Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Reiga bisa memaklumi sikap Anyelir. Reiga bahkan merasa wajar jika Anyelir mengabaikan Dorman ataupun Mendokan keburukan atas laki-laki paruh baya itu.


Sudah jelas, Dorman adalah pelaku utama atas segala hal buruk yang menimpa Anyelir. Dorman tidak hanya merebut paksa Anyelir dari kedua orang tuanya, Dorman bahkan menyiksa dan melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang tidak bisa dimaklumi.


Sampai saat ini, Reiga hanya berpikir jika semua yang Dorman alami adalah karma atas perbuatannya sendiri. Mungkin Tuhan menguji Anyelir dengan nasib yang buruk, namun Tuhan selalu mendengarkan doa-doa yang tak terucap dari gadis itu. Setiap air mata yang mengalir serta rasa sakit di tubuh Anyelir, perlahan telah dibayar oleh Dorman dengan penyakit yang ia derita.


Reiga tidak menyalahkan Anyelir, semua yang terjadi pada sang ayah, adalah buah dari keserakahan serta kekejamannya.


"Jangan pernah menyalahkan dirimu. Apapun yang terjadi, semua atas kehendak Tuhan," ujar Reiga di samping Anyelir.


"Sejujurnya, aku menyayangi ayahku, tapi aku juga membencinya. Aku pun pernah bertanya, kenapa harus ibuku? Kenapa bukan ayahku," lanjut Reiga.


Anyelir menoleh, menatap Reiga dengan penuh rasa heran.

__ADS_1


"Kau tahu, ibuku meninggal bukan karena penyakitnya. Tapi karena ayah," jelas Reiga.


"Apa ayahmu ...."


"Benar, ayah juga selalu bersikap buruk pada ibuku sejak aku kecil. Ayah tidak pernah berubah. Ibuku tiba-tiba meninggal padahal baru beberapa hari dinyatakan sehat oleh dokter. Penyakitnya semakin membaik dari hari ke hari. Namun kematiannya sangat mendadak, dan aku tahu jika ayah menyembunyikan sesuatu dibalik kematian ibu. Ayah berusaha menutupinya, tapi aku tahu."


Anyelir terdiam, kedua matanya berkaca-kaca. Air mata menggenang di pelupuk matanya.


Di saat hari kematian ibunya yang mendadak, Reiga yang sedang mengajar pun langsung meninggalkan kelas dan pulang ke kampung halamannya.


Reiga telah mendapati sang ibu terbaring kaku tak bernyawa. Reiga selalu memantau kesehatan ibunya, ia selalu menelepon untuk mengingatkan jadwal minum obat. Reiga selalu datang setiap bulan dan mengantar sang ibu menjalani pemeriksaan kesehatan serta kontrol rutin.


Dengan segala kerja keras mereka, ibu Reiga perlahan pulih dan penyakitnya pun membaik. Namun kabar kematiannya, membuat dunia Reiga hancur seketika.

__ADS_1


Reiga merasa aneh, ia meminta izin pada sang ayah agar ibunya di autopsi sebelum dimakamkan. Sayangnya, Dorman menolak keras permintaan Reiga dengan berbagai alasan.


Reiga hanya ingin tahu, apakah ia melewatkan sesuatu hingga sang ibu tiba-tiba berpulang.


Tanpa izin Dorman, Reiga tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa menerima kematian ibunya dengan hati yang lapang dan tegar. Namun, Reiga menemukan sebuah fakta yang mengejutkan sebelum sang ibu dimakamkan. Ia melihat banyak sekali bekas luka dan memar di tubuh ibunya. Ada memar di kepala hingga bekas darah mengalir dari dalam telinga. Reiga menebak, Dorman melakukan pemukulan keras di bagian kepala.


Kejadian memilukan itu bahkan masih teringat dengan jelas di pikiran Reiga. Ia tidak ingin memaafkan sang ayah, namun ia juga tidak bisa membalas perbuatan buruk ayahnya. Karena bagaimanapun, Dorman adalah orang tuanya.


"Kau mengalami hidup yang berat. Kau hebat," puji Anyelir. Ia tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi pada dirinya.


"Aku berjanji, aku akan melindungimu. Aku tidak akan membiarkan kau bernasib sama dengan ibuku."


"Terima kasih." Anyelir tersenyum tipis. Ia bisa melihat ketulusan Reiga. Laki-laki itu, telah berbuat banyak untuknya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2