Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
TERUNGKAPNYA ORANG TUA JOI PART 3


__ADS_3

"Sekarang coba kamu cerita. Kenapa kamu datang ke sini malam-malam dan langsung memeluk aku?" Tanya Bella ketika mereka sudah duduk di atas sofa.


"Andai aku punya anak dari wanita lain, apa kamu masih mau menikah denganku?"


Degh..!


Pertanyaan yang keluar dari mulut Jonan, membuat jantung Bella berdegup keras. Wajahnya seketika berubah menjadi pucat pasi.


"Ma..maksud kamu apa?" Jonan tertunduk lesu. Ia tidak mampu ditinggalkan Bella, tapi Jonan pun tidak ingin menutupi hal ini dari wanita yang ia cintai. Apa lagi, Bella akan menjadi istrinya. Jadi menurut Jonan, ia pun berhak tau tentang masa lalunya yang buruk. Perlahan Jonan menarik nafasnya dalam-dalam dan kembali memulai percakapan.


"Joi adalah anakku dengan wanita lain. Walaupun aku juga ga tau siapa Ibu dari Joi, tapi hal ini sudah diketahui oleh Kakek dan membuatnya berada di rumah sakit sekarang."


"Aku minta maaf karena baru bilang hal ini. Tapi aku juga baru tau dari Kakek. Aku benar-benar ga tau harus gimana kagi." Bella terdiam. Ada sedikit perasaan lega sekaligus bersalah dalam hatinya.

__ADS_1


'Apakah ini sudah waktunya aku jujur dengan mereka? Mungkin ini adalah jalan dari Tuhan agar aku bisa bersama dengan putraku.' Bella meyakinkan dirinya untuk berterus terang siapakah Joi sebenarnya. Dengan jantung berdebar, Bella menggenggam telapak tangan Jonan.


"Sebenarnya, Joi itu anak kita."


Booom..!!!


Jantung Jonan seakan meledak mendengar ucapan wanita yang ia cintai. Bagaimana mungkin ia tidak tahu tentang kehamilan Bella, meskipun dia juga ingat sudah pernah melakukan halitu sekali dengannya.


"Tapi, gimana mungkin? Aku sama sekali ga pernah dengar kabar kehamilanmu."


"Aku mengira, aku tidak akan pernah bisa menemukan dia, hingga kamu bercerita tentang dia malam itu. Awalnya aku pikir itu hanyalah sebuah kebetulan. Tapi setelah melihat wajahnya, aku yakin bila itu adalah putra yang aku lahirkan dulu. Jadi aku melakukan tes DNA secara diam-diam."


"Dan kamu ga kasih tau aku tentang hal ini?" Tanya Jonan kini dengan tatapan mata kecewa.

__ADS_1


"Maaf. Aku pikir dengan tetap menyembunyikan semuanya, semua akan baik-baik aja. Aku ga pernah mengira saat ini akan datang."


"Dan ini juga alasan kamu mau menerima lamaran aku?" Bella pun mengangguk pelan. Memang itulah alasan utamanya menerima pinangan Jonan. Agar dia bisa bersama dengan putranya dan memberikan sebuah keluarga utuh untuk Joi, meski dengan kebohongan.


Jonan tersenyum getir melihat anggukan Bella. Ia merasa seperti seorang pria bodoh yang meminta belas kasihan dari Bella. Kini ia tau alasan Bella begitu menyayangi Joi sejak pertama kali bertemu. Hal yang ia bingungkan, kini terjawablah sudah. Kenyataan pahit pun harus Jonan telan mentah-mentah.


"Maafkan aku Jo, aku ga bermaksud nyakitin kamu. Aku cuma mau kita bertiga hidup bersama. Aku ingin menebus semua kesalahanku di masa lalu."


"Dengan cara membohongi kami berdua?! Apakah kamu sadar, dengan cara kamu seperti ini, kamu malah menyakiti perasaan aku dan Joi."


"Aku tau, aku minta maaf." Pinta Bella dengan derai air mata. Ia tau Jonan pasti begitu kecewa padanya, tapi Bella semua yang Bella ucapkan adalah sebuah kebenaran.


"Andai dari awal kamu jujur, mungkin semuanya ga akan jadi seperti ini. Sekarang aku juga ga tau harus gimana. Aku udah terlalu kecewa sama kamu."

__ADS_1


Jonan bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan apartemen Bella. Ia pikir dengan datang ke tempat ini, pikirannya akan menjadi tenang. Tapi ternyata, kedatangannya kemari justru makin membuatnya menjadi makin rumit. Kebohongan Bella selama bertahun-tahun yang di ketahui oleh Kakeknya pertama kali, telah membuat pria tua itu berbaring di rumah skit. Dan dengan bodohnya, Jonan masih saja tidak tega melihat butiran bening yang meleleh di pipi mulus Bella barusan. Entah hatinya memang sudah buta, atau otaknyalah yang sudah keracunan cinta, Jonan sendiri tak dapat membedakannya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2