Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 69


__ADS_3

Happy Reading genks 😍😍


♥️♥️♥️


Suasana dicafe semakin ramai oleh pengunjung, dari mulai yang berpasangan hingga sekumpulan remaja yang ingin menghabiskan malam minggunya ditempat itu.


Tak terasa sekarang sudah pukul delapan malam, bagi anak muda sih jam segitu masih sore. Namun lain halnya dengan Afi yang sedang ditunggu oleh kekasih hatinya begitu juga dengan Devo, ia tak lagi sebebas dulu.


Belum sempat Afi pamit pada ketiga sahabatnya, ponsel Devo berdering. Tertera sebuah nama Bunda my Love, siapa lagi kalau bukan ibu negara yang menghubunginya.


"Ya sayang??"


"Ayaah??..." suara Lisa terdengar manja.


"Bunda dimana? udah selesai happy-happy nya?" tanya Devo pada istrinya.


"Bunda dirumah. Ayaah??..." jawab Lisa masih dengan panggilan manja.


"Iyaa sayaang....kenapa??"


"Bunda nggak bisa tidur"


Entah kenapa Lisa tidak bisa tertidur nyenyak jika Devo belum mengelus-elus punggungnya.


Apakah karena bawaan kehamilan atau sudah menjadi kebiasaan baru karena Devo yang terlalu memanjakan dirinya.


"Oke sayang...ayah pulang sekarang ya?!"


Devo berpamitan pada semua sahabatnya.


"Bini lo nape Dev?" Johan penasaran karena mendengarkan percakapan pasangan suami istri tersebut.


"Biasa lahh...ngajak bobo!" Devo menjawab dengan nada berbisik dan raut wajah sedikit mengejek.


"Waahh...parah lo broo!! bikin kita kepengen aja!!" sahut Yudha


"Hahaha... mangkanya punya pasangan!" Afi mengejek dua temannya yang masih asik dengan hisapan rokok yang terselip diantara jari telunjuk dan tengahnya.


"Ini juga gue lagi nyari yang pas?"Yudha menjawab ucapan Afi.


"Pas apanya nih??! kalo ngomong yang jelas broo!! tanya Devo sambil beranjak meninggalkan meja mereka.


"Waduhh...pak bos kabur duluan, perasaan tadi gue yang mau pamit...nape jadi lebih dia yang ngilang??! ya udah dehh, gue cabut juga ya guys!"


"Kagak seru dehh kalo pada bubar!" Yudha protes pada Afi yang siap-siap meninggalkan Johan dan dirinya.


Tapi bukan bujang somplak namanya kalau mereka akan ikutan bubar karena teman nongkrong nya yang menghilang satu persatu, mereka berdua akan tetap tebar pesona.


Sekarang tinggal dua bujang yang tak laku-laku, mereka masih menikmati alunan musik sambil duduk santai tentunya dengan mata jelalatan mereka memperhatikan pengunjung wanita yang cantik.


♥️♥️♥️


"Tadi istri ayah ngapain aja sama mamah?" tanya Devo sambil mengelus perut Lisa.

__ADS_1


"Ngabisin duit ayah!" Lisa menjawab asal.


"Trus...udah abis ?? atau perlu ayah tambahin lagi nih?!" ucap Devo dengan sombongnya.


"hhmm...sombong!!" Lisa menurunkan kedua sudut bibirnya.


" Lohhh??! ayah nggak sombong Bun. Bunda tadi belanja apa?! kalo perlu toko nya Bunda beli atau Mall nya aja sekalian"


Jiwa sombong Devo mulai terkuak, "Ngapain ayah kerja cape-cape? kan buat Bunda sama dedek..ya kan sayaang??! Devo merubah posisinya, kini ia sudah ada di atas Lisa menciumi perut istrinya yang makin membulat.


"Udah deh Yah, jangan mulai dehh!!" Lisa protes karena sentuhan suaminya membuat bulu kuduk nya berdesir.


"iihh... Bunda ge er tuhh dek...ayah kan cuma mau cium-cium dedek" Devo mengajak bicara calon bayinya sambil membuat gambar abstrak diperut Lisa dengan ujung jarinya.


Makin lama Lisa makin menggelinjang karena geli yang ia rasakan.


"Ayaah!! stop!!..."


"Nggak mau" jawab Devo asal.


"A__yah!!" nafas Lisa mulai tak beraturan.


"Ya udah deh,,ayah ngalah. Mending ayah tidur aja" Cupp, Devo mengecup si jabang bayi dan pamit untuk tidur, ia merebahkan tubuhnya disebelah Lisa yang sudah mulai memanas karena sentuhan nakalnya.


"Ayah??!"


"Heemm..."


"Tadi bunda abis perawatan lohh?!"


"Ayah nggak penasaran?"


"Biasa aja"


Padahal Devo sudah dapat merasakan aroma tubuh Lisa yang tidak seperti biasanya, kini lebih harum dengan wangi aroma terapi yang lembut ditambah lagi dengan kulit yang semakin halus.


"Ayah....maafin Bunda dong..."


Lisa merasa tidak enak pada Devo karena telah menolaknya, tapi kini malah ia menginginkan sentuhan yang menggoda seperti tadi. Namun justru sekarang lelakinya tak menghiraukan dirinya.


"Ayaah...." Lisa menggoyang lengan Devo.


"Heemm...tidur, udah malem" Devo tersenyum karena telah berhasil menggoda istrinya.


Lisa memeluk Devo dari belakang, posisi mereka yang berbaring miring membuat Lisa kesulitan karena terhalang perut buncitnya


"Tanggung jawab dong Yah!" Lisa menciumi leher Devo, karena sang suami tidak juga menoleh kearahnya, dan sekarang giliran Devo yang dibuat seperti cacing kepanasan oleh Lisa.


Pada akhirnya drama tanpa kata pun terjadi lagi seperti pagi, siang dan malam sebelumnya. Karena mereka tidak memperdulikan kapan kunjungan dilakukan, jika salah satu dari mereka menginginkan pastilah akan terjadi.


♥️♥️♥️


Matahari pagi ini seakan bersorak membangunkan sang penghuni kamar, karena suara sang wanita tak mampu untuk membangunkan sang pria.

__ADS_1


"Silau Bun" Devo bersuara ketika Lisa membuka tirai yang menutup kaca jendela kamar mereka.


"Sayaang bangun yukk?!"


Devo yang tadinya enggan beranjak tersenyum mendengar kata-kata yang diucapkan istrinya, "Bunda so sweet banget nih..."


"Temenin bunda jalan pagi yukk?!" pinta Lisa.


Lisa ingin memanfaatkan hari Minggu pagi ini untuk berjalan ke taman komplek perumahan mereka. Sekedar mencari udara pagi dan juga saling menyapa dengan tetangga satu komplek yang diantara mereka jarang sekali bertemu.


Duduk dikursi taman, melihat orang tua menemani anaknya bermain sambil sesekali menyuapi mereka dengan makanan kecil dan buah, Lisa mengelus perutnya, membayangkan kelak ia pun akan seperti itu.


"Bunda nggak sabar pengen seperti mereka"


"Sabar sayang,,,, nanti juga kita bakal seperti mereka Bun"


Melihat sekeliling Lisa melihat ada sekerumunan orang membuat Lisa menjadi tempat penasaran. "Ayah, disana ada apa? kok rame banget ya?!" Lisa menunjuk dengan jarinya tepat ke arah angka jarum jam dari posisi mereka.


"Kayaknya es krim deh Bun?!" Devo berjinjit mencari tahu apa gerangan yang membuat pengunjung taman disitu antri dan ternyata benar dugaan Devo, seorang penjual es krim dengan gerobak bergaya modern.


"Mau dong Yah!"


"Bentar ya, ayah kesana dulu. Bunda tunggu disini!"


Sambil menunggu Devo yang sedang ikutan mengantri untuk mendapatkan dua cup es krim, Lisa masih fokus memperhatikan seorang bayi lucu digendongan seorang ibu.


Lisa menghampiri perempuan itu yang tampak kerepotan, "Lucunya,.. bayinya umur berapa mbak?" tanya Lisa pada seorang ibu muda yang duduk dikursi tidak jauh dari tempat Lisa duduk.


"Lima bulan bu" jawabnya tersenyum tapi masih kerepotan mencari botol susu didalam tas yang dibawanya.


"Cantik!! sini gendong sama tante ya?!" Lisa menawarkan bantuan untuk sementara menggendong bayi mungil itu.


"Makasih ya bu" Mengambil kembali bayinya setelah menemukan botol yang dicari.


"Papahnya mana? nggak ikut?" Lisa celingak-celinguk mencari ayah si bayi tersebut.


"Saya single parent bu" jawab ibu si bayi.


"Ooh..maaf ya mbak?!" sahut Lisa.


"Nggak apa-apa bu" perempuan itu tersenyum tipis. "Papahnya nggak mau bertanggung jawab. Dia pergi ketika saya sedang mengandung"


Perempuan disampingnya tanpa sadar bercerita tentang kisah hidupnya, Lisa mendengarkan hingga menitikkan air mata.


Mereka berdua terhanyut dalam kisah yang hampir sama persis. Hanya saja Lisa jauh lebih beruntung karena memiliki laki-laki yang sangat bertanggung jawab.


Lisa tersadar ketika suara laki-laki yang ia cintai memanggil-manggil dirinya.


"Bun....bunda?!!...." kedua tangan Devo memegang cup es krim seperti yang diinginkan Lisa.


"Ayah?!..." Lisa datang dari arah kanan Devo. Tiba-tiba Lisa memeluk suaminya. "Makasih ya...Ayah selalu ada buat Bunda"


Dan tentu saja Devo dibuat bingung dengan sikap perempuan yang kini ada di pelukannya.

__ADS_1


♥️♥️♥️


like n komen yang banyak, besok aku mau double up...


__ADS_2