
Bersyukur Lisa dan Devo sampai di episode 80. Trima kasih pada kalian semua yang sudah banyak mendukung melalui like, komen, dan juga poin. Berkat kalian semua readers ku tercinta novel ini bisa terus bertahan dan kalian juga yang selalu membuat aku semangat..love you so much 😘😘😘😘
Happy Reading genks 😍😍
♥️♥️♥️
Kehamilan Lisa bulan ini memasuki trisemester akhir, tepatnya masuk ke bulan terakhir, hanya menunggu hitungan hari saja Lisa dan Devo akan menjadi menjadi orang tua yang sesungguhnya.
Persiapan demi persiapan pun sudah mulai mereka lakukan, dari dekorasi kamar untuk sang baby sampai hal terkecil pun sudah siap.
Karena mereka belum tahu jenis kelamin sang calon baby, jadi warna yang dipilih untuk dekorasi kamar pun lebih natural.
Lisa kini hanya tinggal mempersiapkan mental nya saja, karena rasa khawatir terkadang ia mengalami keram perut dan kontraksi palsu.
Flash back
Kejadian dua hari yang lalu ketika sedang berada dikantor, maksud hati ingin memberikan perhatian lebih pada suami tercinta Lisa mengantarkan makan siang untuk Devo. Namun belum sempat makanan yang dibawa Lisa disantap oleh suaminya, Lisa tiba-tiba mengerang kesakitan.
Sontak saja Devo yang masih sibuk dengan berkas dimeja kerjanya langsung panik.
"Ayah??? awwww....."Lisa memegangi perutnya.
Mendengar istrinya berteriak Devo langsung menoleh kearah Lisa, "Bunda?? kenapa sayang??" Devo menghampiri istrinya.
"Sakiiit...." Lisa mencengkram lengan Devo karena menahan sakit.
"Bunda mau melahirkan??!"
"Sakiiit Yah!!" cengkraman Lisa makin kuat sampai Devo meringis menahan sakit.
"Fi !!!!.....Afi.......!!!!" Devo berteriak karena panik dan juga sakit.
Mendengar sang bos berteriak memanggil namanya Afi segera berlari memasuki ruangan bosnya.
"Ya bos??!" ucap Afi menanyakan maksud bos memanggil dirinya.
"Tolong!!" ucap Devo dengan wajah kesakitan.
Afi segera menggandeng sebelah tangan Devo untuk segera membawanya kerumah sakit.
"Kenapa bos? ayo!! hati-hati!!"
"Bukan gue!!" teriak Devo.
"Haahh??" Afi kaget dan juga bingung, Devo berteriak keras kearahnya dan menepis tangan Afi.
"Lisa mau melahirkan!" ucap Devo bertambah panik melihat wajah Lisa penuh keringat.
Afi langsung melepaskan tangan bosnya dan langsung merangkul istrinya bosnya. "Ayo Lis"
"Hehhh!!! lepas!!" Devo marah karena Lisa dirangkul oleh Afi seakan dia suaminya.
"Ya elahh,,,salah lagi!" Afi menggerutu.
Bukannya segera membawa Lisa kerumah sakit kedua laki-laki itu justru berdebat tidak jelas.
"Sakiiit!!!!!" teriakan Lisa makin keras.
"Siapin mobil!" perintah Devo pada Afi.
__ADS_1
Tanpa menyahut Afi bergegas keluar ruangan dan menyiapkan mobil untuk segera membawa ibu negara kerumah sakit.
Devo segera membopong istrinya turun kelantai dasar. Beberapa karyawan yang bertanya pun tidak ada yang dijawab oleh bos mereka.
♥️♥️♥️
Setibanya dirumah sakit tim dari UGD sudah siap dengan brankar rumah sakit tersebut dan segera membaringkan Lisa diatasnya.
Dokter Claudia pun sudah siap, sejak diperjalan tadi Devo sudah sampai menghubunginya.
"Ok, bapak-bapak silahkan tunggu diluar ya" ucap dokter Claudia pada Devo dan Afi karena keduanya hendak ikut masuk keruangan UGD.
Dan kedua laki-laki itu pun hanya mengangguk dengan wajah panik. Mereka menunggu dikursi depan ruangan tersebut.
Menunggu selama tiga puluh menit terasa lama sekali bagi sang calon ayah.
"Kok lama ya Fi?" tanya Devo pada Afi.
"Sabar broo! duduk dulu, pusing mata gue liat Lo mondar-mandir begitu"
🧕 Emang ada ya Fi mata pusing? perasaan author baru denger.
🕴️Ya elahh Thor protes aja lo! kita-kita lagi panik nih.
Sepuluh menit kemudian dokter Claudia keluar dari pintu UGD.
"Silahkan masuk pak!" ucap dokter Claudia mempersilahkan Devo melihat Lisa.
"Gimana keadaan istri saya dok?"
"Silahkan dilihat saja"
"Saya boleh ikut masuk dokter?" tanya Afi pada sang dokter.
Devo dan Afi segera masuk karena penasaran dengan keadaan Lisa.
"Lohh kok masih gendut?" ucapan Afi keluar begitu saja tanpa berpikir terlebih dahulu dan ternyata terdengar oleh dokter Claudia.
Dokter Claudia tersenyum, "memang belum waktunya melahirkan pak"
"Lohh jadi tadi__?!" ucapan Devo terhenti ketika melihat wajah istrinya yang tampak tenang.
"Udah nggak sakit lagi?" tanya Devo pada Lisa.
Lisa menggelengkan kepalanya.
"Oohh...jadi dedek masih mau diperut Bunda yaa?" Devo mengelus perut istrinya yang masih terbaring tanpa menghiraukan orang yang ada disekeliling mereka.
"Hemm...hemm..." Afi berdehem membuyarkan keromantisan sepasang suami-istri didepannya.
"Tadi istri saya dok kenapa dok?" Devo minta penjelasan pada dokter Claudia mengenai kejadian yang dialami Lisa.
Dokter Claudia mulai menjelaskan,
"Ooh..itu namanya kontraksi palsu pak, biasanya terjadi karena janin merubah posisi dan juga bisa karena dorongan dari mulut rahim. Kapan bapak terakhir melakukan hubungan?"
"Tadi pagi dok! sebelum berangkat ke kantor" jawab Devo polos.
"Waduuhh...Lo yang enak, gue yang repot!" Afi mengomel sambil menonjok pelan lengan sahabatnya.
"Aawww...sakit broo!!" Devo mengaduh sambil memegang lengannya.
__ADS_1
"Ayah kenapa?!" Lisa bertanya tanpa dosa dan pada Devo.
"Lahh??? itu gara-gara kamu Lis!" Afi menjawab ketus.
"Maaf ya Yah?! sakit ya??" Lisa merasa bersalah pada Devo.
"Nggak apa-apa sayang, Bunda sakit gini juga gara-gara ayah" Devo merayu Lisa.
"Uhukk...uhukk..." Afi merasa jengah, "kok jadi gerah ya dok?!"
Dokter Claudia hanya senyum-senyum melihat tingkah kedua laki-laki dihadapannya.
Setelah mendapat ijin dari dokter yang menangani akhirnya Lisa diperbolehkan untuk pulang.
♥️♥️♥️
Flash on
"Lukanya masih sakit Yah?!" seusai Devo mandi sore ini Lisa mengobati luka di lengannya akibat cengkraman yang meninggalkan beberapa goresan luka.
"Masih perih sedikit"
"Kasian kesayangan Bunda jadi luka gini"
"Biarin ayah yang ngerasain sakit, yang penting kalian sehat"
"Ayah kok makin gombal aja ya dek? Lisa berucap sambil mengelus perutnya.
"Padahal baru kontraksi palsu ya Bun?! gimana kalo kontraksi beneran??! ayah harus siap-siap nih!"
Mendengar sindiran seperti itu Lisa spontan mencubit lengan suaminya.
"Aaawww...sakit Bun!!" Devo mengusap-usap lengannya karena luka yang lama saja masih terasa perih ditambah cubitan yang baru saja mendarat ditempat yang sama.
♥️♥️♥️
"Halo sayaang?? gimana keadaan kamu? tanya mamah Rena pada menantunya melalui ponsel.
Mamah Rena mendapat kabar dari Devo kemarin sore, tapi kebetulan mamah mertua Lisa tersebut sedang tidak ada di Jakarta. Ia menemani sang suami mengecek proyek yang sedang berjalan di Bali.
"Iya mah?! aku baik-baik saja"
"Terus cucu Oma gimana? sehat-sehat kan?"
"Iya mah, aku dan debay sehat"
"Syukurlah,, mamah besok otw Jakarta, kamu tenang ya" ucap mamah Rena menenangkan menantu kesayangannya.
"Iya mah. Mamah juga tenang ya, disini banyak yang jaga aku kok"
Lisa pun turut menenangkan mertua kesayangannya.
♥️♥️♥️
like...like...like...😘😘
komen juga dong 🤗
lemparin poin nya juga yaahh 😍
Semoga kalian semua sehat2 ya readers qu.
__ADS_1
Met bermalam minggu..lop yu..muaaach