
Sorry,,ku telat banget up nya. Biasalah... rutinitas pekerjaan sudah mulai antri, nunggu giliran minta diselesain. Untungnya selalu ada kalian yang selalu menyemangati akyu.huhuhu😭 jadi terharu
Happy reading ya genks 😘
❤️❤️❤️
Rasanya sombong sekali aku jika sepasang pembesar sudah datang untuk melamarku dan aku menolaknya. "sayaaa__" Lisa kembali terdiam.
"maaf bu..."
"panggil mamah nak" ucap mamah Rena meletakkan tangan nya dipunggung tangan Lisa.
"iya, anggap kami sebagai orang tuamu" papah Kevin menambahkan.
Air mata dan sebuah anggukan Lisa kini menjawab semua ucapan sepasang suami istri itu.
Mamah Rena memeluk Lisa yang memang duduk bersebelahan dengannya. Ia sangat bersyukur calon menantunya itu mau memaafkan kesalahan putranya.
"Tapi mah__ada hal yang harus saya bicarakan dengan kakak"
"iya sayang, silahkan" sang calon mertua menyetujui keinginan calon menantunya.
❤️❤️❤️
Sidang perceraiannya dengan Aurel akhirnya telah terlaksana tanpa hambatan, kini selembar akta cerai sudah ada digenggaman Devo. Tanggung jawabnya terhadap pernikahan yang telah kandas sudah selesai, kini ia bersiap untuk menghadapi masa depannya.
Selesai juga sidang babang Devo, maap ya author enggak bisa nemenin kamu Dev..
Dikontrakkan Lisa, "kak, aku mau nikah sama kamu" ucapan Lisa tanpa menatap wajah Devo yang baru beberapa menit tiba mengunjungi Lisa.
"hahh...aku enggak salah dengar kan?!" Devo hendak memeluk Lisa, namun gadisnya mendorong dada bidang Devo agar tidak mendekat padanya.
Devo terdiam sejenak, namun itu tak menjadi masalah baginya. Yang terpenting sekarang Lisa-nya sudah menerima ajakannya untuk segera meresmikan hubungan mereka.
"Tapi dengan beberapa syarat, itu pun kalau kakak setuju. Kalau kakak tidak bersedia...ya__"
"iya, aku mau!"
Belum selesai Lisa mengucapkan kalimatnya Devo langsung menyetujui apapun syarat yang Lisa ajukan"
"Aku mau menikah dirumah tante Ani"
"Siap nyonya!" Devo mengangkat sebelah tangan ke pelipisnya layaknya seperti seorang kopral hormat pada komandannya.
"Aku mau kerja" untuk masalah ini sepertinya Devo tahu tujuan Lisa , ia selalu saja menolak pemberian Devo. Ia ingin punya uang sendiri.
"Gampang! nanti aku siapkan posisi yang pas buat kamu"
"Enggak!! aku gak mau kerja dikantor kamu!!"
__ADS_1
Wajar saja jika Lisa tidak mau kembali lagi ke perusahaan itu, bisa jadi Lisa trauma dengan kejadian terakhir sampai akhirnya ia meninggalkan kantor itu.
"Lohh,,kenapa??"
"Pokoknya aku gak mau disitu!!"
Dev lu mahh bener-bener kagak tau perasaan cewek siih, udah..diiyain aja dulu lahh...ntar kalo neng Lisa nya ngambek lagi author mahh ogah bantuin lu lagi. sonoh lu bujuk aja sendiri.
"Ok... terserah kamu aja"
"Dan yang terakhir Aku mau melayani kamu sebagai suami kalau aku sudah benar-benar siap!"
Untuk syarat yang terakhir Devo hanya terdiam menatap sosok yang benar-benar ia sayangi.
Nahh kalo syarat yang itu mahh sorry-sorry aja ya Dev, author kagak bisa bantu apa-apa. Lu rayu sendiri aja yaak... entar author suruh readers dahh bantuin doa buat lu yakk?!
"Itu juga kalau kamu setuju?!"
Dengan suara yang melemah, "iya sayang, yang penting kamu bahagia" ucapan Devo diluar dugaan Lisa, ia berpikir Devo akan protes dengan syarat yang semua untuk kepentingan Lisa.
Jiaahh....kagak usah lemes gitu napah, lagian kan kemaren-kemaren lu udah kenyang ampe anak orang tekdung begonoh.
❤️❤️❤️
Tidak sampai dua minggu acara lamaran dan pernikahan yang sangat sederhana jika diukur oleh sebuah keluarga papah Kevin sudah terlaksana. Semua karena permintaan Lisa.
Pernikahan mereka hanya dihadiri oleh keluarga , beberapa kerabat, dan para tetangga tante Ani yang pernah membuat Lisa memutuskan pergi dari rumah tante Ani. Tidak lupa ketiga sahabat Devo yang kadang kelakuannya somplak Johan, Yudha, dan Afi. Mereka datang bersamaan, dan Wina yang hari ini datang sendiri.
👨👩👧👦 thor...kok.wina dateng sendirian siie,. cowoknya mana?
🤷lahh author juga kagak tau,,udah putus kalee sama pacarnya.
Dan pergunjingan para tetanggapun tak terelakkan.
"Ooh..jadi ini cowok yang hamilin keponakannya bu Ani ya bu" salah satu tetangga tante Ani berbisik pada ibu-ibu yang duduk disebelahnya.
"Iya bu, ternyata anak orang kaya ya bu?!"
"Hoo ohh..liat aja tuh mobilnya keren banget. Ya Khan??!"
Nyesel kan lu pada udah ngegibahin si Lisa, masih untung kalian masih diundang.
Semua sekarang dapat bernafas lega, ketika pak penghulu mengatakan SAH. Karena hal yang dinantikan sudah tercapai.
Tega banget lu Dev, author yang bujukin Lisa supaya mau sama lu malah kagak diundang. Padahal kan akyu pengen makan rendang 🤤 Readers...kalian diundang gak??
"Tante...om... saya mohon ijin membawa Lisa pulang" pamit Devo pada kedua orang yang sudah Lisa anggap sebagai orang tua nya.
"Iya nak, kami titip anak kami ya nak Devo. Kalian rukun-rukun ya?!" ucap sang tante ketika akan melepaskan Lisa.
__ADS_1
Lisa menyalami dan memeluk om serta tantenya sebelum melangkah mengikuti lelaki yang sekarang berstatus menjadi suaminya.
"Pak Agus, biar saya bawa sendiri!" Devo meminta kunci mobil pada supir pribadinya.
"Baik pak" pak Agus menyerahkan kunci.
"Pah, aku bawa mobil sendiri aja ya" Devo ijin pada kedua orangtuanya untuk pisah mobil menuju rumah kediaman papah Kevin.
"Ciiieee.... pengantin baru gak mau diganggu dia pah" ucap mamah Rena pada suaminya.
"Ya iyalah" Devo menimpali ledekan mamah Rena sambil membuka pintu mobil agar Lisa masuk kedalamnya.
"Menang banyak lo broo!" ejek Johan
"Iya, bener tuh!!" timpal Yudha
"Kita aja belom pernah ya??! ehh dia udah dua kali" Afi ikutan nimbrung.
Alhasil halaman parkir pun jadi ramai dengan gelak tawa rombongan besan tante Ani.
Untung saja Lisa sudah berada didalam mobil, coba kalo enggak pasti muka nya sudah merona karena malu. Betapa tidak, Devo saja yang seorang laki-laki wajahnya berhasil dibuat merah oleh teman-teman dan juga mamahnya.
Lisa membuka jendela mobil, "kak?? masih lama??" karena hampir lima belas menit duduk didalam mobil tapi sang pengantin pria nya tak kunjung masuk.
"Ohh..iya yang siaap". Devo berjalan cepat mengitari mobilnya dan masuk lewat pintu kemudi. "udah gak sabar yaa?!" ejek si pengantin pria pada pengantin wanitanya.
cieee...
cieee...
cieee...
❤️❤️❤️
Sepanjang perjalanan Lisa tidak banyak bicara, hanya Devo saja yang tidak berhentinya mengoceh. Tanpa disadari perempuan yang duduk dikursi sebelahnya sudah tertidur pulas.
Disaat itulah Devo mengelus pipi gadis yang ia cintai dan sangat ia rindukan itu.
Refleks Lisa kaget dan terbangun, "maaf sayang, aku gak maksud bangunin kamu. Kamu istirahat lagi yaa??!" sambil tetap fokus menyetir Devo membelai rambut Lisa. Walau tidak ada respon dari Lisa-nya itu.
❤️❤️❤️
jangan pelit-pelit tekan like.
komen juga dong, jangan cuma dibaca doang.. tega bener dahh
ya kalo punya poin mahh bagi author napah siie ..
😘😘😘
__ADS_1