Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
ZYRRA PINGSAN


__ADS_3

Pagi ini Zyrra bangun agak kesiangan, kepalanya tiba-tiba saja terasa begitu berat, Jovan pun telah mengizinkannya untuk beristirahat di rumah saja dan tidak perlu ke perusahaan. Namun Zyrra tetap ngeyel pergi ke perusahaan, sebab hari ini dia harus melakukan presentasi pada investor dari Korea.


"Jangan memaksakan diri, masih ada orang lain yang bisa kita nggantikan pekerjaanmu."


"Tidak, aku hanya sedikit pusing. Mungkin setelah minum obat akan segera membaik."


Keduanya tiba di perusahaan, banyak mata yang menatap kedatangan mereka dengan berbagai macam asumsi.


"Cih! Manajer baru itu pasti menukarkan tubuhnya demi mendapatkan jabatan di perusahaan ini. Aku dengar dia tidak memiliki pengalaman kerja di bidangnya saat ini, bahkan banyak staf yang satu divisi dengannya mengatakan bila dia itu sangatlah tidak kompeten." Ucap salah seorang karyawan yang merasa iri pada kedekatan Zyrra dan CEO mereka.


Dan masih banyak lagi desas desus yang terjadi di antara karyawan perusahaan itu mengenai hubungan Zyrra beserta sang CEO.


"Annyonghaseyo, yeoleobun oneul balpyleul hal Zyrra enjinieling maenijeobnida." Ucap Zyrra memberi salam pada para investor dari Korea dengan ramah sebelum memulai presentasinya.


(halo semua, say Zyrra manajer teknik yang akan membacakan presentasi hari ini.)


Rapat pun di mulai, semua investor dari Korea merasa puas dengan presentasi yang di suguhan oleh Zyrra. Bahkan wanita itu dapat dengan mudah menggunakan bahasa Korea secara fasih.


Kontrak kerja sama pun sudah di tanda tangani oleh kedua belah pihak, namun Zyrra tiba-tiba saja ambruk dan membuat para Manajer berhamburan ke arah wanita itu untuk membantu menyadarkannya.


"Manajer Zyrra, Manajer Zyrra sadarlah!" Ucap salah seorang manajer wanita menepuk wajah Zyrra pelan.


Tidak ada respon sama sekali dari Zyrra, mereka pun mencoba menelpon ambulans untuk membawa Zyrra menuju rumah sakit.


Namun Jovan tiba-tiba saja datang dan mengangkat tubuh Zyrra. Pria itu bergegas membawa istrinya menuju mobil yang sudah siap di depan pintu masuk perusahaan.


Pemandangan itu pun tak luput dari para karyawan, mereka kembali menggunjingkan Zyrra secara diam-diam.


"Eh, lihat deh! Itu bukannya Manajer Zyrra ya yang di bawa sama Tuan Jovan?"

__ADS_1


"Eh ia, ya? Cih dasar cewek penggoda! Pasti dia lagi ekting tuh buat cari perhatiannya Tuan Jovan. Murahan banget!"


"Ia! Tapi kok Tuan Jovan kaya hayati banget gitu ya sama Manajer Zyrra? Atau jangan-jangan, mereka beneran punya hubungan khusus?"


Pertanyaan dari teman kantornya itu membuat Gres menjadi sangat geram. Ia tidak terima akan apa yang di ucapkan oleh temannya itu, sebab ia sudah lama menyukai Jovan. Gres yang emosi pun mulai menjelek-jelakan Zyrra lagi.


"Mana mungkinlah, Tuan Jovan itu cuma perduli sama karyawannya aja. Walaupun aku yang pingsan saat ini, aku yakin Tuan Jovan juga bakal bantuin aku. Lagian ya, Manajer Zyrra itu cuma cewe penggoda yang ga tau malu. Dia kan juga pernah godain si Putu dan Tuan Jonan, waktu itu."


Dia juga sudah meminta Denis untuk menghubungi Dokter Radit agar mempersiapkan kamar pemeriksaan bagi Zyrra. Sesampainya di rumah sakit, Zyrra langsung dilarikan ke ruang pemeriksaan.


"Gue rasa sakit bini loh ini harus di bawa ke dokter spesialis deh Van. Soalnya ini bukan bidang gue."


Mendengar penuturan Dokter Radit, jantung Jovan berdebar cepat. Ia di hinggapi ribuan rasa takut, bayang-bayang Zyrra yang akan meninggalkannya pun bermunculan begitu saja di peluk matanya.


"Maksud kamu apa? Memangnya istriku sakit apa?"


"Gue juga ga bisa mastiin, tapi mending lo bawa bini lo buat ketemu sama Dokter Obgyn buat tau kepastiannya."


"Ya, kurang lebih lah. Bentar, gue panggilan Dokter Obgyn terbaik di sini." Dokter Radit bangkit dan meninggalkan Jovan Jovan yang masih terduduk lemas di sisi istrinya.


"Ya Tuhan, semoga sakit istriku tidak terlalu parah. Aku tidak sanggup bila harus kehilangannya," lirih Jovan seraya memegangi telapak tangan Zyrra. Banyak sudah bayangan-bayangan yang menakutkan terlintas dalam benaknya.


Jovan benar-benar tidak tau harus bagaimana mengekpetasikan rasa takutnya saat ini. Walaupun dia tidak pernah mengucapkan kalimat cinta dari bibirnya, tapi hati dan jiwa rasanya telah benar-benar bergantung pada wanita itu.


Selama hampir setengah tahun menjalani bahtera rumah tangga bersama Zyrra. Jovan sudah sangat terikat oleh istrinya itu. Apalagi semenjak Zyrra mau menyerahkan dirinya secara suka rela pada Jovan malam itu, membuat rasa cinta dalam hati Jovan makin tumbuh besar dan berakar kuat pada Zyrra.


Radit tiba bersama dengan seorang Dokter wanita muda di sisinya. Dokter wanita itu mendekat dan tersenyum ramah pada Jovan.


"Selamat pagi Tuan Jovan, saya akan memeriksa keadaan istri Anda."

__ADS_1


Jovan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Zyrra, dengan perasaan berdebar hebat, mata Jovan tak lepas dari istrinya tang masih terbaring lemah di atas brankar pesakitan.


Setiap pergerakan yang dilakukan oleh Dokter wanita itu tak lepas dari oandangan Jovan. Ia melihat Dokter itu yang memeriksa bagian perut Zyrra dan kemudian membagikan tubuhnya menatap Jovan dengan senyum ceria di wajahnya.


"Kapan terakhir kali istri Anda mengalami halangan? Maksud saya, menstruasi?"


"Saya tidak tau Dok, tapi saya rasa selama ini dia tidak pernah menolak ketika kami akan melakukan hubungan. Bahkan kami melakukannya hampir setiap malam." Jawab Jovan dengan tampang datar.


"Astaga! Van! Ga usah lo jelasin sedetik itu juga kali!" Ucap Dokter Radit, yang merasa gemas akan ke absurdtan yang dimiliki sahabatnya itu.


"Ga papa, menurut pemeriksaan saya, istri Anda mungkin sudah mengandung selama enam minggu. Tapi untuk lebih pastinya, kita akan melakukan pengetesan saat Nyonya Zyrra telah siuman."


"Mengandung? Maksudnya istri saya sedang hamil Dokter?" Tanya Jovan dengan begitu antusias.


"Ya,"


"Kamu dengar Radit, aku akan segera jadi Papah, aku akan segera punya anak!" Jovan memeluk Dokter Radit dengan erat.


Ia sempat begitu frustasi saat mengira istrinya memiliki penyakit yang serius. Dunianya serasa hancur dan gelap seketika. Namun, setelah Dokter wanita itu mengatakan bila Zyrra kini tengah mengandung anaknya, terasa ada jutaan kupu-kupu yang beterbangan di dalam dada Jovan.


BERSAMBUNG.....


^^^^^^**CERITA INI HANYALAH KARANGAN DAN ANGAN DARI AUTHOR BELAKA.^^^^^^


^^^DAN BILA ADA KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN LAIN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN. ^^^


Reader's ku yang tersayang....


tolong bantu aku dengan berikan like, komen dan juga votenya ya?

__ADS_1


dan buat yang satu aplikasi denganku, plisssss follow dong...kasihanilah author ini yang ga punya follower😭😭😭**


__ADS_2