Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
TEMAN MASA KECIL


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu semenjak menghilangnya Zyrra di kota Roma nan indah. Namun Jovan masih setia menunggu kembalinya sang istri tercinta. Jovan yakin, bila istri dan ankanya itu pasti baik-baik saja. Pria dengan wajah tampan yang dapat memikat hati wanita manapun itu, kini menetap di Itali. Dengan tujuan untuk terus mencari keberadaan istri dan calon anaknya yang masih berada dalam kandungan Zyrra.


Semula Jovan amatlah kesulitan menerima keadaan bila Zyrra masih belum dapat ditemukan. Akan tetapi teman wanita semasa kecilnya datang untuk menghibur dan memberikan semangat untuk Jovan.


Hingga berangsur-angsur, Jovan kini telah kembali ke dirinya yang gila kerja seperti dulu. Semua urusan di Jakarta telah ia serahkan pada Adiknya, Jonan. Bahkan kini Adiknya itu telah resmi menikahi wanita pujaannya, Bella. Meskipun Joi masih belum mengetahui bila mereka adalah orang tua kandungnya, tapi setidaknya itu cukup untuk saat ini. Bella dan Jonan tidak ingin membuat Joi merasa sedih bila mengetahui tentang masa lalunya yang membuat dirinya kini harus bersetatuskan anak angkat di keluarga kandungnya sendiri.


Tuan Bima pun mau tidak mau memberikan restu kepada Jonan untuk menikahi Bella. Sebab Jonan mengancam tidak akan mengurus perusahaan bila Tuan Bima tidak memberikan restunya. Sedangkan pada saat itu, kondisi Jovan masih amatlah kacau sebelum kedatangan Shava. Shava lah satu-satunya orang yang mau Jovan dengarkan nasehatnya. Hal itu tentu saja membuat Tuan Bima menjadi lega.


"Hai Van, udah makan siang? Aku mau ngajak kamu ke restoran yang nggak jauh dari sini. Aku jamin rasanya pasti enak." Ucap Shava dengan nada manja. Jovan sudah terbiasa akan tingkah manja Shava. Sebab, sejak dari kecil mereka tumbuh besar bersama. Hanya saja, saat Shava berusia 11 tahun dia di bawah ke luar negeri oleh kedua orang tuanya. Jadi sejak saat itu, Jovan dan Shava mulai merenggang dan jarang berhubungan.


"Kau makanlah dulu. Aku masih ada meeting dengan beberapa klien. Maaf tidak bisa menemanimu." Tolak Jovan tanpa menatap ke arah lawan bicaranya.


Dengan wajah kecewa, Shava menghentakkan kakinya di atas marmer lantai ruangan Jovan.

__ADS_1


"Kamu sibuk terus! Kalo kayak gini, kamu bisa sakit. Kamu tahu kan kalau kamu sakit aku sedih, ayolah Van, kita kan udah lama nggak makan siang bareng, please..." bujuk Shava merengek. Dengan malas Jovan menuruti keinginan wanita itu. Sebab Jovan hafal betul bagaimana sikap Shava bila keingannya tidak dituruti. Wanita itu akan terus berusaha dengan segala upaya untuk mendapatkan yang dia mau.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Di Indonesia, Jonan dan Bella beserta putra mereka tengah melakukan aktivitas sebelum tidur. Mereka berkumpul di ruang bersantai sembari menonton sebuah acara di televisi. Keluarga kecil itu nampak begitu bahagia, terutama Bella. Dia merasa begitu bersyukur karena telah dapat berkumpul dan melihat sendiri tumbuh kembang putra kandungnya.


"Joi, ngapain sayang?" Tanya Bella yang melihat putranya tengah asik dengan buku gambarnya.


"Ini siapa?"


"Ini Mamah, ini Papah dan ini Joi. Mom, kapan Mamah pulang? Joi kangen, apa dedek bayi Joi udah lahir ya?"


Bella tau siapa yang di maksud Joi dengan sebutan Mamahnya itu. Hanya Zyrra lah yang akan Joi panggil dengan sebutan Mamah. Bahkan untuk dirinya, Joi memiliki sebutan lain. Ternyata kehadirannya tidak mampu menggantikan posisi Zyrra di dalam hati putranya.

__ADS_1


Sedih? Tentu saja, hati Ibu mana yang tidak akan sedih bila melihat putranya lebih menyayangi wanita lain sebagai ibunya sendiri. Tapi Bella sadar, itu semua bukanlah salah Zyrra. Semua itu di karenakan keteledorannya di masa silam yang hanya mementingkan egonya sendiri.


"Kita do'akan Mamah Zyrra ya? Semoga Mamah Zyrra bisa cepat pulang dan kita bisa berkumpul bersama lagi.''


Joi tersenyum dan mengangguk lemah, bagi Joi Zyrra adalah malaikat penyelamatnya. Orang yang akan menjadi wanita satu-satunya yang ia anggap sebagai Ibu. Joi memanglah hanya anak berusia enam tahun, tetapi ia memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa dari usianya. Dia tau, bila Zyrra saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dan setiap malam Joi selalu berdo'a agar Tuhan senantiasa melindungi Ibunya itu.


Jonan menatap wajah istrinya dengan senyum getir. Dapat Jonan rasakan kekecewaan dalam hati Bella saat ini. Dia tau bila tidaklah mudah menerima orang lain sebagai Ibu dari putranya. Tetapi Jonan salut kepada sikap sabar Bella. Dia tetap tenang dan tidak ingin berusaha memaksakan diri untuk diakui oleh Joi sebagai Ibu kandungnya.


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA YA?


I LOVE YOU ALL READERSKU 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2