
Saat di tempat yang sepi, Jovan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Zyrra. Matanya di penuhi dengan api kecemburuan dan memusnahkan pikiran jernihnya.
Dengan penuh emosi, Jovan melampiaskan amarahnya pada bibir ranum milik Zyrra. Dapat Zyrra rasakan ciuman yang begitu mendominasi hingga membuatnya kesulitan untuk bernafas.
Sekuat tenaga wanita itu mencoba mendorong tubuh Jovan. Namun, semakin dia melawan, pria itu malah makin menggila dalam memagut bibirnya.
Saat merasa tidak ada perlawanan dari Zyrra lagi, Jovan mulai melepaskan tautan bibirnya dan mulai mengatur nafas.
"Kamu gila?! Ada apa denganmu, hah?!"
"Kamu bilang aku gila? Kamu yang ada apa!? Kamu jelas-jelas sudah bersuami, tapi malah berpacaran dengan pria lain. Apakah kamu masih bisa di katakan waras?!"
(Prof Author: yee... si mas Jovan gak sadar diri nih...๐ dia aja kan masih pacaran sama Bella. Padahal jelas-jelasย dia juga udah punya istri๐)
"Maaf Tuan Jovan, ini adalah urusan pribadi saya. Dan Anda telah melanggar peraturan ke empat. Bersiaplah untuk membayar dendanya, permisi."
Melihat Zyrra yang ingin kembali keruang pesta tadi, Jovan langsung menariknya menuju ruang pesta kalangan Direktur. Berharap dapat menjauhkan wanita itu dari pria-pria di pesta tadi.
"Kau tidak boleh kembali ke sana! Ikut aku!"
Zyrra menuruti ucapan Jovan, bukan karena takut, tapi karena dia juga ingin menghindari pria yang bernama Putu.
Di tempat kalangan Direktur, suasananya jauh berbeda. Orang-orang di sana terlihat lebih elegan dan berkelas. Jovan membawa Zyrra menuju tepi kolam dan meninggalkan wanita itu untuk mengambil segelas air.
"Tunggu disini!" Ucap Jovan dan berlalu pergi. Zyrra agak canggung akan penampilannya saat ini. Short dress yang dikenakkannya sangat kontras dengan gaun-gaun panjang dan mewah yang di kenakan oleh para wanita lain yang menghadiri pesta tersebut.
"Selamat malam Nona Zyrra."
Sapa seorang pemuda tampan yang mengenakan jas putih dengan sekuntum bunga mawar di saku jasnya. Zyrra menoleh dan melihat Aryalah yang menyapa dan tengah tersenyum padanya.
"Selamat malam, Tuan Arya."
"Kau adalah karyawan di perusahaan ini rupanya."
"Ya, aku adalah manajer teknik di perusahaan ini."
"Em, begitu. Lalu mengapa aku tidak pernah melihatmu di apartemen lagi?"
"Ya, karna aku sudah pindah. Itu adalah apartemen milik atasanku, dan aku tinggal di sana untuk sementara. Kini aku sudah menemukan tempat tinggal yang cocok, itulah mengapa aku tidak lagi tinggal di sana."
Setelah mengambil segelas jus, Jovan ingin kembali ke tempatnya meninggalkan Zyrra tadi. Namun, ia malah mendapati wanita itu tengah berbincang dengan seorang pemuda tampan dan bahkan terlihat begitu akrab.
__ADS_1
'Wanita itu, apakah hukuman yang ku berikan masih belum cukup?' Batin Jovan. Ia lalu menyuruh seorang pelayan menumpahkan minuman ke gaun yang di kenakan oleh Zyrra. Dan setelah itu ia akan membawa wanita itu untuk pulang.
Namun, sebelum itu terjadi, seorang wanita dengan mengenakan gaun biru malam panjangnya dengan sengaja menyenggol tubuh Zyrra hingga tercebur ke dalam Kolam.
Dengan sigap Jovan berlari ke arah kolam dan melepaskan jas yang dikenakannya lalu memakaikan pada Zyrra. Jovan menuntun wanita itu keluar dari kolam renang.
"Kau! Kontrak kerjasama antara Argantara grup dan perusahaan kalian, akan saya batalkan!" Ucap Jovan pada wanita yang sengaja menyenggol bahu Zyrra hingga tercebur ke dalam kolam renang dan berlalu pergi.
"Kerja sama antara perusahaan Surya dengan kalian pun akan saya batalkan." Arya yang melihat langsung kejadian itu menjadi emosi. Jika bukan karena kebodohan yang dilakukan oleh wanita itu, tentu saja kini ia misih akan dapat berbincang dengan Zyrra.
Akhirnya Arya ikut membatalkan kontrak kerja sama antara perusahaan milik orang tuanya dan perusahaan dari orang tua wanita itu.
Wanita cantik itu menyesali kebodohan yang ia lakukan tadi. Karena hal itu, perusahaan orang tuanya harus ikut terkena imbas. Belum lagi tatapan mengintimidasi yang didapatinya dari para tamu lain, membuat wanita itu makin kaku di tempatnya.
'Matilah aku, pasti Mamah dan Papah akan menghajarku habis-habisan.' Batin wanita itu merutuki kebodohannya sendiri.
Ia yang merasa iri akan kedekatan Zyrra dan pria idamannya Arya, hingga ia pun merencanakan sesuatu untuk menjauhkan keduanya. Wanita itu lalu memiliki ide, agar mempermalukan Zyrra di hadapan orang banyak.
Sayangnya, rencana yang dibuat olehnya justru berbanding terbalik. Bukan hanya sekedar rasa malu yang dia dapatkan, tapi juga pembatalan dua perjanjian kontrak besar antara perusahaan milik orang tuanya dan perusahaan milik Arya.
Apalagi kontrak yang akan berlangsung dengan perusahaan Argantara grup yang bernilai triliunan. Hal ini sudah pasti akan membuat kedua orang tuanya menjadi sangat murka padanya nanti.
Jovan membawa Zyrra kembali dengan menggunakan mobilnya. Sepanjang perjalanan pulang, Zyrra mengalami batuk-batuk. Bahkan wanita itu sampai mengeluarkan darah dari mulutnya. Hal itu tentu saja membuat Jovan menjadi panik.
Zyrra hanya bisa menggeleng, sebenarnya Zyrrra ingin menjelaskan kondisinya saat ini pada Jovan. Namun, dia sungguh tersiksa dengan keadaannya saat ini hingga tak mampu berkata apapun. Jovan segera kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Sesampainya di sana Jovan membopong tubuh Zyrra dan berteriak minta tolong. Zyrra sebenarnya sudah mencoba mencegah Jovan untuk membawanya ke rumah sakit. Tapi karena dia tidak dapat berkata akibat batuknya yang semakin menjadi, Zyrra hanya mampu pasrah dengan apa yang akan Jovan lakukan.
Beberapa Suster dan Dokter menghampiri Jovan dengan membawa trolley bed untuk membaringkan tubuh Zyrra.
"Dia mengalami muntah darah Dok!"
"Baiklah, tolong urus administrasinya dulu."
Setelah mengurus administrasi, Jovan menemui Zyrra ke ruang perawatan. Di sana kondisi wanita itu sudah jauh lebih baik.
"Dia memiliki alergi terhadap cuaca dingin. Dan baju basah yang dikenakannya tadi, menjadi pemicu alerginya kambuh." Jelas sang Dokter setelah memeriksa kondisi Zyrra.
"Lalu apakah itu berbahaya Dok?"
"Bapak tenang saja, selama suhu tubuhnya tidak kurang dari 35 derajat maka, ia akan baik-baik saja. Dan saya sarankan untuk mencarikannya baju ganti, Anda sudah bisa membawa istri Anda pulang besok pagi. Oh ya, satu lagi, usahakan hal semacam ini tidak berlangsung lama. Sebab dapat membahayakan nyawa istri Anda." Ucap sang Dokter lalu meninggalkan Jovan.
__ADS_1
Jovan merogoh saku celananya dan mengambil benda pipih persegi panjang kemudian menghubungi seseorang.
"Belikan aku satu set pakaian wanita yang tebal."
Usai berkata demikian, Jovan mengakhiri panggilan dan mendekat ke arah Zyrra.
"Bagaimana perasaanmu?"
"Jauh lebih baik, terimakasih karena sudah membawaku ke mari."
"Kenapa kamu tidak pernah bercerita bila memiliki alergi dingin?"
"Untuk apa?"
"Tentu saja untuk mencegah hal semacam ini kembali terjadi. Dasar bodoh!"
Zyrra sebenarnya merasa tidak terima sudah dikatai bodoh oleh Jovan. Tapi dia malas untuk berdebat dngan pria itu, Zyrra memutuskan untuk membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata.
Tok..tok
Suara ketukan di pintu terdengar, lalu muncullah Denis dengan beberapa paper bag di tangannya.
"Tuan ini pakaian yang Anda minta."
"Letakkan di sana, hubungi Pengacara Heru, aku mau menuntut keluarga Wibowo dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Mereka harus membayar dengan apa yang putri mereka lakukan pada istriku."
'Apa? Sejak kapan Tuan perduli pada orang lain? Ternyata Nyonya Zyrra memanglah Nyonya masa depan Argantara grup.' Batin Denis tak percaya akan apa yang didengarnya barusan.
"Baik Tuan."
Setelah itu Denis pun pergi meninggalkan Jovan di ruangan itu bersama Zyrra yang nampaknya sudah tertidur pulas.
Jovan ikut membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang dan mulai ikut memejamkan mata, menyusul Zyrra menuju alam mimpi.
BERSAMBUNG...
***Hai,hai,hai....๐
Jangan lupa like dan favoritnya ya...
Alhamdulillah juga kalo ada yang mau kasih vote๐
__ADS_1
I love you all ๐๐๐***