Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 49


__ADS_3

Haayy... gimana kabar kalian genks..


semoga kita semua sehat-sehat yaa..


Happy reading 😘


♥️♥️♥️


Trio bujang somplak, sepertinya itu nama yang pas untuk julukan mereka. Ketiganya berjalan penuh percaya diri bak peragawan yang sedang berlenggok di catwalk karena sudah membawa apa yang Devo minta.


Tak perlu mengetuk pintu rumah Devo, karena si pemilik rumah sedang menunggu mereka bertiga diteras depan. "widiihh... Dev rumah lo kereen!!" Yudha memuji rumah baru sahabatnya itu.


Tidak membalas pujian sahabatnya, justru Devo tampak gelisah sedari tadi.


"Lo pada kemana sih__" Devo belum menyelesaikan kalimatnya, namun Johan langsung menyelak, "tenang broo...kita bawain nih pesenan yang Lo minta" sambil menyerahkan bungkusan di dalam plastik kresek warna putih.


"Lo liat sekarang jam berapa?!" Devo mendekatkan ponsel yang dilayarnya terpampang nyata angka disana menunjukkan pukul lima pagi.


Segera membawa bungkusan tersebut kekamar istrinya, tapi ternyata Lisa sudah tertidur karena lelah menangis demi ongol-ongol. "sayang, bangun!! ini ongol-ongol nya"Devo mengelus lengan Lisa untuk membangunkannya.


"eemmm" Lisa hanya meregangkan ototnya.


"Katanya tadi mau ongol-ongol?! bangun dong. Ini aku udah bawain yang kamu mau"


bujuk Devo lagi pada istrinya.


Lisa membuka matanya pelan, melihat bungkusan ditangan suaminya "apaan tuh kak?!"


"Lahh?? tadi nangis-nangis kepengen ongol-ongol" Devo membuka bungkusan tersebut penasaran dengan isinya, apa sih itu ongol-ongol sampai bisa buat istrinya histeris tengah malem sampe ia mengira kalau istrinya kerasukan makhluk dari planet Pluto. Makanan jenis apaan nih? kenyal dan warnanya abu tua begini. Membayangkan bahan-bahan apa yang digunakan dan bagaimana cara membuat nya saja sudah buat Devo ill fill untuk mencobanya.


"emm... kak mau susu" pinta istrinya manja"


"susu??! ini ongol-ongol nya dimakan dulu dong"


"Lisa menggeleng, "buat kakak aja!"


haahh...histeris tengah malem udah seperti orang kesurupan, akhirnya cuma begini??


"kakaaaakk....mau susuuu!" Lisa merengek.


"iyaa..iyaa..tunggu yaa !!"


Devo segera berlari kedapur dan membawa serta bungkusan yang masih ditangannya, membuatkan segelas susu untuk ibu hamil yang diminta istrinya, Namun sebelum itu Devo kembali menemui ketiga bujang yang masih berada diteras depan rumahnya. Mereka menunggu si pemilik rumah untuk berpamitan.


"Nih buat kalian aja!!"


"kok???!" jawaban Afi singkat tapi penuh dengan kebingungan. "bukannya dedek bayinya yang pengen ya broo?!" Afi melanjutkan kalimatnya lagi.


"Lo pada kelamaan, bini gue sampe ketiduran nunggunya"

__ADS_1


"Sorry bos!!" kita pake perjuangan ini buat ngedapetin tuh ongol-ongol, Johan menunjuk ke arah bungkusan ditangan Devo.


"Pokoknya kalo anak gue ngeces gara-gara tuh ongol-ongol, kalian yang harus bertanggung jawab"


"Diiihh... Lo yang bikin tuh anak,,nape jadi kita-kita yang disuruh tanggung jawab??!" Yudha tidak terima dengan yang diucapkan cowok kaya didepannya.


"Ya udah lo pada balik sonoh, gue mau nemenin bini gue dulu"


"Jadi kita diusir nihh??!" tanya Afi agar lebih yakin dengan ucapan Devo.


"Ntar kalo bini gue nangis lagi,,lo yang kudu diemin yaak!!" Devo mulai ngancem nih..


KABOOOORRRR!!!!


Dan ketiga cowok itu pun setengah terbirit-birit meninggalkan rumah mewah itu..


author numpang ketawa yaak..hahahahaa..


♥️♥️♥️


"Ini susu nya" memberikan segelas susu yang sekarang sudah agak hangat.


"kok lama kak?" tanya Lisa sambil menerima susu hangat.


"iyaa..tadi sedikit ribet" Devo merebahkan tubuhnya yang mulai oleng karena kini matanya sudah terasa berat, ia belum tidur hingga saat ini. Padahal ia harus kerja dan ada rapat penting pagi ini. Tapi demi jabang bayi yang lagi ngidam.. tak apalah jika ia harus berkorban.


"sayang..kalo mau apa-apa jangan dadakan yaa" Devo mengelus perut Lisa, seakan berbicara pada si jabang bayi.


Hanya membutuhkan waktu dua menit, mata sang calon ayah pun terpejam disamping sang calon bunda.


Melihat suaminya seperti itu hati Lisa mulai tergerak. Ia melihat kesungguhan pada diri Devo, kini ia percaya bahwa Devo memang benar-benar menginginkan bayi dan dirinya. Bukan tanggungjawab yang terpaksa.


♥️♥️♥️


Mentari mulai menebarkan sinarnya, ia akan memberikan segala energi positif bagi siapapun yang bersemangat untuk menjalani hari bersamanya hingga ia kembali menenggelamkan wajahnya dan menggantinya dengan sang rembulan.


"Kak!! bangun..udah jam tujuh!" Lisa menggoyang pelan lengan suaminya, " kak!! udah siang, nanti telat!" Devo membuka matanya perlahan.


Silau karena sinar matahari yang menembus jendela kamarnya, "jam berapa?"


"jam tujuh, bangun kak, udah siang" Lisa masih berusaha membuat mata suaminya terbuka dengan benar.


"Masih ngantuk banget !! Devo malah menarik selimut.


"Kakak,, nanti telaaat!!" Lisa mulai pake nada tinggi.


"Peluk dulu boleh nggak Lis??! biar semangat" sekarang posisi Devo duduk ditepi ranjang, ia berusaha membuka matanya dengan sempurna walau masih ngantuk berat.


Mendekati suaminya, "sini!!" Lisa melebarkan kedua tangannya.

__ADS_1


Tidak menyangka akan mendapat respon positif, Devo tersenyum kegirangan, tidak membuang waktu, Devo langsung melingkarkan kedua tangannya dipinggang istrinya, ia memeluknya erat. "kangeen..." Mencium perut Lisa dan bicara dengan sijabang bayi, "dedek....ini ayah. Penasaran dehh ayah pengen nengokin kamu"


🧕 hhmm...alesan, bisa aja lu Dev..moduuuss wooyy....


🤵 namanya juga usaha Thor, siriikk aja luh. Bukannya bantuin gue !!


🧕 diihh???


🤵 kalo begini sihh, minta ongol-ongol tiap malem juga nggak apa-apa


🕴️Enak aja luh Dev, gue mahh ogah disuruh-suruh lagi. Elu aja sonoh cari sendiri!!


Lisa melepaskan pelukannya, "huueekk...huueekk.." Lisa berlari ke wastafel yang ada di dalam kamar mandi di ruangan yang sama. Dan Devo pun menyusul istrinya,


"masih mual??"


🧕 tuhh kaan... jabang bayi aja ngerti kalo lagi di modusin..


🤵 resehh lu Thor!!


Lisa hanya mengangguk. "sini ayah peluk" Devo memeluk istrinya dengan penuh kasih.


"Ayah gombal sih,,jadi dedek nya eneg dengernya" Lisa berucap masih dalam pelukan Devo setelah menyelesaikan morning sickness nya.


Devo tertawa keras namun Lisa hanya tersenyum. Tanpa mereka sadari, keduanya kini sudah berada dalam satu kamar mandi.


"Mandi yukkk??!!" Devo masih mencari kesempatan.


"Kakak duluan aja!" Lisa bergegas keluar dari tempat itu.


"Tadi panggil ayah,,, sekarang panggil kakak lagi! deeuuhh...."


"sabaar Dev... dikit lagi..." Devo menyemangati dirinya sendiri.


♥️♥️♥️


Saat hendak berangkat kekantor Devo mengambil tas kerjanya yang sudah disiapkan oleh mantan asistennya yang sekarang menjadi istrinya.


"Nanti orang kiriman mamah mau dateng, kamu nggak usah ngerjain apa-apa, nanti kecapean. Bunda again anak ayah aja yaa, sambil mengelus perut Lisa yang sudah mulai terlihat. Lisa tersenyum mendengar suaminya berceloteh dari tadi sambil mengantar nya ke mobil yang terparkir di halaman.


♥️♥️♥️


cook cuuittt😍😍😍


seperti biasa yaauu


like


komen

__ADS_1


vote


jangan sampe lupa ya gengks


__ADS_2