
Maap ya genks..bukan nya lama, tapi ini juga pake perjuangan buat nulis..rebutan hp dulu ini ma bocah... lahh napa author jadi curhat begini, jatoh dahh harga diri author...wkwkwkk..
wokeh,, smoga kalian sehat-sehat semua yaak.😘
❤️❤️❤️
"Sayang..." Devo menghampiri Lisa hendak memeluk dan melepas rasa rindu setelah sekian bulan tidak bertemu.
Namun Lisa justru berlindung dibalik badan tegap pak polisi. "Lis, kita pulang yukk" Devo mengulurkan tangannya.
"Enggak,,aku gak mau!!" ucapan Lisa membuat Devo kaget, Lisa menolaknya. "pak, tolongin saya pak!! saya enggak mau diculik lagi" Lisa mengadu pada polisi.
Ketiga polisi tidak berkomentar, mereka celingak-celinguk seperti anak kecil yang sedang bermain-main. Keributan mulai terdengar di kamar hotel.
"Siapa yang mau nyulik kamu sayang? kita pulang yukk?!" Devo tetap membujuk Lisa supaya ikut dengannya.
"Dia!!" tunjuk Lisa pada dua bodyguard berbadan besar itu.
"kok saya bos??" salah satu bodyguard itu tidak terima kalau dituduh menculik, ia bertanya dengan raut wajah bingung pada Devo.
"Oohh...jadi kamu yang udah nyulik aku?!!" Lisa mulai emosi karena melihat bertanya kearah Devo.
"Stop..stop... sebenarnya ibu ini diculik atau orang hilang ??" komandan berusaha melerai perdebatan disana.
"diculik" jawab Lisa
"kabur" sahut si bodyguard
"hilang" ujar Devo
Semua itu mereka ucapkan berbarengan.
"Jadi mana yang benar??!" tanya anak buah komandan.
Hayooo...pak polisi marah khaan... lagian siie kagak kompak jawabnya.
"Waduhh..maaf ya bapak-ibu, lebih baik masalah ini diselesaikan di lain tempat saja. Saya khawatir akan mengganggu kenyamanan pengunjung penginapan ini." ucap seorang karyawan yang sedari tadi menyaksikan adegan yang membingungkan itu.
Berani bener tuhh karyawan ngusir-ngusir polisi, ntar dapet surat tilang beruntun aja baru tau rasa dia... author gak ikut-ikutan ya pak polisi..piiss✌️
"Iyaa, lebih baik kita selesaikan dikantor polisi!"
Laahh kok polisi nya malah nurut siie,,mau aja disuruh-suruh..maap nih pak,, bukannya author manas-manasin pak polisi.
Dan mereka semua pun berangkat ke kantor polisi, namun Lisa tetap menggandeng tangan sang komandan.
Genks.. kebetulan banget komandan nya masih muda,,ganteng pula. Sukurin si Devo, cemburu dia hahaha...sorry ya Dev, bukannya author ngeledek nihh.
Lisa tidak mau satu mobil dengan Devo dan kedua orang yang pernah membawa paksa dirinya.
Aseeek... Lisa milih semobil sama komandan, selain lebih aman kan jadi bisa mencuri pandang ketampanan dari pelindung masyarakat itu.
Devo hanya bisa menuruti kemauan gadisnya, tidak masalah baginya yang penting Lisa-nya sudah ketemu.
__ADS_1
Enggak apa ya Dev,,sabar aja dulu. Jagoan mahh emang gituu, kalah dulu..menangnya mahh gak tau kapan. Ntar kalo udah gak sibuk author bantuin dehh.
❤️❤️❤️
Ditengah-tengah perjalanan menuju kantor polisi, perut Lisa mual. Morning sickness mulai menyerang, "ueeek...uekkk..." Lisa muntah didalam mobil polisi.
Yaa elahh..parah banget si Lisa, semobil sama cowok ganteng pake muntah.. author tepok jidat kalo bgini, bikin malu aja dahh.
Mobil polisi menepi mendadak dan diikuti oleh mobil Devo yang sedari tadi mengikuti dibelakangnya.
Lisa turun dengan tergesa, ueekk...ueekk...
Devo melihat keadaan nya dari dalam mobil pun ikut turun dan berlari menghampiri gadisnya.
"sayang, kamu kenapa??"
Tidak menggubris pertanyaan Devo, wajah Lisa mulai mengeluarkan keringat, tatapannya menjadi kuyu. Devo teringat yang dikatakan bi Inah.
"Pak, biar Lisa ikut mobil saya saja" pinta Devo pada komandan.
"Enggak !!" sahut Lisa dengan cepat.
"Biar ibu Lisa ikut mobil saya pak" jawab komandan dengan tegas.
❤️❤️❤️
Setibanya di kantor polisi, mereka melanjutkan perdebatan yang tadi belum selesai.
Mereka semua duduk dalam satu ruangan pemeriksaan, menghadap ke meja yang disebelah nya ada seorang juru ketik.
"Mereka pak" Lisa menunjuk pada kedua bodyguard.
"Lalu yang kabur siapa?" sekarang pertanyaan di tujukan pada kedua bodyguard.
"Non Lisa pak!" menunjuk kearah Lisa.
"Nah..yang pak Devo maksud hilang, siapa?" sekarang giliran Devo mendapat pertanyaan.
"Istri saya pak?" Devo menjawab mengarahkan telunjuknya ke Lisa.
"Saya bukan istrinya pak!" sahut Lisa jengkel.
Pak polisi geleng-geleng kepala, ternyata walau sudah berpindah tempat polisi-polisi disitu tetap bingung.
Emang iya pak,, author aja masih bingung nih..mending kita ngopi dulu kali ya pak biar gak oleng.
Kini Lisa seperti kehilangan tenaga karena morning sickness pagi ini.
"Sudah !! sekarang lebih baik selesaikan masalah kalian dirumah. Ini hanya kesalahan pahaman saja. Jadi mulai sekarang kasus ini saya tutup."
Tuuh kaan...kalian sihh bikin kesel polisi aja, kalo ditanya kagak pernah kompak jawabnya. Sekarang jadi diusir kaan..
Belum beranjak pergi, mereka masih menyelesaikan kesalahan pahaman yang tadi diucapkan pak komandan.
__ADS_1
"Sayang..kamu ikut aku pulang ya." pinta Devo membujuk Lisa dengan pantang menyerah.
Lisa hanya terdiam, ia menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau mengikuti kemauan lelaki yang pernah sangat ia cintai. Ia hanya mau hidup damai dengan bayinya kelak tanpa menggangu kehidupan orang lain lagi.
Apalagi jika ia ingat ancaman Aurel pada bayinya.
"Terus sekarang kamu mau pulang kemana?" tanya Devo seakan mengiku keinginan gadisnya untuk tidak ikut dengannya.
"Enggak tau, yang penting gak ikut kamu"
"Ya udah,, kalo gitu kamu ikut mereka aja" ucap Devo sambil mengarahkan wajahnya ke arah orang-orang besar itu.
"Enggak!!"
Devo menghela nafas, bersabar karena semua ini akibat kesalahannya, "Ya udah, kalo gak mau gak apa-apa kok. Aku nungguin kamu disini aja"
Beberapa menit kemudian Lisa beranjak keluar dari kantor polisi, Devo mengejar Lisa "sayang kamu mau kemana??"
Lisa tidak menjawab, Tuhan sudah menjawab doanya, kini ada rasa benci terhadap orang yang sudah menghamilinya.
Devo memerintahkan kedua pengawalnya untuk pergi, kini ia yang akan menjaga kekasihnya.
Badan Lisa berbalik ketika ia tahu kalau Devo masih mengikuti nya. "kamu ngapain ngikutin aku?!" pertanyaan tapi dengan nada kasar.
"Ikut kamu"
"Pergi sana!!" Lisa mengusir Devo.
Devo hanya terdiam, tidak ada ucapan yang keluar dari mulutnya.
"Sayang...aku laper"
"Masa bodo" jawaban Lisa semakin ketus.
"Kamu laper gak?"
"Enggak!!"
"Itu kasian bayi aku laper" menunjuk perut Lisa dengan jarak dua meter.
"Ngaku-ngaku !!" Lisa kesal Devo menyebut kata bayi aku.
Sekarang bilang bayi aku, kemarin-kemarin kemana aja. Percuma!! Lisa menggerutu dalam hati.
Devo tidak marah mendapatkan jawaban seperti itu dari bibir yang sangat ia suka.
Ia paham dengan segala rasa emosi yang Lisa luapkan. Mengingat penderitaan yang sudah ia alami tanpa ada dirinya disamping gadisnya itu.
❤️❤️❤️
like nya ya genks seperti biasa....yang banyak!!
terus komen nya juga tuhh..yang banyak!!
__ADS_1
ehh iyaa...vote nya juga... yang banyak!!
lop yu 😘😘😘