Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 129


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


"Mas?! kok jadi cengeng?!" ucap Caca sambil mengusap air mata Nathan dengan ibu jarinya.


Nathan masih menopang tubuhnya dengan kedua lutut dan memeluk erat Caca, ia tidak peduli apa pendapat Caca tentang dirinya,,ia benar-benar tidak peduli.


"Mas nggak mau kehilangan kamu! maafin kata-kata mas ya Ca?! mas sayang kamu!"


Caca mengangguk, "iya, aku pasti maafin mas Nathan" jawab Caca dalam pelukan lelakinya.


Nathan melepas pelukannya, ia menatap wajah gadisnya, "bener kan?!" tanya Nathan meyakinkan ucapan Caca untuk dirinya.


"Iya, mas makan ya?! sudah hampir sore loh?!" jam di dinding ruangan Nathan sudah menunjukkan tepat jam 3, namun Nathan belum juga menyantap hidangan makan siangnya.


"Kamu temenin mas makan ya?!"


Caca menuangkan makanan dipiring yang sudah disiapkan Anis sejak jam 1 tadi.


"Aku kesini kan memang mau nemenin mas makan, tapi yang mau ditemenin malah nangis gak jelas" Caca menggoda Nathan.


"Mas cuma nggak mau kamu pergi dari hidup mas" sahut Nathan mengambil piring dari Caca yang sudah berisi seporsi masakan Jepang yang sebenarnya lebih nikmat bila dimakan saat masih panas.


"Setelah makan kita jadi cari baju couple an kan mas?" tanya Caca mengalihkan pembicaraan.


"Iya sayang, apapun yang kamu mau cantikk!"


ujar Nathan sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Tuhh kan??... mulai deh keluar gombalnya."


Nathan tersenyum dan terus memandangi wajah cantik kekasihnya, ia bersyukur kesalah pahaman ini langsung bisa terselesaikan. Pelajaran untuk dirinya, ia harus lebih menyelami perasaan wanita yang sebentar lagi akan mendampingi dirinya seumur hidup.


♥️♥️♥️


Butik yang dituju oleh Nathan kebetulan sedang ramai, namun Nathan dan caca tetap mendapatkan pelayanan istimewa karena Nathan adalah salah satu pelanggan tetap dibutik tersebut.


"Yaang..lihat ini! sepertinya cocok buat kamu." Nathan menunjuk sebuah patung mengenakan lingerie dan mengambil salah satu lingerie berwarna merah di rak gantung yang ada disudut ruangan itu.

__ADS_1


"iihh..mas?! apaan sii!" Caca menurunkan tangan Nathan, ia terlalu tinggi mengangkat sebuah lingerie yang tergantung di hanger. Caca merasa malu dengan beberapa pengunjung lain yang sekarang menoleh ke arah mereka.


"Bagus nih Yaang, buat malam pertama kita!"


ucap Nathan dengan santainya.


"Mas!" sontak saja Caca membekap mulut Nathan, "Malu tau!" bisik Caca.


Kelakuan mereka tanpa sengaja membuat pramuniaga yang sejak tadi mengekori mereka tersenyum malu dan tertunduk.


"Duhh...maaf ya mbak?!" ucap Caca pada pramuniaga tersebut.


"Kenapa minta maaf?! memang salah kita apa?!" Nathan dengan polosnya bertanya pada Caca.


"Karena mas Nathan sudah buat kita malu nya mbak sebagai kaum perempuan" tutur Caca sambil mengambil lingerie yang tergantung dihanger dari tangan Nathan. Lalu setelah itu Caca menarik tangan Nathan untuk segera berpindah dari tempat yang akan menambah dirinya malu karena di sana banyak terpampang aneka lingerie dan juga G-string dengan berbagai warna dan bentuk.


"Mau kemana Yaang?? kamu belum pilih mau yang mana?!" ucap Nathan sambil menoleh kearah patung-patung seksi yang memakai lingerie tersebut.


"Kita mau cari baju couple an mas! bukan baju daleman kayak gitu" ucap Caca mengomel sambil terus menarik tangan Nathan.


♥️♥️♥️


Ketiga gadis itu berbicara lewat video call grup, Rike mengetahui berita itu dari pak Andi, ayahnya yang bekerja dikantor Nathan. Itupun hanya di kektahui oleh beberapa karyawan saja, terutama Anis karena beberapa hari yang lalu Nathan meminta sekretaris nya itu untuk mencarikan wedding organizer ternama untuk acara pertunangan dirinya dengan Caca.


"Cuma acara lamaran doang kok guys" Caca memberi alasan.


"Ya tetap aja Ca lo tuh udah nggak anggap kita sebagai teman! ya kan Din?!" kini Rike meminta dukungan dari Dini yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan Caca dan Rike.


"Gue nggak akan lupa sama kalian berdua guys! kalian tuh teman gue yang baik hati dan tidak sombong, walaupun tidak suka menabung!" tutur Caca membujuk temannya yang merajuk karena ia tidak memberikan informasi bahwa Nathan akan melamar dirinya besok sore.


"Pokoknya gue besok mau lihat lo dilamar sama Nathan!" ucap Rike.


"Lahh itu mulut kagak ada sopannya ya manggil bos sembarangan aja!" Dini mengingatkan Rike


"Maksud lo apaan Din?!" Rike kurang paham apa yang dimaksud dengan ucapan Dini.


"Lo panggil bos, Nathan.. Nathan aja! pake pak gitu biar sopan!" Dini sedang mengajari sopan santun pada temannya, untuk sekarang ini perkataan dini ada benarnya juga. Ya walaupun sebelumnya sering nggak nyambung.


"Lahh memang kenapa?! dia kan bukan bos kita lagi?! ya kan Ca?!" protes Rike dan meminta persetujuan calon istri dari laki-laki yang sedang diperbincangkan.

__ADS_1


"Udah!! kok kalian jadi ngeributin calon suami gue?! terserah kalian mau panggil apa! tapi jangan harap lo masukin lamaran kerja diperusahaan suami gue nanti ya!"


"Waduuh!! Bu bos marah tuh! bahaya Din!"! Rike menjawab ancaman Caca.


"Lahh?? kalo gue sih bener panggil pak Nathan. Lo tuh yang nggak sopan!!" Dini membela diri dan tetap menyalahkan Rike.


"Jadi buat acara besok kita dapet seragam Ca?" tanya Dini polos.


"Waduhh... belum juga apa-apa udah minta jatah seragam!" Caca mulai mengomel kembali.


"Hehehe...kan biasanya begitu ya Rik?!" sekarang Dini yang meminta dukungan Rike.


"Hoo ohh Ca!" sahut Rike menanggapi ucapan Dini, kali ini dini mendapat dukungan dari Rike namun tidak dari Caca.


"Modus kalian aja kali tuh?! mau dapet baju gratis! iya kan?!" Caca menebak pikiran kedua temannya.


"Yaahh!! udah ketebak duluan kita Rik!" Dini menepuk jidatnya sebelum percakapan tiga dara itu berakhir. Ketiganya tertawa renyah.


Malam ini tubuh Caca terasa sangat lelah. Namun matanya belum bisa terpejam, pikirannya masih terbayang akan acara besok hari. Ia tidak menyangka jika dirinya akan segera dilamar oleh pria yang belum lama ia kenal.


Mas Nathan laki-laki baik, ia sangat penyabar dan penyayang. Caca adalah perempuan beruntung karena ia telah berhasil mendapatkan cinta Nathan, padahal banyak wanita diluar sana yang menginginkan dirinya. Namun Nathan tidak tertarik oleh semua gadis yang terus saja menggoda dirinya.


Aaahh... membayangkan Nathan rasa rindu Caca kembali timbul, ia jadi tidak sabar untuk menunggu hingga hari esok tiba. Karena tidak berhasil juga memejamkan matanya, Caca segera menghubungi kekasihnya melalui video call.


Nathan menolak panggilan Caca. Namun Caca masih terus saja menghubungi berkali-kali dan Nathan mengalihkan penggilan video Caca ke panggilan suara.


"Mas?! vicall ya!"


"Heemm?" demi keinginan kekasihnya untuk video call akhirnya Nathan menjawab panggilan video dari Caca.


"aaaa!!!!" Caca berteriak histeris, "mas! pake bajunya!!" Caca terkejut karena melihat Nathan yang sangat manly (jantan), benar-benar cowok bangeet.


Nathan baru saja keluar dari kamar mandi, ia bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer yang super ketat hingga pusat miliknya tampak menyembul sempurna.


aaaaa!!!! Othor juga ikut teriak. Mas Nathan gak usah di pake bajunya, Othor syukaaa....


♥️♥️♥️


Hayuuk dong readers jangan pelit-pelit kasi vote kalian buat Othor

__ADS_1


__ADS_2