
Author masih berusaha ngatur waktu ya genks supaya bisa up 2 episode tiap hari..doakeun akyu sehat yaa...kalian semua juga jaga kesehatan yeeay.
Happy Reading 😘
♥️♥️♥️
Benar saja, ketika Devo sampai dilantai tempat food court berada. Istrinya sudah jadi tontonan orang banyak, Lisa menangis karena ini kali keduanya ia dipermalukan didepan umum oleh orang yang sama.
Devo menyingkirkan orang-orang yang sedang menyaksikan istri dan seorang perempuan yang hanya terdengar suaranya karena tertutup oleh kerumunan orang-orang disana.
Ya, Aurel yang sedang memaki-maki perempuan yang sedang mengandung anaknya di tengah kerumunan.
"Kurang ajar kamu Rel, kamu nggak berhak maki-maki istriku!" Devo melindungi Lisa di balik tubuh kekar miliknya.
"Hoo...kamu masih terus membela pelakor ini yaa!!"
"Jangan sembarangan bicara kamu Rel !!"
"Lohh,, kenyataannya memang begitu kan??"
"Kamu nggak usah sok suci Rel! dasar penipu!!"
Percekcokan antara kedua mantan pasangan suami istri itu pun tak luput dari tontonan orang-orang yang sedang makan. Sampai akhirnya security datang untuk mengamankan situasi disana.
Aurel meninggalkan tempat itu dengan wajah emosi, dan Lisa masih berusaha menghentikan tangisnya.
Devo memeluk istrinya yang masih sesenggukan, terus berusaha menenangkan Lisa. "sayang,, udah yaa" mengelus kepala istrinya.
"Makanannya mana??" tanya Devo mengalihkan kesedihan Lisa.
Lisa hanya menggelengkan kepalanya, "pulang..."
"Bunda nggak mau makan dulu?"
"Bunda mau pulang" Lisa menggelengkan kepalanya lagi.
Devo merangkul istrinya meninggalkan tempat itu, rencananya untuk belanja pun gagal.
"Belanjaannya mana pak" tanya mang Didin ketika membukakan pintu mobil untuk majikannya.
"Kita pulang mang!"
"Baik pak" mang Didin sebenarnya penasaran dengan keadaan majikan perempuannya, matanya sembab dan merah, masih ada sisa-sisa air mata diwajahnya.
Tetap memeluk istrinya agar tenang, Lisa merebahkan kepalanya dibahu suaminya.
"terus lipstiknya gimana?? beli disitu aja yuuk?" Devo menunjuk Depstore yang mereka lewati saat arah pulang.
Lisa menjawab dengan lesu, suaranya pelan.
"Nggak...mau pulang aja"
"Katanya istri ayah mau tampil cantik??!"
Devo masih menggoda istrinya, memancing untuk tertawa dan melupakan kejadian tadi.
"Nggak ayaaah.." ucap Lisa merengek.
__ADS_1
"Iya..iya.. nanti kita beli online aja yaa"
Mang Didin tersenyum melihat kelakuan pasutri dibelakangnya.
♥️♥️♥️
Langsung menuju kelantai atas dimana kamar mereka berada, Lisa menumpahkan semua air matanya yang sejak tadi ia tahan.
"Lohh kok nangis lagi?? udah dong sayang.. omongan Aurel nggak usah didengerin"
Lisa duduk dipinggir ranjang, "maafin bunda ya Yah... Bunda udah merusak rumah tangga ayah dan Aurel, hiks..hiks.. Bunda juga udah merusak kebahagiaan anak ayah,,hiks..hiks..
Bunda emang perempuan yang nggak punya hati...huhuhuhu" tangis Lisa makin pecah, ia terus saja menyalahi dirinya. Ia masih merasa bersalah dengan hancurnya rumah tangga suaminya dengan Aurel.
"Ya ampun sayaang,,,bundaa... dengerin ayah...semua nggak seperti yang Bunda duga"
"Tapi kenyataannya memang begitu kan Yah??! huhuhu.."
"Bunda mau dengerin ayah nggak?!!" suara Devo sangat tegas, hingga membuat tangis Lisa berhenti mendadak.
"Bunda tenang dulu, ayah jelasin yang sebenarnya"
Devo menceritakan semua keadaan yang sebenarnya, tidak ada yang ia tutup-tutupi, hingga membuat perasaan Lisa lebih tenang.
"Awww..."
"Kenapa bun?" Devo panik.
"Dedeknya nendang Bunda Yah"
"Heeyy,,dedek harus sayang bunda dong, kasian kan bundanya sakit tuhh" Devo mencium perut istrinya, ia mengajak bicara bayi yang masih didalam rahim Lisa "Bun dedeknya laper" Lisa tersenyum mendengar ucapan si ayah.
"Kan tadi Bunda nggak jadi makan? sekarang makan dulu yaa?! kesayangan ayah mau makan apa?"
"Bunda mau telur dadar ditaburi keju parut"
"Siap boss!" Devo menempelkan ujung ibu jari dan jari telunjuknya. "Ayah bil___" kalimat Devo terpotong oleh ucapan Lisa
"Ayah yang masak!"
"Hahh...kalo telor yang begitu ayah nggak bisa Bun! telor yang laen aja gimana?? yang lebih kenyal gituu??!" Devo menawarkan menu lain dengan tatapan genit.
"iihh...ayah!! vulgar banget siih!!"
"Lohh kok vulgar sihh, maksud ayah telor rebus Bun! atau bunda pengen telor yang itu aja??!"
"Aawww..." Lisa mencubit lengan suaminya yang terus saja menggoda hingga wajah Lisa merona.
"Ya udah,,ayah masakin, tapi ajarin ayah ya Bun?!"
♥️♥️♥️
"Bi, telor mana??" Devo sedang berada didapur, ia berusaha membuatkan makanan yang diinginkan Lisa.
"Ada pak"
"iya mana??"
__ADS_1
"Dikulkas" Bu Sanih menjawab pertanyaan majikannya dengan kata yang singkat, karena sebenarnya bi Sanih bingung dengan kelakuan sang majikan yang tiba-tiba masuk dapur.
"Bapak mau ngapain??"
"Ya masak lahh!! emang kalo didapur mau ngapain??!"
"Bukan begitu pak, maksud bibi bapak mau apa?? biar bibi masakin"
"oohh...iya bener. Bikinin telor dadar terus atasnya pake keju parut" Devo membisikkan perintahnya ditelinga bi Sanih.
Padahal tanpa berbisik pun Lisa tidak akan mendengar percakapan mereka, karena istrinya itu sedang berada diruang tengah meluruskan kakinya disofa sambil menonton drama Korea melalui saluran internasional.
"Siap pak" si bibi pun ikutan berbisik.
"Tapi nanti saya aja yang taburin kejunya ya bi?!"
Si bibi tersenyum geli, "oke pak..sip...dijamin telor dadar masakan bapak aman"
♥️♥️♥️
"Sayang, kamu udah USG lagi blom Lis?" tanya mamah Rena pada menantunya melalui sambungan ponsel.
Mamah Rena mengingatkan menantunya untuk memeriksakan kondisi cucunya.
"Dua Minggu lagi mah, nanti kalo sudah deket waktunya Lisa kabarin ya mah. Mamah mau ikut kan?"
"Ooh.. nggak kok Lis, nanti sama Devo aja ya periksanya?" kebetulan mamah nemenin papah ke Solo, mau cek pabrik batik disana.
♥️♥️♥️
"Ayah??"
"hhmm"
"Mamah selalu dampingi papah Kevin untuk urusan pekerjaan ya?"
Bukan hanya Lisa saja yang mempunyai pertanyaan seperti itu, tapi para karyawan yang lain juga bertanya-tanya. Hingga ada yang berasumsi kalau istri big bos nya itu cemburuan dan ada pula yang bilang kalau papah Kevin tipe suami takut istri. Dan masih banyak asumsi- asumsi para karyawan diperusahaan mereka.
"Dari dulu mereka memang begitu, kemana-mana selalu bareng. Papah nyari duit ngurusin kerjaan, trus mamah yang make duitnya, katanya sih itung-itung liburan. Lagian duit papah sih nggak bakalan abis kalo cuma buat liburan si mamah"
"Oooo...." Lisa membulatkan bibirnya.
"Kenapa Bun?? kok nanya gitu?"
"Nggak apa-apa, so sweet aja liatnya"
"Bunda mau kayak gitu?? bisa kok!! jadi asisten ayah aja yaa?! jadi kan kita kemana-mana bisa selalu berdua kayak mamah sama papah"
"Trus nanti dedeknya siapa yang jaga kalo bunda buntutin ayah kemana-mana?? Bunda pengennya ngurusin dedek sendiri. Nggak usah pake baby sitter"
"Jadi ayah cari asisten baru aja ya Bun?"
"Iya boleh,, tapi cowok!"
"heehh??? kenapa nggak cewek aja sih Bun?"
"cowok atau nggak usah pake asisten!!"
__ADS_1
♥️♥️♥️
jangan lupa komen n like nya yaaahhh😘😘