Dini tak juga menjawab panggilan Leo.


"Din, gue Leo. Angkat dong telepon dari gue" isi pesan singkat Leo berikut nya.


Seperti nya Dini tidak berniat untuk membalas pesan itu.


🧕 Mangkanya Le.... Lo sama cewek jangan galak, kena batunya dehh.


🕺 Bantuin ya Thor,,pleasee....


🧕 Othor gak janji ya mas brooo


❤️❤️❤️


Sore ini Nathan dan Caca akan berbulan madu, mereka pergi hanya berdua tanpa ada yang boleh ikut serta. Nathan tidak mau ada seorang pun keluarga ataupun teman yang akan merusak acara dirinya memadu kasih dengan istri tercinta.


Sore ini semua yang menginap di hotel tempat dilaksanakannya resepsi pernikahan Caca dan Nathan bubar, mereka semua pulang kerumah masing-masing. Termasuk mommy Aurel dan juga daddy David, mereka kembali ke Singapura.


Begitu juga dengan Dini, ia pulang diantar oleh Seno. Seperti nya pertemanan mereka akan berlanjut, tentu saja Leo yang menyaksikan Dini saat masuk ke mobil Seno terlihat cemburu.


"Pantas saja dia gak mau gue anter, gak taunya dianter si Seno!" Leo terus saja menggerutu sambil menyetir mobil sport miliknya kembali ke apartemen.


❤️❤️❤️


"Yah?? bunda rasanya plong banget deh bisa mendampingi anak kita ke meja penghulu, tugas kita sekarang hanya mendoakan mereka"


"Iya Bun, ayah bersyukur putri kita mendapatkan laki-laki yang bertanggung jawab seperti Nathan. semoga mereka berdua bisa mengarungi bahtera rumah tangga dengan tentram"


"Aamiin..." Lisa mengaminkan perkataan Devo.


"Seperti kita ya Bun?!" jawab Devo. "Jadi inget waktu ayah nikahin bunda" Devo tersenyum mengingat kenangan bersama Lisa.


"Apa sih ayah?!! udah dehh!!" jawab Lisa tersipu malu.


Candaan keduanya membuat supir yang sedang mengemudi tersenyum sambil melirik kaca spion yang ada di hadapannya. "Jadi inget waktu muda ya pak" celetuk sang supir.


"iya, dulu saya itu ngejar ibu sampe kemana-mana. Tapi untungnya dapet juga"


Devo menceritakan secuil kisah cinta nya dengan Lisa.


"iihh ayah,,,udah ahh..bunda malu kalo inget masa itu"

__ADS_1


"Lohh??! kenapa harus malu?! itu kan bukti perjuangan ayah untuk dapetin Bunda"


" Iya..iya... Bunda tau kok semua perjuangan dan pengorbanan ayah. Mangkanya Bunda sayang banget sama ayah"


"Ohh iya,,,anak bujang kita mana Bun?"


"Tadi sihh katanya mau pulang bareng sama Rike" jawab Lisa.


"Tumben?? biasanya Rike dan Dini selalu barengan kan bun?!"


"Iya, tadi Tama bilang Dini pulang bareng samaaaa....aduh siapa tadi namanya yaa?? bunda lupa yah! itu lohh sepupunya Nathan."


Yang dimaksud Lisa adalah Seno, ia mencoba mengingat nama itu namun tidak berhasil.


"Ohh....ya sudah, biarlah itu urusan anak muda" Devo memaklumi polah tingkah remaja jaman sekarang. Mereka menghabiskan waktu perjalanan pulang dengan obrolan mengenai kedua anaknya.


❤️❤️❤️


"Mbak?? Lo kenapa gak pulang bareng Dini?" tanya Tama pada Rike.


"Kenapa Tam?! kamu gak rela nganterin mbak pulang?!" sahut Rike.


"Bukan...bukan gitu mbak, kan biasanya kalian udah kayak anak kembar siam... kemana-mana selalu berdua, gue cuma penasaran aja. Kalian gak lagi berantem kan??!!!" tanya Tama makin penasaran.


"Ya nggak lahh,,,gak ada angin gak ada ujan kenapa harus marahan, mbak sama Dini baik-baik aja kok. Cuma mbak gak mau jadi nyamuk Tam?" Rike mulai menjelaskan.


"Waduuhh...kok gue makin gak ngerti yaa"


Tama terus saja bertanya sambil pandangan nya fokus pada kemudi.


"Ya secara gitu loh, Dini pulang di anter Seno. Terus kalo mbak ikut mobil mereka, yang ada mbak bakal di cuekin kayak nyamuk. Malah yang ada mbak ditepok lagi"


"Hahahahaaa....." Tama menertawakan Rike.


"Maklum aja Tam, namanya juga orang lagi pedekate"


tambah Rike menuntaskan rasa ingin tahu Tama.


❤️❤️❤️


Jangan lupa gaeesss....


Like....


Komen...

__ADS_1


Poin...


Vote....


__ADS_2