Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
MAMAH ZYRRA


__ADS_3

Setelah melewati insiden memalukan pagi ini, akhirnya Jovan tiba di perusahaannya. Pria itu mendudukkan dirinya dengan frustasi.


'Aaargh!! Sial! Sial! Sial! Ini semua gara-gara perempuan Sialan itu! Aku menjadi sangat kacau gara-gara dia.' Umpat Jovan dalam hati. Semalaman ia tidak dapat tidur, akibat Zyrra yang tiba-tiba memeluknya. Dan yang lebih menjengkelkan bagi Jovan adalah, tubuhnya sendiri bahkan mengkhianati hati dan pikirannya.


Tok..tok


Pintu terbuka dan muncullah Jonan di sana dengan senyuman yang merekah di wajahnya. Pria itu melangkah masuk, kemudian duduk di sisi sang Kakak.


"Are you ok? tampang lo udah kaya cucian lecek tau gak?"


Jovan tidak menanggapi ucapan sang Adik, dia masih memejamkan mata dan bersandar di sofa sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.


"Sakit ya, tinggal satu kamar sama cewe se cantik dan se seksy Zyrra tapi gak bisa lo sentuh? Come on bro, lo bisa gila kalo lo nyiksa diri lo sendiri. Dia itu bini lo men, lo berhak atas dia." Ucap Jonan mencoba menasehati Jovan.


"Aku bukan kamu, jadi jangan pernah kamu samakan. Aku hanya akan menyentuh wanita yang aku cintai. Dan itu bukan dia, melainkan Bella."


"Ok, tapi jangan nyesel kalau suatu hari nanti dia bakal nemuin pria yang bisa bikin dia nyaman. Dan lo harus siap-siap kehilangan bini seksi lo itu."


Jovan tersenyum miring akan ucapan Jonan, ia memang merasa kesal akan apa yang dikatakan oleh Adiknya, tapi Jovan terus mencoba menepis rasa kesal dalam hatinya.


...****************...


Sementara itu, di kediaman Argantara, Zyrra yang merasa sudah baikan mulai mencoba untuk mencari kesibukan. Berhubung Joi kini sudah bersekolah, jadi Zyrra hanya bisa mengerjakan sedikit hal yang masih bisa ia lakukan di rumah besar itu.


Seperti saat ini, wanita berusia 24 tahun itu tengah menyibukkan dirinya di dapur. Zyrra ingin membuat masakan untuk menyambut kepulangan Joi nanti. Para pelayanan dan Koki yang sudah hafal akan karakter Zyrra, hanya membantu untuk menyiapkan bahan dan selebihnya dilakukan oleh wanita itu sendiri.


"Maaf Nyonya, Tuan Bima meminta Nyonya untuk menemuinya di ruang baca." Ucap salah satu pelayan yang bertugas untuk menjaga Tuan Bima.


"Em, baiklah. Tolong selesaikan sisanya, dan jangan lupa untuk mencicipinya terlebih dulu, aku hanya memasukkan sedikit garam tadi." Titah Zyrra pada Kepala Koki, lalu meninggalkan dapur dan menuju ruang baca.


Tok..tok


Zyrra mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan itu. Di sana Tuan Bima sudah menunggu kedatangannya sambil menikmati secangkir teh.

__ADS_1


"Kakek mencari Zyrra? Ada apa?"


"Duduklah, ada hal yang ingin kubicarkan denganmu."


Zyrra menuruti ucapan Tuan Bima dan duduk di salahsatu sofa kosong di sana. Tuan Bima lalu mengambil sebuah kotak kayu cantik dengan ukiran bunga teraratai di setiap sisinya, lalu menyerahkan itu pada Zyrra.


"Bukalah!"


Zyrra meraih kotak itu dan membukanya, ternyata terdapat satu set perhiasan di dalamnya. Zyrra kembali menutup kotak itu dan menatap wajah Tuan Bima.


"Untuk apa ini Kek?"


"Itu dulunya milik almarhum Neneknya Jovan, kemudian diberikan pada Mamahnya. Dan sekarang, itu ku serahkan padamu."


"Tapi, bukankah Kakek tau tentang pernikahanku dan Jovan yang hanya berlandaskan kontrak? Maaf Kek, Zyrra tidak bisa menerima ini."


"Kakek tau, tapi kau tetaplah menantu pertama di keluarga ini. Jadi kau berhak menerimanya, bila suatu saat nanti kau akhirnya berpisah dengan Jovan, kau bisa mengembalikannya pada Kakek."


Setelah mendengarkan penjelasan dari Tuan Bima, akhirnya Zyrra mau menerima kotak perhiasan itu dan membawanya kembali ke kamarnya. Dia meletakkan kotak itu ke dalam laci lemari hias miliknya.


Pukul 11.29 siang, Joi telah kembali dari sekolahnya. Pria kecil itu di sambut oleh Zyrra dengan senyuman dan pelukan hangat. Kebetulan Tuan Bima juga sedang berada di ruang tamu dan menikmati secangkir teh sambil membaca koran paginya.


"Hai Joi, gimana sekolahnya?Seru gak?"


Belum sempat Joi menjawab pertanyaan dari Zyrra, Tuan Bima sudah lebih dulu angkat bicara.


"Biasakan ajari dia untuk memanggilmu Mamah, kau dan Jovan telah mengadopsinya menjadi putra angkat kalian berdua. Ayo Joi, panggil Mamah sama Mamah Zyrra."


"Baik Kakek Buyut," ucap Joi dan kembali menatap Zyrra, dengan agak malu-malu, Joi mulai membuka mulutnya "Mamah."


Zyrra merasa agak canggung, tapi ia tetap tersenyum dan menggandeng pria kecil itu menuju kamarnya. Di sana, Zyrra membantu Joi untuk mengganti pakaian seragamnya dengan baju rumahan.


Setelah usai, keduanya menuju meja makan, Zyrra menyiapkan masakan yang sudah dibuatnya tadi untuk Joi dan Tuan Bima. Ternyata Jonan dan Jovan juga pulang untuk makan siang bersama.

__ADS_1


Zyrra dengan sigap menyambut kedatangan Jovan. Wanita itu meraih tas dan jasa yang masih berada di tangan suaminya, kemudian membantunya mengambilkan nasi dan lauk pauk.


Tuan Bima tersenyum akan kesigapan Zyrra yang melayani Cucunya, walau dia tau itu semua hanyalah pura-pura, tapi Tuan Bima berharap suatu saat keduanya akan benar-benar saling mencintai.


Sedangkan Jovan ang masih belum terbiasa akan apa yang di lakukan Zyrra hanya bisa tertegun di tempat duduknya.


"Apakah ada lagi yang kamu inginkan sayang?" Tanya Zyrra pada Jovan sambil tersenyum manis.


Hal itu tentu saja membuat Jovan dan Jonan menjadi terheran-heran. 'Bagaimana mungkin wanita ini bisa mengubah ekspresunya dalam waktu yang setingkat itu?' Batin Jonan dan Jovan bersamaan.


"Bisakah kau juga membantuku mengambilkan ikan itu? aku tidak sampai Kakak ipar." Pinta Jonan pada Zyrra sambil tersenyum nakal.


"Kau ambil sendiri, tidak sopan menyuruh orang yang lebih tua. Walaupun usia Zyrra lebih muda dari kamu, tapi tetap saja dia adalah istri dari Kakakmu." Ucap Tuan Bima menasehati Cucu keduanya.


Jonan menampilkan cengirannya pada sang Kakek dan bangkit dan ingin mengambil ikan yang dimaksudkan tadi.


"Tak apa Kek, biar aku yang membantunya. Inikah yang kamu mau?" Tanya Zyrra dan dianggap oleh Jonan. Wanita itu melangkah mendekat pada Adik iparnya dan memberikan ikan itu untuk Jonan.


"Terimakasih Kakakku yang cantik." Ucap Jonan sambil tersenyum pada Zyrra dan di balas juga oleh wanita itu. Membuat Jovan merasa jengkel akan interaksi yang dilakukan keduanya.


Zyrra kembali duduk di samping Jovan dan mulai menikmati makanannya. Tidak ada percakapan diantara semua orang yang berada di meja makan. Semuanya menikmati makanan yang dimasak oleh Zyrra siang ini.


"Kemajuan yang bagus, kau mulai mencoba menu makanan tradisional rupanya." Puji Tuan Bima pada Kepala Koki.


"Maaf Tuan, tapi menu kali ini bukan saya yang memasaknya. Ini semua di buat oleh nyonya muda." Tutur Kepala Koki pada Tuan Bima yang merasa tidak enak pada Zyrra. Sebab bukan dia yang menyiapkan semua itu.


"Jadi semua ini kaulah yang membuatnya? Kau memang pantas menjadi menantu keluarga Argantara. Cantik dan pintar masak, pria bodoh mana yang menyia-nyiakan wanita sehebat dirimu ini." Pujian yang diberikan oleh Tuan Bima untuk Zyrra adalah sebuah sindiran bagi Jovan.


Bagaimana tidak? Dialah orang bodoh yang di maksudkan oleh Kakeknya karena sudah menolak wanita secantik Zyrra. Harus Jovan akui, bila wanita itu memanglah memiliki banyak bakat yang luar biasa. Tapi tetap saja, itu tidak akan mungkin membuatnya berpaling dari kekasihnya Bella.


BERSAMBUNG...


***Makasih buat yang udah selalu dukung karya aku dengan memberikan like...

__ADS_1


Semoga kalian semua dilancarkan rezekinya😊***


__ADS_2