
Zyrra keluar dari toilet, ia melihat beberapa pelayan pria bersama seorang wanita yang kemungkinan adalah menjerumuskan mereka. Orang-orang itu kesulitan untuk berkomunikasi dengan seorang turis asing. Mereka terlihat saling bertukar informasi yang salah, jadi Zyrra menghampiri keduanya untuk membantu meluruskan.
"J'étais en train d'établir ma mission avec une femme. À I'intèrieur se trouvaint mon passeport et tout mon argent." Jelas turis asing itu dengan bahasa negaranya yang tidak di mengerti oleh pelayan dan menejer restoran. Mereka hampir saja memanggil polisi, sebab mengira peria itu ingin kabur dan tidak mau membayar tagihan makanan yang dipesannya.
"Udah Bos, panggil Polisi aja. Aku yakin dia emang buli miskin yang cuma mau makan gratis."
"Ia Bos. Tampangnya aja kere. Ternyata kere!" Umpat beberapa pelayan dan menyarankan untuk menghubungi pihak berwajib. Untungnya Zyrra sempat mencegah mereka dan menjelaskan maksud dari si bule.
"Tunggu dulu. Kalian salah paham. Dia tadi bilang kalo tasnya sama seorang cewe. Dan di dalam tasnya itu ada paspor juga semua uang yang dia punya." Manajer restoran itu menoleh ke arah Zyrra. Mengetahui siapa yang kini sedang berbicara dengan mereka manajer restoran itu membelalakkan matanya.
Ya, hampir semua tempat mewah di kota A mengenali siapa itu Zyrra Azasya. Menantu pertama dari keluarga ternama nomor satu di Indonesia. Wanita yang sukses membuat semua wanita lain iri dibuatnya. Namun para pelayan pria yang tidak mengenalnya malah mengucapkan kata-kata meledek.
"Perempuan? Dari tadi kami engga liat ada perempuan duduk sama dia. Atau jangan-jangan kamu ini salah satu komplotannya ya?"
"Ia juga. Lihat aja penampilannya yang mewah. Aku yakin, dia ini juga satu komplotan sama penipu ini." Zyrra menatap tajam ke arah dua pemuda di hadapannya dan sukses membuat kedua orang itu terdiam.
"Kalian bicara sembarangan!" Sentak sang Manajer. "Maaf atas ketidak sopanan pegaeai kami Nyonya. Saya akan memberikan hukuman pada mereka nanti." Melihat manajer mereka yang sebegitu hormat pada Zyrra, dua pemuda tadipun sadar bila wanita dihadapan mereka ini pastilah bukan orang sembarangan.
"Lupakan. Sekarang kita harus mencari perempuan yang dia maksud tadi."
__ADS_1
"Bisakah Nyonya menanyakan bagaimana ciri-ciri perempuan yang bersama dengannya?"
"Il demende quel genre de femme avec toi tout à I'heure?"
{Dia bertanya seperti apa wanita yang bersama denganmu barusan?}
"Il était habillé comme il était, si grand et avait les cheveux bruns." Pria asing itu mencoba menjelaskan ciri-ciri wanita yang dia titipkan tasnya tadi.
"Dia bilang pakaiannya sama kaya kalian. Tingginya kira-kira segini, dan rambutnya warna coklat." Jelas Zyrra kembali.
"Oh, aku tau! Itu pasti Vannya. Tapi tadi dia pulang duluan."
"Siap Bos."
Tak lama kedua pemuda tadi membawa tas tenteng berwarna hitam. Pria asing pun meraih tasnya itu dan berterimakasih pada Zyrra. Begitu pula dengan para pelayan dan manajer restoran.
"Terimakasih atas bantuannya, Nyonya. Andai saja Nyonya tidak membantu, kami pasti akan trus salah paham." Zyrra tersenyum dan mengangguk, kemudian berlalu pergi. Sifatnya barusan membuat namanya dipuji-puji oleh para karyawan restoran.
Jovan yang merasa kepergian Zyrra terlalu lama ingin menyusul istrinya ke toilet. Namun, Zyrra sudah lebih dulu mincul, membuat Jovan kembali duduk ke kursinya.
__ADS_1
"Ada masalah? Kok lama?"
"Engga, cuma lagi kebelet aja.''
Mereka kemudian menikmati makanan yang Jovan pesan tadi. Kelihatannya mood istrinya sudah jauh lebih baik. Terbukti dari lahapnya Zyrra menikmati makanan di dalam piringnya hingga tandas.
"Yang. Bisa ga kamu panggil aku dengan sebutan lain? Kayanya kurang pas aja kalo kamu langsung panggil nama aku."
"Terus aku harus panggil kamu apa?"
"Ya, kan bisa panggil aku Mas, Beb, Honey, atau kaya aku manggil kamu dengan sebutan Yang gitu."
"Ih, lebay banget. Geli."
"Ayo lah Yang." Pinta Jovan merengek. Zyrra tidak menyangka pria yang semula terlihat kaku ternyata bisa menampakkan sisi manja seperti ini. Ia tidak pernah berpikir bila seorang Jovando Argantara, sang pewaris perusahaan Argantara grup bisa jatuh hati kepadanya. Wanita biasa yang pernah mengalami kegagalan dalam percintaan dan juga di tipu hingga habis-habisan. Atau mungkin Zyrra harus berterima kasih kepada Tuaha. Sebab, tanpa ada kejadian antara dirinya dan Pitto dulu, mungkin sekarang Zyrra sudah akan menikah dengan pria br3ngs3k itu.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Sementara Jovan dan Zyrra tengah menikmati makanan mereka di restoran, Jonan beserta Joi dan Bella justru menghabiskan waktu bersama mereka di apartemen pribadi milik Jonan. Apartemen itu sengaja ia beli dulu untuk menghabiskan malam bersama botol-botol minuman sembari membayangkan Bella yang sedang bersama sang Kakak. Tetapi kini, wanita itu tengah berada di sini dan menghabiskan waktu bersama dengannya. Meskipun mereka tidak hanya berdua, tapi kehadiran Joi justru menambah kehangatan dalam dada Jonan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...