Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
PULAU PRIBADI


__ADS_3

Angin lembut yang bertiup menerpa wajah seorang wanita muda yang duduk di kursi roda, menerbangkan helaian-helaian rambut indahnya. Wanita cantik itu duduk menikmati deburan ombak yang bergulung di pantai sembari mengusap perut buncitnya. Ada tatapan kosong di antara indahnya pemandangan pantai itu. Wanita itu duduk termenung sembari sesekali bersenandung lembut.


"Presto nascerai in questo mondo caro. Scusa, non so ancora chi sia tuo padre. Ma non devi preoccuparti, la mamma farà del suo meglio per essere sia padre che madre per te."


(Tak lama lagi kau akan lahir ke dunia ini sayang. Maaf, Ibu masih belum tahu siapa ayahmu. Tapi kau tidak perlu khawatir, ibu akan berusaha sebaik mungkin menjadi Ayah sekaligus Ibu untukmu.)


Ucap Wanita itu pada bayi yang berada di dalam kandungannya. Seperti merespon ucapan sang ibu bayi dalam kandungan itu menendang-nendang di dalam sana.


"Ehi, capisci cosa sto dicendo? Sono sicuro che un giorno sarai una ragazza intelligente."


(Hei, kau mengerti yang Ibu ucapkan? Ibu yakin, kau akan menjadi gadis yang cerdas suatu saat nanti.)


"Zyrra, che ci fai qui? Dove sono le infermiere che si prendono cura di te?" Tanya seorang pria paruh baya pada putrinya.

__ADS_1


(Zyrra, apa yang kau lakukan di sini? Di mana para perawat yang menjagamu?)


Ya, wanita yang duduk di kursi roda itu adalah Zyrra Azasya. Dia ternyata diselamatkan oleh Robin, Ayah kandungnya sendiri. Sayang, Zyrra kehilangan ingatannya saat sadar setelah koma selama 2 bulan lamanya. Robin sengaja tidak memberitahukan kepada Zyrra siapakah ayah dari bayi yang ia kandung saat ini. Robin takut, bila Zyrra bertemu dengan Jovan maka putrinya itu akan kembali meninggalkannya seperti dulu. Atau bahkan, Zyrra akan sangat membenci dirinya karena telah meninggalkan Zyrra kecil di panti asuhan.


"Mi sto solo godendo il panorama qui, papà. mi hanno detto di tornare. Voglio solo stare da solo e non voglio essere disturbato."


(Aku hanya sedang menikmati pemandangan di sini Ayah. Mereka aku suruh untuk kembali. Aku hanya ingin sendiri dan tidak ingin diganggu.)


"sei stato seduto qui abbastanza a lungo il vento non fa bene alla salute del feto. Lascia che il Padre ti inviti a tornare."


Robin mendorong kursi roda Zyrra menuju tempat tinggal mereka. Robin menyembunyikan Zyrra di pulau pribadi miliknya yang dijaga ketat oleh ratusan anak buah terlatih pilihannya. Robin tidak ingin kejadian beberapa bulan lalu kembali menimpa putrinya itu. Kejadian di mana Zyrra terkapar lemah tak berdaya, dengan kepala bersimbah darah, cukup membuat Robin trauma besar. Belum lagi saat dokter mengatakan bila sedang dalam keadaan koma. Bahkan dokter pun menyampaikan, kemungkinan Zyrra untuk bangun sangatlah tipis.


Namun keajaiban ternyata memang masih ada, saat usia kandungan Zyrra menginjak 7 bulan, wanita itu terbangun dari tidur panjangnya. Hal pertama kali yang ia temukan hanyalah perut besar. Tidak tahu siapa dirinya, di manakah dirinya, bagaimana masa lalunya, dan semua hal yang terjadi sebelum ia membuka mata hari itu.

__ADS_1


Robin hanya mengatakan bila dirinya mengalami kecelakaan bersama sang suami. Sedangkan suaminya tidak dapat diselamatkan karena mengalami pendarahan hebat. Meskipun ingin mempercayai ucapan Robin, namun hatinya masih tetap ragu. Ia tidak tahu mengapa rasanya ada yang salah dengan perkataan pria di hadapannya ini. Tetapi untuk sekarang, dia tidak tahu harus percaya dengan siapa lagi. Karena hanya Robin lah satu-satunya orang yang ia kenal saat ini.


"Padre. quest'isola è così grande ma stranamente non vedo bambini piccoli solo adulti che sono su quest'isola" Tanya Zyrra saat mereka berada di depan rumah. Memang Robin sengaja membuat pulau pribadinya seperti sebuah desa pinggir pantai. Dengan para anak buahnya yang ia minta menyamar menjadi para nelayan. Tetapi Zyrra bukanlah wanita bodoh yang bisa di tipu hanya dengan mudahnya. Dia menyadari, bila ada yang salah dengan pulau tempat tinggalnya ini.


(Ayah. Pulau ini begitu besar, tapi anehnya aku tidak melihat anak kecil sama sekali. Hanya orang-orang dewasa yang berada di pulau ini.)


Pertanyaan Zyrra membuat Robin terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Untungnya di saat yang tepat, Haikal tiba dan mengalihkan pembicaraan kedua orang itu.


"Mi scusi signore, i pescatori vogliono fare un incontro. Per favore, vieni presto signore." Ucap Haikal kemudian berlalu pergi.


(Maaf Tuan, para nelayan ingin mengadakan rapat. Harap Tuan segera hadir.)


"Papà doveva partecipare a un incontro con i pescatori. Stai bene riposato e non pensare a nulla che possa interferire con la tua salute." Robin pun meninggalkan Zyrra yang masih bertanya-tanya.

__ADS_1


(Ayah harus menghadiri rapat dengan para nelayan. Kau baik-baiklah istirahat dan jangan memikirkan apapun yang dapat mengganggu kesehatanmu.)


BERSAMBUNG....


__ADS_2