
Sebuah pesta besar yang di adakan oleh keluarga ternama dihadiri begitu banyak orang dari kalangan atas.
Para tamu undangan yang hadir di sana, rata-rata dari kalangan bejabat, pengusaha dan pebisnis handal dari berbagai penjuru negri.
Pesta yang biasa diadakan setahun sekali itu, telah di penuhi oleh orang-orang berjas yang memiliki koneksi tertentu dengan tuan rumah.
Namun, para tamu tercengang dengan kedatangan sepasang pria dan wanita yang tidak asing lagi di dunia bisnis.
Selain karena paras dan staus mereka yang memang tidak bisa di remehkan namun, hampir semua tamu undangan , mengetahui perselisihan diantara keduanya.
Jovan, dengan langkah tegapnya tiba di acara tersebut bersama Zyrra yang menjadi pasangannya malam ini.
Ada sedikit keraguan yang menghinggapi perasaan Jovan saat tiba di kediaman milik keluarga kekasihnya itu. Namun, ia juga harus menghadiri acara tersebut sesuai dengan perintah dari sang Kakek.
"Hey bukankah itu Jovando Argantara? Pengusaha nomor satu di Asia itu kan?" Tanya salah satu tamu undangan pada tamu lain.
"Ya, ku dengar keluarga Argantara dan keluarga Vandov itu sedang berselisih? Apakah mungkin perselisihan diantara keduanya telah berakhir?"
"Kurasa juga begitu"
Jovando dan Zyrra duduk di salah satu meja dan mengobrol bersama tamu undangan lainnya.
Tiba-tiba saja, seorang wanita cantik menghampiri mereka dan menyapa Jovan dengan lembut.
"Selamat malam Tuan Jovando Argantara, senang sekali akhirnya Tuan dapat menghadiri pesta kami."
"Selamat malam Nona Bella, suatu kehormatan dapat menghadiri pesta yang kalian selenggarakan ini." Jawab Jovan dengan nada formal.
Mereka sengaja melakukan hal itu agar orang luar tidak mengetahui hubungan yang terjalin di antara keduanya.
Namun itu tidak berlaku pada Zyrra, ia telah mengetahui segala sesuatu yang terjadi di antara suami dan wanita yang terlihat ramah itu.
Hanya saja, Zyrra tidak dapat berbuat apa-apa. Dalam pikirannya ia di sini hanyalah tembok pembatas yang memisahkan keduanya dan menutupi segala sesuatu yang terjadi di dalam dari dunia luar.
"Bolehkah saya berbincang empat mata dengan Anda?"
Jovan menatap wajah Zyrra dan menggenggam jemari wanita itu sesaat, seakan memberi isyarat untuk percaya padanya.
__ADS_1
Zyrra ikut menatap dan tersenyum canggung, ia merasa aneh akan hal yang di lakukan oleh Jovan.
Hati Bella seakan teriris saat melihat perlakuan Jovan pada wanita lain secara langsung di depan matanya. Wanita benar-benar merasa hancur dan sekuat tenaga untuk menahan bulir bening yang mengenang di pelupuk matanya aga tidak terjatuh.
Jovan pun bangkit dan mengikuti langkah Bella menuju halaman belakang rumahnya yang mana di sana ada sebuah taman yang di penuhi bunga-bunga cantik.
"Bella/Jovan," Keduanya menyebutkan nama lawan bicara bersamaan.
"Van, aku hanya ingin mendengar satu hal dari mulutmu. Apakah kau masih mencintaiku?" Tanya Bella dengan derai air mata. Ia tak mampu lagi untuk membendungnya agar tidak keluar.
Jovan yang semula ingin langsung mengakhiri hubungan dia antara mereka menjadi tidak tega. Ia menundukkan wajah dan menghembuskan nafas perlahan.
"Maafkan aku Bel, aku yang bersalah. Maaf karena tidak bisa menjaga janin yang pernah aku ucapkan. Maaf!"
Bella menyeka air matanya dan mencoba untuk tetap tersenyum. Inilah hal yang ingin ia dengar dari sang kekasih.
Walaupun terasa sakit, namun Bella harus menerima semua kenyataan itu.
"Baikalah. Semoga kalian selalu berbahagia." Ucap Bella dan berlalu meninggalkan Jovan.
...****************...
Ia merasa amat canggung dalam pesta itu, untunglah ada seorang pria yang menghampiri wanita itu dan mengajaknya untuk berbincang.
"Zyrra, kau juga di undang di pesta ini?"
Zyrra yang merasa namanya di sebut, menoleh dan melihat seorang lelaki berwajah tampan tersenyum ke arahnya.
"Arya? Kamu di sini juga?"
"Ya, keluarga Vandov adalah rekan bisnis keluargaku, jadi aku di sini sebagai tamu undangan. Kau kemri dengan siapa?"
"Oh, aku datang bersama atasanku." Jawab Zyrra bohong. Ia tidak mungkin mengakui statusnya dengan Jovan, sebab itu akan melanggar perjanjian mereka.
"Oh, apakah itu Tuan Jonan?"
"Tidak, aku kemari bersama Tuan Jovan."
__ADS_1
Keduanya pun mengobrol sambil menikmati hidangan yang tersakiti di atas meja.
Sementara itu, Jovan yang ingin kembali ke mejanya dan Zyrra, mendapat kabar dari bawahannya, bila mereka telah melihat Putu hadir di pesta itu.
Jovan bergegas mencari keberadaan laki-laki yang telah berani mencelakai istrinya untuk memberi pelajaran sekaligus berterimakasih padanya.
Bingung? Tentu saja Jovan harus berterimakasih pada Putu karena sudah memberinya kesempatan untuk mendapatkan Zyrra seutuhnya.
Dan juga memberikan pelajaran, agar laki-laki br*ng*s*k itu tidak berani kembali menyentuh Zyrra di kemudian hari.
Jovan dan anak buahnya mulai berkeliling mencari keberadaan Putu di sekitaran kediaman keluarga Vandov.
"Apa yang laki-laki itu lakukan di pesta ini? Keluarga Vandov tidak mungkin mengundang karyawan rendah seperti Putu itu. Kecuali, kecuali dia memiliki kerja sama dengan keluarga ini. Cari dan temukan laki-laki itu! Aku ingin mendengar langsung jawaban dari mulutnya!" Ucap Jovan pada seluruh anak buahnya.
Sedangkan orang yang sedang di cari saat ini tengah berbaur fengan tamu undangan lainnya dan mencari kesempatan untuk mendekati Zyrra.
"Tuan, putra sulung dari keluarga Argantara telah mengetahui keberadaan Anda saat ini. Ia mengerahkan orang-orangnya untuk menangkapmu. Saya rasa kita harus segera meninggalkan tempat ini sekarang juga."
Putu, merasa amat geram dengan berita yang disampaikan oleh orang kepercayaannya itu. Tapi, ia juga tidak mungkin membiarkan dirinya sendiri tertangkap begitu saja.
Jadi pria itu pun pergi meninggalkan pesta tersebut bersama beberapa anak buahnya.
"Sial, sial, sial! Padahal tinggal sedikit lagi aku dapat membawa Zyrra kembali ke dalam pelukan!" Umpat Putu yang sudah berada dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman keluarga Vandov.
"Tapi tidak apa, kita akan tetap bersama kelak sayang, tunggu ya? Aku akan datang menjemputmu."
Dengan senyum anehnya Putu berucap seraya mengelus lembut foto Zyrra pada layar ponselnya.
"Tubuh indahmu ini, akan segera ku miliki. Aku akan segera menyingkirkan keluarga tidak berguna itu terlebih dahulu. Agar tidak ada lagi yang menghalangi kita untuk bersatu."
Mata Putu bahkan tidak berkedip saat menatap foto itu. Dalam foto yang berada di ponselnya, Zyrra tidak mengenakan sehelai benang pun.
Putu mengambil foto itu saat membawa Zyrra menuju hotel malam itu. Sayangnya Jovan lebih dulu menemukan keberadaan mereka sebelum ia sempat menikmati tubuh indah Zyrra yang sudah ia beri suntikan perangsang.
BERSAMBUNG....
...CERITA INI HANYALAH KARANGAN DAN HAYALAN DARI AUTHOR....
__ADS_1
...**DAN APABILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA TOKOH SERTA KARAKTER, ITU SEMUA HANYALAH KEBETULAN....
mohon dukungan kalian dengan memberikanš (like), ⤠(favorit) dan juga vote**