
Sebelumnya author mau minta maaf dulu nih pada readers semua karena baru bisa up lagi. Sambil nunggu babang Devo up kalian ikutin novelku berjudul "Serpihan Cintaku" yang pasti cerita nya nggak kalah seru dehh.
Happy Reading genks 😘
♥️♥️♥️
Mendengar keluhan istrinya, Devo sebenarnya jadi kepikiran. Apa mungkin Aurel masih saja mengusik kehidupan rumah tangganya. Padahal Aurel sendiri sudah punya kehidupan sendiri, ia hidup bersama orang yang dicintai dan juga seorang anak yang lucu. Seorang anak yang sampai sekarang Devo rindukan.
Dareen...ya Dareen... bagaimana kabarnya ia sekarang.
Menghentikan sejenak kesibukan mengecek beberapa berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya,
"Fi? lebih baik gue temuin Aurel aja kalee ya?" Devo meminta saran pada sahabat yang merangkap sebagai asisten pribadinya.
"Terus lo mau ngapain ketemu dia lagi?" Afi memastikan niat Devo. Afi khawatir jika mereka bertemu akan membuat Lisa berang jika ketahuan.
"Ya biar dia nggak usah gangguin Lisa lagi!gue nggak mau bini gue kepikiran masalah ini terus"
Setelah melihat sekilas sosok Aurel di acara ulang tahun putri mereka minggu lalu, Lisa terlihat gelisah dan kerap kali membicarakan masalah itu setiap hari.
"Bener juga sih, jadi gimana nih? gue atur jadwalnya?"
"Oke. Kapan ada waktu kosong?"
"Kayaknya jumat sore lo nggak ada schedule bro. Fix ya gue masukin agenda"
"Siip..thanks ya"
Setelah bos dan asisten itu selesai berbincang, Afi segera mengatur jadwal untuk bosnya agar bisa bertemu dengan mantan istri yang masih saja ingin tahu tentang kehidupan bosnya sampai saat ini.
♥️♥️♥️
Menghubungi Aurel tidaklah sulit, Afi hanya perlu menghubungi sekretaris perusahaan yang Aurel pimpin, maka Afi langsung mendapatkan nomor ponsel Aurel.
Pertemuan Devo dan Aurel yang telah dijadwalkan oleh Afi hari ini akan terlaksana, selesai menandatangani berkas nya yang diberikan oleh Yola, Devo segera pamit untuk menghadiri pertemuan dengan klien. Itu alasan yang Devo katakan pada sekertaris nya.
Ternyata Aurel sudah tiba lebih dulu, ia sudah memesan segelas orange juice untuknya dan secangkir kopi untuk Devo.
Melihat Devo datang menghampiri mejanya Aurel segera berdiri menyambut sang mantan suami. Senyuman tak lepas dari wajahnya, ia merasa menang karena Devo yang mengajaknya duluan untuk bertemu.
"Haay Dev" sapa Aurel sambil memeluk Devo.
"Aduh maaf Rel, nggak perlu seperti ini!" Devo dengan cepat melepaskan pelukan Aurel.
"Aku tahu kamu pasti akan merindukan aku Dev" ujar Aurel dengan nada manja.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu jadi manja begini?!" Devo bertanya karena ia bingung, baru kali ini dirinya mendengar Aurel berkata dengan ayunan manja.
"Sejak aku kangen sama kamu Dev"
"Nggak perlu basa-basi Rel, aku ngajak kamu ketemu karena ada suatu hal yang akan aku sampaikan" Devo mengutarakan maksud dan tujuannya.
"Sabar Dev, nggak perlu buru-buru gitu. Ayo diminum dulu" Aurel menyodorkan secangkir kopi yang telah dipesannya tadi.
"Please Rel, kamu jangan ganggu Lisa!" Devo to the point dengan maksudnya.
"Lohh?? siapa yang ganggu Lisa? aku nggak ngapa-ngapain dia kan?!"
"Lisa melihat kamu waktu acara ulang tahun putri kami"
Aurel senang karena keberadaan nya saat itu berhasil dilihat oleh Lisa, karena memang itulah tujuannya.
"Lalu masalahnya apa?" Aurel bertanya seakan tidak mengerti.
"Jangan pura-pura bodoh Rel! aku tahu maksud perbuatan mu! sudahlah,,,yang sudah berlalu jangan diusik-usik lagi" ujar Devo.
Tidak semudah itu Dev! batin Aurel tidak menyetujui ucapan Devo.
♥️♥️♥️
Sejak Devo berencana bertemu dengan Aurel, ia tidak menceritakan hal tersebut kepada Lisa. Ia berpikir akan menyelesaikan masalah yang mengganggu pikiran istrinya tanpa sepengetahuan istrinya itu.
"Ohh.. tolong letakkan di meja ruang tengah ya bi?" perintah Lisa karena saat ini ia sedang menina bobokan Shasya.
"Baik bu!"
"Makasih ya bi" bisik Lisa karena khawatir putrinya akan terbangun mendengar suaranya.
"Hemm,,,si Ayah kasi kejutan apa ya dek?" tanya Lisa pada sang buah hati yang sudah tertidur.
Lisa segera turun kelantai bawah, ia penasaran apa yang akan diberikan padanya. Karena biasanya Devo sering membuat kejutan untuknya dengan mengirimkan paket tanpa sepengetahuannya.
"Haahh??" gumam Lisa melihat sebuah amplop coklat diatas meja, ia mengira bahwa paket yang ditujukan padanya sebuah box berisi pakaian atau kosmetik dari suaminya.
Bertambah penasaran itu sudah pasti, "Si Ayah ada-ada aja deh" Lisa berceloteh sendiri.
"Haahh??? apa ini?? bibiiii.... ambilkan ponsel saya dikamar!" Lisa berteriak setelah membuka amplop coklat tersebut. Wajahnya kini tak lagi bersahabat. Ternyata isi yang ada didalamnya sebuah foto Devo yang dikirimkan oleh orang suruhan Aurel.
"Ini bu" bi Sanih memberikan ponsel yang Lisa minta.
♥️♥️♥️
__ADS_1
drrrtt.... ddrrrttt...ponsel Devo bergetar,
"Ayah??"
"Ya Bun??"
Lisa merubah panggilan ke video call namun Devo tidak menerimanya, lebih tepatnya belum menerima karena ia bingung harus bagaimana dan bicara apa, dihadapannya ada Aurel. Pertemuan nya dengan Aurel tanpa sepengetahuan Lisa.
"Ayah !! angkat video call Bunda!!"
"Ayah masih diluar Bun" Devo beralasan, suaranya terdengar gelisah.
"Kakak!!! angkat sekarang!!" Lisa sudah emosi, ia merubah panggilan nya terhadap Devo. Rasa cemburunya berkobar melihat foto Devo sedang berpelukan dengan Aurel.
Ternyata pelukan yang Aurel lakukan tadi memang disengaja untuk segera di foto dari kejauhan oleh orang bayaran Aurel.
"Iyaa..iya.." Devo segera menggeser gambar video di ponselnya.
Kini wajah Devo sudah terlihat jelas di layar ponsel dengan kemeja yang dipakainya tadi pagi.
"Siapa Dev??" dengan sengaja Aurel mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Lisa.
"Jadi benar Yah??!" Lisa mencocokan antara foto dan suara Aurel.
"Bun? maksud Bunda apa sayang?"
Devo mengalihkan kecurigaan Lisa dengan pertanyaan yang terdengar santai.
Aurel mencibir obrolan Devo dan Lisa di ponsel. Sekarang Aurel berjalan kearah belakang tubuh Devo, berpura-pura hendak mencuci tangan karena kebetulan tidak jauh dari belakang tempat duduk Devo ada sebuah wastafel. Semua dengan sengaja ia lakukan agar Lisa benar-benar melihatnya.
"Tega kamu!" Lisa menutup ponselnya.
Wahh gawat!! bakal perang dunia nih, Batin Devo berkata.
"Kenapa Dev?" tanya dokter Aurel pura-pura tidak mengerti dengan kejadian yang terjadi karena ulahnya.
"Aku harus pulang! sekali lagi ku ingatkan! jangan pernah ganggu istriku!" Devo langsung pergi setelah mengatakan kata-kata peringatan pada Aurel.
♥️♥️♥️
"Heemm...kita lihat saja nanti Dev! aku akan merebut kembali apa yang pernah menjadi milikku!" ujar Aurel setelah Devo pergi meninggalkan dirinya sendirian di restoran itu.
okeh genks,,, sorry ya, akyu baru isi kuota 🤭
jadi baru bisa lanjut nulis deh..
__ADS_1
Jangan lupa ya, like n komen nya. Lop yu 😘