Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
HAL GANJIL


__ADS_3

Keyakinan Zyrra tentang adanya rahasia di pulau yang ia tinggali saat ini pun kian meningkat. Pulau ini memang memiliki banyak penghuni. Dan Ayahnya adalah kepala desa di sana. Tapi selama Zyrra bangun dari komanya, Ia tidak pernah menemukan adanya tanda-tanda keakraban antar penduduk. Semua orang yang tinggal di pulau itu hanya melakukan tugasnya masing-masing. Bahkan Zyrra sekalipun tidak pernah menjumpai anak kecil atau pun ibu hamil lain yang berada di pulau ini.


Zyrra pun mulai menyusun rencana untuk mencari jalan keluar dari pulau. Awal mula yang dia lakukan adalah belajar berdiri. Sebab, akan sangat sulit meninggalkan pulau bila ia duduk di kursi roda. Zyrra mencoba bangkit dari kursi rodanya dengan berpegangan pada handle pintu. Sekuat tenaga, Zyrra mencoba untuk bisa berdiri. Namun sayang, kakinya seperti sudah mati rasa. Zyrra tidak dapat merasakan apapun pada kakinya.


Akan tetapi Zyrra tidak berhenti di situ, dia kembali mencoba hingga akhirnya berhasil. Dengan usaha dan keringat yang membasahi bajunya, Zyrra kini sudah bisa berdiri tegak tanpa harus berpegangan.


Tok...tok...


Mendengar suara ketukan di pintu, Zyrra segera duduk kembali di kursi rodanya. Ia tidak ingin ada orang lain yang mengetahui bila dirinya telah bisa berdiri. Zyrra masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan apa yang diucapkan oleh Robin. Zyrra merasa, bila semua hal di desa ini adalah sesuatu yang tidak nyata, sangat ganjil dan bukan bagian dari dirinya.


"Permisi Nona, kami mengantarkan makan siang untukmu."


"Terima kasih, letakanlah di atas meja."

__ADS_1


"Nona, apakah kau baik-baik saja? Tubuhmu begitu berkeringat."


"Ya, aku baik-baik saja, dan ini bukanlah keringat. Aku barusan selesai membasuh wajah." Mendengar jawab Zyrra, para pelayan itu dengan ragu-ragu meninggalkannya sendiri.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Jovan dan Shava baru saja menyelesaikan makan siang mereka. Meskipun tidak ada yang istimewa dari itu Shava merasa amat bahagia. Sebab sejak kecil, ia sudah amat mencintai Jovan. Shava bahkan sempat merencanakan untuk kembali ke Indonesia setelah masa kuliahnya selesai. Namun sayang, dia mendengar bila pria pujaannya telah menikah dengan wanita lain. Shava pun mengurungkan niatnya, dan mencoba untuk mengikhlaskan Jovan dengan pasangannya.


Shava dulu berpikir, bila dia masih memiliki kesempatan untuk bersama Jovan, meskipun Jovan telah bersama dengan Bella. Karena Shava juga tahu, bila hubungan keduanya tidak pernah disetujui oleh Tuan Bima. Namun tak pernah Sava duga, bila Jovan justru menikahi wanita lain dan bahkan amat mencintai istrinya itu.


Semula Shava hanya berniat untuk menghibur teman masa kecilnya itu. Akan tetapi, lama-kelamaan seiring waktu berjalan, cinta yang dulu ingin ia kubur justru kini semakin merekah laksana bunga di atas tanah subur. Shava kembali berharap, agar ia bisa terus bersama Jovan.


"Gimana? Makanan di sini enak kan?"

__ADS_1


"Kamu memang tau tempat terbaik untuk makan. Sekarang aku harus segera kembali ke perusahaan, masih ada banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan di sana."


"Ok, by..by.. Jovan!"


Jovan meninggalkan meja mereka dan menuju mobilnya. Semenjak Zyrra menghilang, Jovan tidak pernah lagi menyetir sendiri. Dia selalu menggunakan jasa supir untuk mengantarnya bepergian ke manapun. Di dalam mobil, Jovan kembali melamun iya teringat kembali akan kebersamaannya bersama sang istri.


"Sayang, kamu sekarang di mana? Apa kamu baik-baik aja? Aku kangen sayang," lirih batin Jovan.


Jovan kini tengah bergulat dengan banyak tumpukan dokumen. Meski hati dan pikirannya tengah kelam kelabu, tapi kinerja Jovan dalam menyelesaikan setiap pekerjaannya tetap harus diacungi jempol.


"Permisi Tuan, saya ingin memberitahukan jadwal kita malam ini. Pukul delapan malam nanti kita harus menghadiri pagelaran lelang di kapal pesiar milik keluarga Espossito."


Tanpa ada suara yang keluar dari mulut Jovan, sekertaris seksi itu sudah mengerti bila ia sudah harus segera meninggalkan ruangan bosnya itu. Meskipun ia telah berusaha untuk memikat si bos tampan, namun semua usahanya sia-sia. Sedikitpun Jovan tidak pernah melirik dirinya. Bahkan, seluruh ruang kerja pria tampan itu dipenuhi dengan foto-foto seorang wanita cantik dan seksi yang entah sebenarnya siapkah itu.

__ADS_1


Untuk mengobati rasa rindunya pada sang istri, Jovan sengaja memajang banyak foto milik Zyrra. Dan bukan hanya sekedar di kantornya saja, melainkan di rumah yang Jovan tempati selama di Itali pun demikian. Hal itu Jovan lakukan, agar ia terus merasakan kehadiran Zyrra di mana pun.


BERSAMBUNG....


__ADS_2