Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
KECANDUAN


__ADS_3

"Dia bohong! Lihatlah aku yang berada di lantai seperti ini. Ini semua di sebabkan olehnya!"


"Sudah, cukup! Ini semua karena kecerobohan sekretaris saya. Saya mohon maaf!" Ucap Pitto menghentikan wanitanya berbicara lebih banyak lagi.


"Apa? Sayang, tapi kan dia yang udah nyerang aku. Kamu kok malah bela dia sih?!"


"Ssst...! Nanti aku jelasin." Bisik Pitto di telinga kekasihnya itu.


"Baiklah lain kali saya harap Anda lebih memperhatikan tingkah laku orang Anda sendiri. Karena perusahaan ini tidak ingin bekerja sama dengan orang-orang yang ceroboh." Ucap Jonas dan berlalu pergi.


Lola tersenyum puas melihat ketakutan di wajah Pitto. Untung saja ada Jonan yang datang tepat waktu, bila tidak, mungkin saat ini sudah terjadi pertumpahan darah di antara empat orang itu.


"Manajer Zyrra, Tuan Jovan sudah menunggu Anda di ruangannya."


"Oh, baiklah. Maaf, aku ke ruangan CEO dulu, kamu duluan aja makan siangnya."


"Ia gak papa, kalo gitu aku duluan ya.."


Zyrra kembali masuk ke dalam lift dan menuju ruangan Jovan.


"Kenapa itu orang tiba-tiba pingin aku ke ruangannya?" Tanya Zyrra saat berada di depan pintu ruangan Jovan.


Tok..tok...


"Tuan Jovan memanggil saya? Lho orangnya mana?" Tanya Zyrra yang tidak mendapati Jovan dalam ruangannya.


Tiba-tiba dari belakang tubuh Zyrra ada seseorang yang memeluknya erat.


"Hai sayang," Ucap Jovan seraya menciumi tengkuk leher Zyrra yang terbuka. Sebab rambut panjang wanita itu di sanggupkah ke atas dan menampakkan leher putih jenjangnya.


"Tu..Tuan Jovan, ini di perusahaan. Bagaimana biar ada yang melihat?" Ucap Zyrra gugup. Ia tidak menyangka Jovan akan memeluknya dari belakang.


Sedangkan Jovan sendiri masih sibuk menciumi aroma tubuh Zyrra yang sudah benar-benar membuatnya mabuk kepayang. Ia sedari pagi sudah sangat merindukan istrinya itu.


Bahkan Jovan tidak pernah serindu ini saat masih bersama dengan Bella dulu. Ia sendiri pun tidak mengerti apa yang membuatnya begitu kecanduan akan aroma tubuh dari wanita yang berada dalam pelukannya saat ini.


"Tenanglah, ini ruanganku. Tidak akan ada yang berani masuk tanpa izin dariku."


"Ia aku tau, aku tetap aja ga tenang."


Jovan pun melepaskan pelukannya dan membawa Zyrra duduk di atas sofa. Dia mendudukkan wanita itu ke atas pangkuannya.


"Tuan Jovan, tolong jaga sikap Anda selama di perusahaan. Ini benar-benar tidak profesional."


"Kamu membicarakan tentang profesioalisme denganku?"


"Tentu saja, karena kita saat ini sedang berada di perusahaan."

__ADS_1


"Begitukah? Sekarang aku tanya, siapa bos di sini?"


'Pertanyaan macam apa itu? Jelas-jelas dia bosnya.' Dumel Zyrra dalam hati.


"Tuanlah bosnya."


"Kalau begitu aku bebas melakukan apa pun pada karyawanku bukan?"


"Benar,"


"Dan sebagai bos, aku menghukum kamu karena sudah tidak patuh dan selalu membantah pada atasan."


'Ah, bagian mananya aku membantah ucapanmu?' Lagi-lagi Zyrra hanya bisa menggerutu dalam hati.


"Cium aku!"


"Apa?"


"Ia cium aku, itu hukuman kamu karena sudah membantah perintahku."


"Tapi,"


"Cium aku atau aku yang akan menambah hukuman kamu?"


Zyrra mendengus kesal akan hukuman yang di berikan oleh Jovan padanya. Tapi ia juga tidak dapat menolak sebab, ia tidak Jovan menambah hukumannya lagi.


Cup..!


Sebuah ciuman mendarat di pipi kanan Jovan.


"Apa itu? Apakah itu yang kamu sebut dengan ciuman?"


"Lalu?"


"Tsk..! Biar aku ajari bagaimana itu yang namanya ciuman."


Jovan pun ******* bibir ranum Zyrra yang selalu terasa manis dan membuatnya candu.


"Em..!" Gumam Zyrra saat merasa kehabisan nafas.


Jovan melepaskan ciumannya, laki-laki itu tersenyum puas saat melihat wajah Zyrra yang sudah merah padam, laksana buah strobery yang matang dari pohonnya.


Namun Jovan malah menjadi bernafsu saat melihat dada Zyrra yang naik turun akibat mengisi ulang oksigen ke dalam paru-parunya.


Laki-laki itu pun membanting tubuh Zyrra ke atas sofa dan mengukung wanita itu di bawah tubuh kekarnya.


"Dan ini adalah hukumanmu karena sudah membantah suamimu sendiri." Ucap Jovan dan kembali ******* b*b*r Zyrra dengan penuh nafsu.

__ADS_1


Tangan kanannya bahkan sudah melepaskan kancing baju yang di kenakan oleh Zyrra hingga menampakkan d*d* indah milik wanita itu.


Perlahan Jovan melepaskan tautan b1b1r mereka dan beralih ke l3h3r Zyrra dan semakin turun hingga ke bagian dua gunung kembar bagian favoritnya.


Ia menyukai tempat itu sebab, itu adalah titik lemah Zyrra. Wanita itu akan mengeluarkan suara lenguhan yang membuatnya makin terpacu untuk mengarungi bahtera kenikmatan bersama.


"Emh..."


'That's right!' Ucap Jovan dalam hati dan tersenyum miring.


"Tu..Tuaan, kita, ah...! Kita tidak boleh, emh...melakukannyah..di sini! Ini adalah kantor. Ahk..!" Teriak Zyrra yang merasakan gigitan pada p*t*ng n1p3l miliknya.


"Apa yang kau bicarakan? Bisakah lebih jelas saat berbicara?" Tanya Jovan dan kembali melakukan aktivitasnya.


Kepala Zyrra terasa makin pening atas setiap sentuhan yang dilakukan oleh Jovan padanya.


Keringat sudah mulai membasahi kening wanita itu, ia benar-benar sudah tidak dapat mengontrol dirinya lagi. Zyrra mencoba menghentikan Jovan dengan mencengkeram kuat rambut laki-laki itu.


Namun, Jovan justru mengira Zyrra sedang meminta hal yang lebih lagi dari ini. Pria itu memutuskan untuk membawa Zyrra masuk ke ruangan istirahat yang ada di dalam kantornya itu.


Perlahan dia membaringkan tubuh Zyrra ke atas ranjang besar miliknya dan kembali m3ncumbu1 tubuh molek Zyrra yang sudah tidak mengenakan apapun lagi.


"Tunggu, tunggu! Ini jam makan siang, dan setelah ini aku masih harus menghadiri rapat dengan kepala Divisi." Cegah Zyrra sebelum ia kembali kehilangan kontrol pada dirinya sendiri.


"Aku akan menyuruh Denis untuk membawakan makan siang ke sini. Dan untuk rapat nanti, aku akan menyuruh mereka agar menundanya dulu."


"Tapi,"


Jovan tidak membiarkan Zyrra melanjutkan ucapannya. Dengan beringas ia ******* dan meng*l*m b1b1r wanita itu.


Ya, dan kalian tau lah apa yang terjadi selanjutnya....


Kita cukup memantau perkembangan mereka dari jauh aja, selebihnya biar buat rahasia di antara mereka dan Tuhan aja...


(Prof Author: Ya, walaupun aku juga tau sihπŸ˜…πŸ˜… Tapi akunya ga mau kasih tau kalian biar bisa lulus revisi😜)


BERSAMBUNG...


...**CERITA INI HANYA KARANGAN SEMATA!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT ATAU YANG LAINNYA, ITU HANYALAH KEBETULAN SAJA....


Sekilas info...aku bakal kasih gambaran para pemain dalam cerita Cold Hearted A Girl Kalau sudah sampai ke episode 50.


Jadi nantikan terus cerita selanjutnya ya...πŸ˜‰πŸ˜‰


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan jadikan favoritnya ya...

__ADS_1


jangan lupa juga vote dan berikan bintang lima...


__ADS_2