Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 84


__ADS_3

Haayy readers ku tercinta. Author mau menyampaikan banyak terima kasih pada kalian semua sudah setia mengikuti cerita Lisa dan Devo.


Sekarang author sudah buat grup chat, supaya kita bisa saling kenal dan berbagi pengalaman, seru-seruan juga bisa lohh, apalagi kalau mau berbagi poin pada anggota yang lain wooowww 😀


caranya klik "Chat author" maka admin akan add permintaan kalian. Jangan lupa ketik juga alasan kalian masuk grup chat ya.


♥️♥️♥️


Pagi ini mamah Rena tidak sabar untuk segera kerumah sakit, wajah cucu perempuannya selalu membayang di pikirannya, hingga tidur malam ini serasa lama sekali ia rasakan.


"Mah? nggak salah jam segini mau kerumah sakit?" papah Kevin bertanya karena sejak subuh tadi istrinya sudah bersiap-siap untuk berangkat kerumah sakit.


"Udah pah cepet deh! mamah mau ketemu sama si mungil, udah nggak sabar"


"Mereka juga mungkin belum bangun mah?!"


Papah bangga Kevin mengingatkan.


" Biarin aja, biar kita yang bangunin mereka!" mamah Rena tetap sersikukuh dengan keinginannya.


Ya apa mau dikata, papah Kevin memang selalu kalah jika istrinya sudah punya kemauan. Selain tidak mau memperpanjang perdebatan, papah Kevin juga tidak pernah bisa menolak keinginan perempuan yang paling dicintainya sejak dulu.


"Ayo pah!"


Betapa terkejutnya sang suami ketika melihat barang yang akan dibawa untuk menjenguk menantu dan cucu mereka.


"Ya ampun mah! yang bener aja! nggak salah nih bawaan?!"


"Salah nya dimana sih pah?!'


"Itu?!" papah Kevin menunjuk dua paper bag dan dua rantang makanan ditambah satu tas berisi beberapa pakaian.


"Kita kan cuma mau jenguk mah, bukannya menginap disana"


"Papah nggak ngerti urusan perempuan, ayo cepetan. Mamah udah kangen banget nih sama cucu mamah"


Dan si papah pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mamah Rena.


♥️♥️♥️


Setibanya diruangan tempat Lisa dirawat mamah Rena datang tepat sekali ketika sedang ada keributan kecil disana. Sang bayi menangis dibarengi dengan tangisan Lisa.


"oooaaa...oaaaaa..." suara bayi Lisa saat menangis, wajah si bayi hingga merah karena tangisnya yang keras.


"Sayang,, dedeknya belum selesai nyusunya, jangan dilepas dulu" Devo duduk didepan Lisa bingung menghadapi dua insan tercinta yang kini telah mengisi hidupnya.


"Iya, tapi sakit banget Yah! tuh liat ujungnya sampe lecet gini. Huuu...huuu..."


Devo tidak tau harus berbuat apa, disatu sisi ia kasihan dengan bayi mereka karena air susu Lisa memang belum banyak dan sepertinya si bayi masih kehausan dan tidak mau berhenti sebelum ia kenyang. Dan disisi lain ia juga kasihan melihat istrinya yang kesakitan menahan pedih dibagian ujung dadanya karena bayi mereka terus saja menghisapnya, berusaha mendapatkan sesuatu yang membuat ia kenyang.


Klek, suara pintu dibuka. "assalamualaikum...lohh kenapa sayang?" tanya mamah Rena pada menantu kesayangannya. Pemandangan yang pertama ditangkap mamah Rena saat masuk adalah wajah Lisa yang berurai air mata, walaupun Devo sudah beberapa kali menyeka air mata Lisa dengan jarinya.

__ADS_1


"Huuuu...huuu...sakit mah" Lisa menjawab sambil menangis.


Mamah Rena langsung menghampiri Lisa.


"Terus ini cucu oma kenapa?" melihat sang bayi pun ikut menangis dipangkuan bundanya.


"Bayinya haus mah" Devo menjawab pertanyaan yang ditujukan pada sang cucu.


Mamah Rena langsung mengambil cucu perempuannya dari pangkuan bundanya.


"Oooo sayaaang...haus ya?? kasian cucu Oma" menimang-nimang sang bayi agar tenang.


Dengan jawaban Lisa dan Devo, mamah Rena sudah bisa menyimpulkan apa yang terjadi disana, apalagi melihat Lisa belum merapikan pakaiannya, sumber asi yang ia punya pun terpampang dengan jelas, sekarang justru mengeluarkan sedikit darah dari lecet yang melingkar diujung dot alami yang dimiliki Lisa.


Devo merapikan pakaian istrinya, karena melihat papah Kevin saat masuk keruangan itu.


"Pelan-pelan Yah" pinta Lisa saat Devo memasukan sebelah gunung kembar milik istrinya ke dalam bra karena sejak tadi terpampang dihadapan nya.


"iya,,,ini ayah pelan-pelan kok"


"Kenapa mah?" tanya papah Kevin pada istrinya.


"Aku haus Opa!" jawab mamah Rena menirukan suara anak kecil.


"Dev, kamu panggil dokter. Minta susu formula untuk sementara, kasian anakmu kehausan" perintah papah Kevin pada Devo.


Waahh...papah Kevin memang Opa yang hebat, hanya dengan perintah kecil sudah bisa menangani masalah yang sedari tadi menimbulkan keributan.


Devo langsung bergegas menuju keruang jaga untuk menemui dokter dan meminta sebotol susu formula untuk bayinya.


Seorang suster mengantarkan sebotol susu formula untuk sang bayi, dan mamah Rena langsung menyumpal mulut cucunya dengan dot karet itu.


Dalam hitungan detik si bayi menghentikan tangisnya dan sekarang bayi itu sedang sibuk menghisap dot yang diberikan Oma nya.


"Hiks...hiks..." Lisa menangis karena melihat bayinya sangat menikmati susu yang baru saja diberikan oleh mamah mertuanya.


Devo langsung menghampiri Lisa, " bunda kenapa? masih sakit ininya?" tanya Devo sambil menunjuk dada Lisa.


"Asi Bunda gimana Yah? hiks...hiks..."


Lisa khawatir bayinya akan lebih menikmati susu formula dibandingkan dengan asi miliknya.


"Ini cuma untuk sementara kok, sampai dot Bunda nggak lecet lagi" ujar Devo menjelaskan.


"Iya Lis, ini cuma buat selingan aja kok"


"Lagian kalo dedek nggak mau, ya buat ayah aja" Devo justru menggoda Lisa.


Sontak saja cubitan mendarat dipinggang Devo, "Bunda serius ayaaah.."


"Aawww....sakit bun! iya ayah juga bercanda sayang, sudah jangan nangis lagi, malu tuh sama dedek, masa Bundanya lebih cengeng"

__ADS_1


Mendapat sindiran seperti itu membuat Lisa tertunduk karena malu, apalagi disitu ada kedua mertuanya.


Melihat wajah istrinya yang merah karena malu, Devo mengambil inisiatif untuk memeluk istrinya.


Karena drama yang terjadi pagi ini tidak terasa jam didinding rumah sakit sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Seorang pelayan rumah sakit membawakan satu nampan yang diatasnya tertata tiga piring berisi beberapa macam menu sarapan pagi untuk pasien.


"Sarapannya dimakan ya bu" perintah seorang perawat pada Lisa.


"Saya mau mandi dulu sus" jawab Lisa


"Ooh..mari saya bantu bu" ujar si perawat tersebut.


"Biar sama saya saja sus" pinta Devo.


"Bunda dibantu suster aja Yah" ucap Lisa menolak ajakan suaminya.


"Sama ayah aja yuk!" ajak Devo hendak membantu istrinya.


"Tapi ini berdarah loh yah!" Lisa menunjuk area pusatnya, ia khawatir Devo tidak akan bisa melihat darah nifasnya.


"Nggak masalah!" jawab Devo dengan yakin.


"Serius??! emang Ayah nggak jijik?!" Lisa meyakinkan suaminya.


"Lahh, waktu pertama kita bikin dedek, itu Bunda berdarah,,, kan ayah yang ngobatin"


Dengan polosnya Devo menceritakan pengalamannya mengenai itunya si Bunda.


Dan seketika itu Lisa membulatkan matanya kearah Devo, "Malu tau!"


Suster yang mendengarkan perdebatan unfaedah sepasang suami-istri itu menutup mulutnya menahan tawa.


"Ngapain mesti malu, kan sama istri sendiri"


Devo masih membela diri.


"Tapi disini banyak orang ayaaahh!!!"


"Jadi bagaimana bu?" tanya suster menengahi perdebatan yang sepertinya tidak akan segera selesai.


"Sama saya saja sus!" jawab Devo dan langsung menggendong istrinya ke kamar mandi.


"Hhmm romantis bangeeeet" ucap suster dalam hati.


♥️♥️♥️


Sorry banget akyu telat up nya ya genks 🙏


Seperti biasa guyss,,ritual sesudah membaca.

__ADS_1


like, komen, dan vote juga pastinya..


__ADS_2