
Jovan dan Zyrra memutuskan untuk tidak tinggal di kediaman Argantara semenjak kembali dari Italia. Mereka tinggal di salah satu rumah yang masih aset milik keluarga Argantara. Jovan dan Zyrra, sependapat untuk memberikan ruang bagi Bella agar dapat lebih dekat dengan Joi. Sebab Zyrra sadar, bila ia terus berada di sana, hubungan antara ibu dan itu tidak akan membaik.
Di kediaman baru yang kini mereka tempati, Jovan berencana mengadakan sebuah pesta untuk menyambut kedatangan Tuan putri kecilnya. Pesta itu juga di tujukan untuk memperkenalkan penerus generasi keluarga Argantara pada anggota keluarga lain.
"Pastikan semua tamu yang akan hadir dalam pesta ini nanti adalah orang-orang terpercaya. Perketat penjagaan, tempatkan beberapa penjaga khusus di dalam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan." Ucap Denis pada beberapa bawahannya. Ia sendiri harus bertanggung jawab dalam mengawasi jalannya pesta hingga berakhir.
"Baik Tuan." Jawab orang-orang pengurus pesta. Denis lalu mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang.
"Tuan, semua persiapan telah beres. Tamu-tamu yang akan hadir pun telah sesuai dengan yang Tuan inginkan."
"Bagus. Kamu bisa beristirahat setelah pesta ini selesai. Ambillah cuti dan pergi berlibur bersama dengan orang yang kamu inginkan." Ucap Jovan yang membuat Denis kebingungan. "Baik, Tuan."
'Tuan sendiri juga tau kalo aku jomblo. Mau pergi kemana dan sama siapa?' Gumam batin Denis lalu mengakhiri panggilan.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Kali ini, Zyrra bersama dengan Lola pergi bersama ke sebuah butik ternama, cabang milik Argantara grup. Mereka tengah memilih beberapa gaun dan kemeja untuk dikenakan saat pesta esok lusa. Zyrra dan bayinya yang berada di troler, menelusuri setiap baju yang berada di butik tersebut. Sedangkan Lola, dia berpamitan untuk ke toilet.
Saat Zyrra melihat sebuah gaun yang menawan dan ingin meraihnya, tiba-tiba saja ada tangan lain yang lebih dulu mengambil gaun itu.
__ADS_1
"Ah, lihat siapa ini? Apakah butik ini menyediakan barang murah untuk orang miskin? Aku sungguh tidak menyangka." Ucap wanita tadi menyindir, dengan memegang gaun yang Zyrra inginkan sembari melirik ke sisi kanannya. Dimana seorang pria muda berdiri dan ikut mencibir Zyrra.
"Mungkin orang ini yang buta. Dia tidak bisa membedakan mana tempat yang bisa dia kunjungi, dan mana yang tidak seharusnya dia datangi."
Zyrra yang malas untuk meladeni ucapan kedua orang di hadapannya itu ingin berlalu meninggalkan mereka. Tetapi, pundak Zyrra ditahan oleh wanita tadi.
"Kau sudah memiliki anak? Dengan laki-laki liar mana kamu berhubungan?"
Ucapan wanita itu yang mengatakan hal buruk tentang putri kecilnya membuat Zyrra amat geram. Zyrra ingin memberikan pelajaran untuk wanita itu, namun segera ditahan oleh Pitto. Pitto yang mengetahui ilmu bela diri Zyrra yang cukup kuat, menggunakan kekuatannya dalam mencengkram lengan Zyrra hingga kemerahan.
"Lepas! Bila kamu tidak bisa mengajari mulut wanitamu untuk tidak mengeluarkan sampah sembarangan. Biar aku yang melakukannya untukmu."
Zyrra tersenyum miring mendengar kata calon istri yang keluar dari mulut Pitto kali ini. Bukan karena cemburu, tetapi Zyrra menertawakan hubungan mereka yang tak kunjung ada kemajuan.
"Apa yang harus aku takutkan? Jangankan untuk menyentuhnya, melenyapkan dia dari dunia ini pun, aku mampu."
"Dasar perempuan gila. Apa kamu masih belum bisa merelakan Pitto jadi milikku? Bukannya kamu juga udah punya anak dari hubungan gelap mu sala laki-laki liar di luaran sana?"
Plak..!
__ADS_1
Wajah Lisa, calon istri Pitto memerah, bahkan di sudut bibirnya mengeluarkan cairan berwarna merah kental. Pitto tidak terima atas perlakuan kasar Zyrra pada kekasihnya pun ingin membalas. Ia mengepalkan tangan dan ingin melayangkan pukulan ke arah Zyrra. Akan tetapi, tangannya seperti tertahan dari belakang. Pitto menoleh dan melihat seorang pria tinggi besar tengah melotot ke arahnya.
"Siapa kau? Berani-beraninya ikut campur urusanku?"
Tanpa bicara, tubuh Pitto dihempaskan ke lantai oleh orang tadi. Bahkan dia ingin kembali memberikan serangan abadi Zyrra tidak menghentikannya.
"Cukup. Jangan buang-buang waktu dengan mereka. Suruh orang untuk mengeluarkan dua sampah ini, dan jangan biarkan mereka menginjakkan kaki di sini lagi."
"Hahahaha...! Kau pikir siapa kamu, sampai-sampai bisa melarang kami datang kemari? Apakah kamu tau siapa aku? Aku adalah pelanggan VIP di butik ini." Ucap Liga dengan sombongnya.
"Kami tidak menemukan nama Anda tertera di catatan pelanggan VIP kami. Apakah Anda yakin, Anda sedang tidak bermimpi?" Ucap Lola yang baru saja muncul bersama beberapa orang security di belakangnya.
Sebenarnya Lisa memang bukanlah langganan di butik tempat mereka saat ini. Dia hanya mengarang cerita, untuk membuat Zyrra merasa rendah dan iri padanya.
"Ka, kamu siapa?"
"Perkenalkan, Saya Lola. Penanggung jawab semua cabang yang berada di bawah naungan Argantara grup.''
BERSAMBUNG....
__ADS_1