Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
MENEMUKAN BENALU


__ADS_3

"Apakah perusahaan ini memiliki data mengenai setiap karyawannya?"


"Tentu Nyonya, kami memiliki seluruh data karyawan-karyawan kami."


"Kalau begitu aku mau data mengenai keluarga CMO kalian hari ini!"


Walapun Denis bingung dengan perintah dari Zyrra, tapi dia tetap menganggukkan kepala tanpa menanyakan alasan mengapa Zyrra menginginkan data itu. Zyrra menunggu kedatangan Denis dituangkan milik pria itu.


Tak beberapa lama, Denis kembali dengan sebuah map di tangannya dan menyerahkan itu pada Zyrra.


'Jadi dia memiliki seorang putri?' Batin Zyrra saat melihat data mengenai keluarga pria bajingan yang menjabat sebagai seorang CMO di perusahaan itu.


Zyrra lalu mengembalikan map itu pada Denis dan meninggalkan ruangan pria itu tanpa separah kata pun. Denis yang masih belum paham akan maksud dan tujuan istri atasannya itu, hanya memandang bingung pada wanita yang telah meninggalkan ruangannya.


Tak lama ponsel di sakunya berdering, itu adalah panggilan dari atasannya Jovan, yang menyuruhnya untuk segera ke ruangan CEO. Setelah panggilan berakhir, Denis pun menuruti perintah Jovan.


"Apakah tadi Zyrra kemari?"


"Ia Tuan,"


"Apa yang dia lakukan?"


"Nyonya hanya meminta data tentang Pak Danu."


Jawaban yang diberikan oleh asistennya membuat Jovan mengerutkan kening.


'Untuk apa dia meminta data mengenai pria tua itu?' Tanya Jovan dalam hati. Kemudian menyuruh Denis untuk kembali bekerja.


Saat dia memeriksa ponselnya, ada sebuah pesan dari Bank yang menyatakan bila kartu ATM milik Zyrra baru saja melakukan penarikan sebanyak 60 juta siang ini. Jovan sebenarnya tidak masalah dengan jumlah uang di tarik oleh Zyrra, tapi dia penasaran untuk apa wanita itu menarik uang sebegitu banyak.


"Ini pertama kalinya wanita itu menggunakan uang yang ada di ATM dengan jumlah yang tidak sedikit." Gumam Jovan lalu melanjutkan pekerjaannya.


Di sebuah rumah besar dan mewah, Zyrra menemui seseorang. Di sana dia mengatakan bila besok pagi, putri sulung keluarga itu harus datang ke perusahaan atas perintah Tuan Jovando Argantara.


Awalnya mereka ragu, tapi saat mendengar perintah langsung dari Tuan Bima melalui ponsel milik Zyrra, Anak dan Ibu itu pun setuju.


Flash Back On...


Zyrra yang sudah meninggalkan perusahaan, langsung menghubungi Tuan Bima dan meminta bantuan.


"Selamat siang Kek, maaf Zyrra mengganggu."


"Ada apa? Apakah kau sudah menemui Jovan?"


"Belum Kek, tapi Zyrra ingin meminta bantuan Kakek kali ini."

__ADS_1


"Bantuan apa?" Tuan Bima penasaran dengan permintaan Zyrra.


Selama wanita itu tinggal di kediaman Argantara, Zyrra tidak pernah mengeluh sedikitpun. Ia hanya akan melakukan apa yang ingin dilakukannya tanpa harus merepotkan siapapun. Untuk pertama kalinya, Zyrra meminta bantuan padanya.


"Bisakah Kakek membantuku meyakinkan seseorang nanti?"


"Siapa orang itu?"


"Keluarga Tuan Danu. Aku ingin putri sulungnya datang ke perusahaan besok pagi."


Penjelasan dari Zyrra, makin membuat tuan Bima bingung. Untuk apa wanita itu meminta orang luar datang ke perusahaan. Tapi Taun Bima tetap menyetujui permintaan Zyrra walau itu masih sangat membingungkan.


"Baiklah, tapi aku tidak ingin ada masalah yang kau timbulkan di perusahaan mengenai hal ini." Kini giliran Zyrra yang terdiam, ucapan Tuan Bima membuatnya tersadar.


'Kakek benar, aku akan membuat perusahaan dipandang buruk oleh mitra kerjanya bila masalah ini tersebar keluar. Aku harus menemukan bukti yang lebih masuk akal, untuk memberi pelajaran pada pria bejat itu.' Pikir Zyrra.


"Tentu Kek!"


Panggilanpun diakhiri, Zyrra memutuskan untuk kembali ke perusahaan dan mencari jejak keburukan yang dilakukan oleh CMO Danu. Wanita itu kembali menemui Jovan untuk membahas mengenai masalah ini.


Tok...tok


Zyrra mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan milik suami kontraknya itu. Dia melihat Jovan yang tengah sibuk dengan laptop dan berkas-berkas di tangannya.


Perlahan wanita itu mendekat dan duduk di kursi depan meja kerja Jovan.


"Aku ingin melakukan suatu hal di sini dan meminjam Denis serta sebuah laptop."


Permintaan Zyrra yang terdengar aneh membuat Jovan menghentikan pekerjaannya dan memandang wajah wanita itu.


"Untuk?"


"Menemukan benalu di perusahaan ini."


Jovan makin tidak mengerti akan maksut pembicaraan Zyrra. Tapi seperti Kakek dan Denis, Jovan juga tetap mengikuti keinginan wanita itu. Ia mengambil ponselnya dan meminta Denis untuk membawakan sebuah laptop ke ruangannya. Tak berapa lama Denis tiba dengan sebuah laptop di tangannya.


"Permisi Tuan, ini laptop yang Anda minta."


"Bantu dia melakukan sesuatu yang dia inginkan!" Titah Jovan menunjuk pada Zyrra yang telah duduk di sofa panjang miliknya.


Denis mendekat pada Zyrra dan bertanya apa yang harus dilakukannya. Zyrra pun mengatakan apa saja yang harus di kumpulkan dan juga hal-hal yang akan mereka kerjakan. Dengan cekatan Denis menuruti setiap perintah dari istri atasannya itu.


Jovan hanya sesekali memandang ke arah kedua orang yang tengah serius itu sambil bertanya-tanya dalam hati apa sebenarnya yang tengah mereka kerjakan.


Kedekatan keduanya membuat hati Jovan seakan terasa gatal. Entah mengapa Kedekatan kedua orang itu membuatnya tidak nyaman dan sedikit gelisah.

__ADS_1


Hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul sebelas malam, semua bukti yang diinginkan oleh Zyrra telah terkumpul. Wanita itu kini tersenyum lega karena dapat menyingkirkan pria bejat seperti Danu itu.


"Terimakasih Denis, maaf sudah merepotkamu."


"Tidak masalah Nyonya."


"Pulanglah! Kau pasti sangat lelah sekarang." Ucap Zyrra pada Denis.


Denis kini tau, walau Zyrra terlihat begitu dingin dan angkuh, tapi sebenarnya wanita itu memiliki hati yang baik. Denis bangkit dan membungkukkan tubuhnya, lalu meninggalkan Jovan dan Zyrra dalam ruangan itu.


Zyrra melihat ke arah Jovan yang masih begitu sibuk dengan tumpukan berkas di mejanya.


"Kau belum selesai? Perlukah aku membantumu?" Ucap Zyrra mencoba menawarkan bantuan.


"Tidak, aku sudah selesai. Ayo kita pulang!"


Keduanya lalu melangkah keluar dan menuju mobil milik Jovan. Keduanya tiba di kediaman Argantara tepat tengah malam.


Zyrra lebih dulu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan meninggalkan Jovan yang masih berkutat dengan laptopnya.


Saat Zyrra telah kembali Jovan mulai bertanya tentang apa yang akan di lakukan oleh Zyrra pada CMO perusahaannya.


"Apa tujuanmu sebenarnya?"


"Aku hanya ingin menemukan benalu dan membasminya."


"Dan apakah kau sudah menemukannya?"


"Ya, tunggulah besok, aku akan mengadakan pertunjukan menarik di perusahaanmu."


"Jangan melakukan hal yang akan merugikan perusahaan."


Zyrra tersenyum miring saat mendengar ucapan Jovan yang terdengar meremehkannya.


"Kau bisa percaya padaku."


Flash Back Off...


BERSAMBUNG...


*Sory banget ya reader's kalo episode ini ga banget dan kurang menarik...😖😖


Itu semua gara-gara aku yang baru aja belajar jadi penulis dan pertama kali ngetik di aplikasi ini....


Tapi aku janji bakal bayar kelalaian aku dengan cerita yang bakal bikin kalian berimajinasi dengan kisah seru di novelku ini...

__ADS_1


mohon dukungan kalian ya semua😄😄😄*


__ADS_2