Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 89


__ADS_3

Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Sepanjang perjalanan Devo memikirkan bagaimana ia harus menjelaskan pada Lisa tentang kejadian tadi.


"Bun?? Bunda?? sayang??" setibanya dirumah Devo segera mencari keberadaan Lisa.


Hiks...hiks...hiks...Lisa sedang terisak di sudut ranjang kamar, sedangkan Shasya diajak bermain oleh Nani atas perintah Lisa.


Sejak menutup sambungan ponsel dengan Devo Lisa sudah tidak kuasa menahan emosi dan juga sedih. Ia sudah tidak fokus mengurus putrinya.


"Bunda??" Devo menghampiri dan memeluk istrinya, ia merasa bersalah karena sudah membuat Lisa menangis.


Lisa menepis pelukan Devo, "Kamu jahat kak!"


"Sayang, dengerin Ayah dulu dong?!"


"Dengerin apa? aku udah lihat sendiri! nggak usah kamu jelasin lagi!" Lisa bicara sambil terisak, pipinya sudah basah oleh air mata.


"Bunda kok ngomong nya gitu sih?? aku, kamu, kakak.. Ayah nggak suka dengernya! nggak sopan sama suami kayak gitu!"


"Emang kamu pikir aku suka liat kamu jalan berduaan sama Aurel?!"


"Tuhh kan masih aku kamu ngomongnya?!" Devo tidak menggubris keluhan Lisa.


"Udah deh kak, nggak usah bertele-tele!! aku serius!!" suara Lisa makin keras.


"Sstt Bunda ngomong nya keras banget, nanti anak kita denger loh Bun"


"Biarin! biar anak kamu tau kelakuan ayahnya! huu..huu..huuu..." tangisan Lisa makin terdengar.


"Ya ampun bun??? sini ayah jelasin, mangkanya dengerin dulu dong" Devo merangkul pundak Lisa untuk mengajaknya bicara tentang kebenaran kejadian tadi.


"Aku nggak perlu penjelasan kamu!" Lisa membentak Devo dan keluar kamar karena mendengar putrinya menangis untuk segera mengambil Shasya.


♥️♥️♥️


Hampir dua tahun berumah tangga dengan Devo, baru kali ini mereka bertengkar. Biasanya hanya pertengkaran kecil yang tak bermakna, namun kini tampaknya Lisa sangat marah dengan Devo.


Betapa tidak, tulisan dibalik foto tertulis kata-kata yang sama seperti yang tadi Aurel ucapkan di restoran. "Aku akan ambil apa yang pernah menjadi milikku" ditambah ada caption love ♥️ dibawah foto mereka yang sedang berpelukan. Ya suami dan mantan istrinya itu.


Wajar jika Lisa merasa cemburu dan takut jika Aurel benar-benar melakukan apa yang ia tuliskan pada Lisa.


Lisa hanya berpikir sepihak, ia tidak mendengarkan penjelasan dari suaminya.


"Bun? udah dong sayang...jangan ngambek terus, masa ayah dari tadi dicuekin sih! nggak ditawarin makan, nggak dibikinin kopi" Devo protes karena malam ini Lisa diam saja dikamar Shasya. Bakalan tidur sendirian nih, batin Devo gusar.


"Tadi kan udah ngopi bareng Aurel, ngapain minta kopi sama aku!" sahut Lisa ketus, Lisa bermain-main dengan Shasya tanpa memperdulikan Devo yang sedang mengajaknya bicara.


Merasa tidak diacuhkan oleh Lisa, akhirnya Devo berinisiatif menggoda putri kesayangannya, "dedek??? main sama ayah yuuk" Devo hendak mengambil Shasya yang sedang asik bermain di hadapan Lisa, namun Lisa dengan tanggap mengambil alih lebih dulu. Lisa menggendong Shasya dengan cepat, "kita tidur yukk dek?!" ucap Lisa.

__ADS_1


"Yuuk!!" Devo menjawab dengan cepat dan gembira.


"Bukan kamu!" jawab Lisa kasar sekali.


Devo hanya bisa mengelus dada mendapatkan perlakuan dari istrinya.


🧕 sabar ya Dev.


🤵 kok jadi gini ya Thor?


🧕 yahh namanya juga rumah tangga Dev, pasti ada bertengkar nya. Anggap aja bumbu-bumbu rumah tangga.


🤵 kalo begini mah mending nggak usah dibumbuin kali Thor. Repot nih, bakalan tidur sendirian dahh.


♥️♥️♥️


Ternyata benar dugaan Devo, tadi malam ia tidur sendirian. Lisa tidur dikamar putri mereka, selain box bayi dikamar Shasya


terdapat juga satu ranjang besar, cukuplah jika ditiduri untuk keluarga kecil mereka. Hanya saja Lisa mengunci pintu kamar Shasya, niat Devo ingin menyelinap masuk akhirnya gagal setelah begitu sulitnya menekan knop pintu kamar putrinya itu.


Pagi ini Devo sarapan tanpa obrolan, walaupun mereka saling berhadapan namun Lisa tidak berniat memulai perbincangan.


"Bun? Ayah mau bicara! bisa kan??" Devo mengalah untuk memulai bicara.


"Mau bicara apa?!" nada bicara Lisa masih ketus seperti kemarin.


"Ayah nggak mau kita begini gara-gara Aurel"


"Bunda!!!" Devo membentak Lisa, kesabarannya sejak kejadian kemarin sudah diluar batas. Ucapan Lisa barusan telah memancing emosi Devo.


Lisa mulai menangis lagi, tangisan tadi malam saja masih meninggalkan bengkak dimatanya. Kini ia sudah mulai menumpahkan air matanya lagi, Untung saja Shasya belum bangun. Jadi putri mereka tidak akan melihat perdebatan kedua orang tuanya.


"Dia mau ambil ayah dari Bunda!!huuu....huuu...." akhirnya Lisa menumpahkan segala yang membuat hatinya risau.


"Astaghfirullah Bun, kenapa pikiran Bunda bisa sejauh itu?!"


"Dia sendiri yang bilang!"


"Lihat aja sendiri!" Lisa memberikan amplop coklat yang kemarin ia dapat.


"Apa ini!" Devo langsung membuka amplop itu dengan kasar, ia penasaran dengan isinya.


Devo membanting beserta isinya yang ia sudah ia keluarkan, "kurang ajar Aurel! mau apa dia!"


"Dia mau ambil Ayah dari Bunda, dari Shasya!! huu...huu...huu..." sahut Lisa sambil sesenggukan, ia tidak bisa menghentikan tangisannya.


Pantas saja Lisa begitu marah padanya, ternyata Aurel memang sengaja melakukan ini semua agar rumah tangganya dengan Lisa goyah.


"Jadi pertemuan kemarin???" Devo menebak-nebak segala prasangka pada Aurel.


"Sayang, sini Ayah jelasin. Bunda tenang dulu"

__ADS_1


Devo menyuruh Lisa menghampiri dirinya.


Kali ini Lisa menurut pada suaminya, ia menghampiri Devo dan Devo menuntun istrinya untuk duduk di sofa ruang tengah.


Devo menjelaskan semua perihal pertemuan nya dengan Aurel.


"Tapi Bunda takut, hiks...hiks..." ujar Lisa.


"Apa yang Bunda takutkan?" Devo mengusap air mata Lisa dengan jarinya.


"Dulu Bunda yang ambil ayah dari Aurel, sekarang dia mau ambil Ayah dari Bunda. Huuu....huuu..." tangisan Lisa makin terdengar keras.


"Nggak ada yang bisa ambil Ayah dari Bunda dan dedek! Ayah sayang kalian" Devo menenangkan istrinya. "Sudah, jangan nangis lagi!"


"Bener kan Yah??!" Lisa bertanya ragu.


"Iyaa!" Devo mengangguk. "Sini peluk Ayah!" Devo melebarkan kedua tangannya.


"Janji ya Yah?!" ucap Lisa sambil memeluk suaminya, erat dan semakin erat.


"Jangan nangis lagi ya?! liat tuh mata bunda bengkak gara-gara nangis terus!" Devo menjauhkan bahu Lisa agar wajah mereka bisa bertatapan.


"Gara-gara kamu!" Lisa masih tidak terima.


"Tuh kan?? kamu...kamu...sama suami nggak sopan?" Devo mengomel seraya menciumi kedua mata istrinya.


"Maaf....." ucap Lisa malu.


"Mandi yukk?! mumpung dedek belum bangun" ajak Devo, kebetulan hari ini Sabtu dan waktunya mengajak putri mereka liburan.


"Mandi aja?? tanya Lisa polos.


"Emang Bunda tega?? liat tuh!" Devo mengarahkan matanya kebawah dan diikuti oleh mata Lisa yang juga sedang mengarah kesana.


Ternyata si Mr.P sejak tadi sudah tegak sempurna, "dari semalem nih Bun!" ujar Devo.


♥️♥️♥️


🧕 Babang Devo, lo mahh nggak mau rugi yaak.


🤵 ssstt...🤫🤫jangan buka kartu dong Thor.


♥️♥️♥️


Author mau ngambek juga ahh kayak Lisa, minta komen nya 10 suara ya untuk episode ini, baru deh author lanjut lagi ke episode yang lebih seru...kalian kangen gak sih sama genk somplak??


Hadeehh... author kenapa siie curhat gak jelas gini 🤦


Wokeh genks..jangan lupa jempol nya dong 😘 😘


Like n komen pastinya selalu kutunggu.

__ADS_1


__ADS_2