Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
SESEORANG DARI MASA LALU


__ADS_3

Zyrra hari ini kembali masuk ke perusahaan dan mulai kesibukannya seperti biasa. Tak ada lagi yang menyambut kedatangannya di pintu Perusahaan.


Laki-laki yang bernama Putu tidak pernah datang lagi ke perusahaan setelah kejadian malam itu. Dia menghilang bagai di telan bumi.


Bahkan Jiwanya dan orang-orangnya tidak dapat menemukan keberadaan laki-laki itu. Semua data yang dia tinggalkan di perusahaan ternyata palsu. Dan anehnya, tidak ada yang menyadari hal itu sewaktu dia mendaftarkan diri di perusahaan dulu.


"Zyrra..!" Seru Lola yang melihat kehadiran Zyrra di perusahaan itu kembali.


Zyrra mengangkat tangan dan melambaikannya ke arah wanita itu. Kemudian Zyrra pun melangkah beriringan dengannya memasuki lift.


"Gimana keadaan kamu? Aku dengar Putu mau berbuat sesuatu hal padamu? Apakah itu benar?"


"Ya, tapi untunglah ada orang baik yang menolongku."


Baru saja lift akan tertutup, tiba-tiba sebuah tangan menghalanginya. Masuklah dua orang yang tak asing di mata Zyrra.


Wajah yang ridak akan pernah di kupakan oleh Zyrra. Wajah sepasang manusia yang telah merusak kehidupan tenangnya, menghancurkan mimpinya dan merebut semua usaha keras yang telah ia bangun sedari nol.


Mata ketiga orang itu saling berada pandang untuk sesaat.


"Lama tidak berjumpa, Zyrra." Ucap seorang wanita dengan bibir merah merona yang berkelanjutan manja di lengan seorang pria.


Zyrra tersenyum tenang dan membalas sapaan wanita itu.


"Ya, sangat lama. Bahkan aku sampai tidak ingat pernah kenal dengan kalian."


Kedua orang itu pun memasuki lift yang sama dengan Zyrra dan Lola.


Sungguh di dalam hati Zyrra ingin sekali rasanya ia mencabut nyawa dua orang di hadapannya itu, andaikan tidak ada dosa bila membunuh pasangan tidak tau malu.


"Sayang, siang ini kita jadikan ke restoran tempat favorit kita?" Tanya wanita itu pada kekasihnya. Mungkin dia sengaja ingin membuat Zyrra iri akan kemesraan mereka.


"Tentu sayang," Jawab si laki-laki dengan senyum yang terlihat menjijikkan di mata Zyrra.


Akhirnya pintu lift terbuka, dan Zyrra bisa bernafas lega sebab pemandangan yang merusak suasana paginya telah pergi.


"Kau mengenal kedua orang itu tadi Zyrra?" Tanya Lola penasaran.


"Ya, hanya seseorang dari masa lalu."


"Maksud kamu, laki-laki tadi itu mantan pacar kamu?"

__ADS_1


"Mantan calon suami tepatnya"


"What?!!" Betapa terkejutnya Lola saat mendengar pengakuan Zyrra. Namun anehnya, sikap Zyrra tenang-tenang saja, seakan tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka.


"Kalo aku jadi kamu, mungkin tadi udah aku cakar-cakar muka dua orang yang ga tau di untung itu. Apa lagi si cewenya tuh! Udah kaya cacing kepanasan aja." Cerocos Lola yang gemas akan tingkah laku dua orang tadi.


Apalagi saat tau kalau laki-laki yang berada satu lift dengan mereka tadi adalah mantan tunangan Zyrra.


"Orang itu pasti udah buta sampai mau ninggalin kamu cuma demi cewe kaya tadi."


"Mungkin aku yang kurang baik di mata dia."


Luka lama di hati Zyrra kembali menganga, darah segar perlahan-lahan terasa mengalir di dalam hatinya. Membuat nyeri yang berdenyut dalam dada seorang Zyrra Azasya.


Namun, Zyrra tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya. Ia mencoba tersenyum dan kembali fokus pada pekerjaannya.


"Selamat pagi Manajer Zyrra, Anda ditunggu di ruang rapat." Ucap salah satu karyawan wanita padanya.


Zyrra tersenyum dan mengangguk, ia merapikan berkas yang akan di jadikan bahan untuk rapat pagi ini.


"Rapat kali ini kita akan membahas mengenai proyek pembangunan yang terdapat di kota XX yang di pegang oleh Manajer Zyrra." Zyrra pun maju kedepan dan mulai membicarakan perihal proyek tersebut.


Dan waktu meeting kali ini berjalan cukup lama, terjadi perdebatan dan perbedaan pendapat di antara mereka. Namun Zyrra masih dapat mengatasi suamuanya, dan membuat para Manajer lain setuju dengan apa yang di ajukan oleh Zyrra.


"Itu belum apa-apa, sekarang kita makan yuk! Aku lapar."


Kedua wanita itu kemudian berjalan menuju kantin, namun lagi-lagi mereka harus bertemu dengan dua orang yang sangat menyebalkan.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan di perusahaan besar ini? Apakah kamu bekerja di perusahaan ini?"


"Mana mungkinlah sayang, perusahaan sebesar ini mana mungkin menerima pegawai yang tidak kompetensi seperti dai ini." Cibir si wanita itu pada Zyrra dengan tatapan yang meremehkan.


"Kalian-!" Zyrra segera menghentikan ucapan Lola dan tetap tersenyum pada dua orang di hadapannya itu walau dalam hatinya ingin sekali muntah.


"Kalian benar, aku melangkah bukan orang yang kompeten. Tapi setidaknya aku bukan benalu yang ingin menjelma menjadi anggrek agar terlihat indah dan menutupi keburukanku sendiri." Jawab Zyrra kemudian ingin berlalu pergi.


Wanita yang sedari tadi mencari masalah dengan Zyrra tidak terima akan perkataan yang di ucapkan oleh Zyrra.


Ia melangkah maju dan menarik rambut panjang Zyrra dari belakang, membuat wajah Zyrra mendongak ke atas.


Zyrra yang merasakan sakit pada kepalanya lalu membalas dengan mengajak kaki wanita tadi menggunakan ujung heelsnya yang runcing.

__ADS_1


"Ahk..!" Teriak wanita tadi kesakitan dan melepaskan cengkramannya pada rambut Zyrra.


Kesempatan itu di manfaatkan oleh Zyrra untuk memberikan sedikit pelajaran tambahan pada wanita yang sudah merebut tunangannya dulu.


Bruk..!


"Aaahk...!" Lagi-lagi wanita itu mengerang kesakitan. Dan kini rasa sakit itu ada di punggungnya yang terasa hampir patah.


Pitto yang melihat hal itu tidak tinggal diam, dia menghampiri Zyrra dan ingin menampar wajah wanita itu. Namun, tangannya di tahan oleh lengan kekar laki-laki lain.


Pitto melihat siapakah orang yang telah berani menghentikan tangannya untuk memberi pelajaran pada Zyrra.


"Tu..Tuan Jonan?" Ucapnya tergagap.


"Ada apa ini?" Tanya Jonan dengan wajah dinginnya.


"Dia! Dia yang sudah berbuat kadar pada kami Tuan!" Ucap kekasih Pitto seraya menunjuk ke arah Zyrra.


"Apakah benar Manajer Zyrra?"


Degh..!


'Manajer?' Gumam Pitto dalam hati saat mengetahui jabatan Zyrra pada perusahaan ini.


Ia tidak menyangka Zyrra dapat masuk ke dalam perusahaan raksasa nomor satu di Asia. Bahkan wanita itu juga mendapatkan posisi yang tidak main-main.


Mungkin bila kedengarannya, posisi Zyrra tidaklah terlalu tinggi, tapi itu bila bekerja di perusahaan lain.


Beda halnya dengan perusahaan ini, karena bila di bandingkan dengan jabatan di perusahaan lain, mungkin posisi Zyrra saat ini setara dengan Kepala Manajer atau bahkan Direktur.


"Tidak! Itu semua tidak benar Tuan, merekalah yang lebih dulu mencari gara-gara dengan Manajer Zyrra." Jawab Lola membela Zyrra.


"Dia bohong! Lihatlah aku yang berada di lantai seperti ini. Ini semua di sebabkan olehnya."


BERSAMBUNG...


...CERITA INI HANYA KARANGAN SEMATA!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT ATAU YANG LAINNYA, ITU HANYALAH KEBETULAN SAJA....


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan jadikan favoritnya ya...

__ADS_1


jangan lupa juga vote dan berikan bintang lima...


__ADS_2