Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
MALING CIUMAN


__ADS_3

Sore hari Zyrra telah kembali menggunakan taksi online pesanannya. Ia sengaja tidak menunggu Pak Edi untuk menjemputnya karena takut akan di curigai oleh orang kantor.


Zyrra akhirnya tiba di kediaman Argantara dan di sambut oleh para pelayan di depan pintu.


"Nyonya Tuan Jovan tadi berpesan agar Nyonya menghubunginya saat sudah pulang kerja."


Tutur kepala pelayan yang mengikuti langkah Zyrra menuju lantai dua. Melihat para pelayan yang tidak meninggalkannya sendiri Zyrra pun menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Nanti akan saya hubungi, kalian bisa pergi sekarang."


Para pelayan kemudian mengangguk dan meninggalkan Zyrra. Saat para pelayan telah pergi barulah Zyrra kembali menuju kamarnya.


...****************...


Di sebuah kota X, Jovan yang tengah mengadakan Pertemuan penting dengan para Direktur hotel miliknya. Rapat kali ini berakhir lebih cepat dari biasanya.


Kini Jovan telah berpindah kota, dan mendatangi hotel miliknya yang lain. Seperti tempat yang sebelumnya, rapat kali ini juga berlangsung singkat.


Hingga saat sudah jam 10 malam ia mengambil penerbangan untuk kembali ke kota A. Pria itu makin gelisah saat Pak Edi mengatakan bila Zyrra pulang dengan menggunakan taksi.


dan pukul 11 malam ia akhirnya tiba di kediaman Argantara. Jovan bergegas menuju kamar mereka di lantai dua. Saat Jovan membuka kamar, ia mendapati Zyrra yang sudah terlelap.


Awalnya Jovan ingin menanyakan alasan Zyrra yang tidak pulang bersama Pak Edi. Tetapi setelah melihat wajah cantik wanita itu, Jovan berubah pikiran. Hanya di saat Zyrra tertidurlah, Jovan bisa berlama-lama menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang tengah berbaring di atas ranjangnya.


Wajah Zyrra saat tidur seperti boneka hidup yang amat langka. Hingga membuat Jovan ingin membungkus dan menyimpannya ke dalam sebuah lemari agar tidak ada orang lain yang menyentuhnya.


Hingga pandangan mata Jovan jatuh pada bibir ranum wanuta itu. Dan entah mengapa dia benar-benar ingin merasakan kembali manisnya bibir milik Zyrra.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Zyrra dan mulai mengecup pelan bibir manis itu. Namun hanya sekedar kecupan singkat tidaklah cukup untuk memuaskan hasratnya yang seperti sedang berada di tengah gurun pasir dan kehausan.


Jovan makin melancarkan lumatannya pada bibir wanita itu hingga terdengar lenggang dari bibir Zyrra. Karena takut membangunkannya, Jovan menyudahi ciuman itu, kemudian bangkit dan menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Jovan menertawakan kebodohannya sendiri. Ia sudah seperti seorang yang tengah mencuri buah di pohon tetangga.


Saat Jovan kembali dari kamar mandi dan sudah membersihkan diri, ia melihat Zyrra yang sedang duduk dan meminum segelas air.


Akibat lampu yang tenaram membuat pencahayaan di sekitar kurang jelas. Zyrra yang tidak mengetahui kepulangan Jovan sangat terkejut dengan sebuah sosok yang berdiri di sampingnya saat ini.

__ADS_1


Refleks wanita itu lalu membanting tubuh Jovan ke lantai dengan kencang, membuat pria itu merintih kesakitan. Belum cukup di situ saja, Zyrra yang belum sadar akan pria yang dibantingnya tadi adalah Jovan kemudian ingin memberi bogem mentah ke wajah pria itu. Untung saja Jovan sempat menghindar hingga pukulan Zyrra meleset.


"Hei..hei! Ini aku, Jovan! Apa kau gila memukul suamimu sendiri?"


Mendengar suara Jovan, Zyrra kemudian bangkit dan menyalakan lampu. Barulah Zyrra sadari ternyata pria yang berada si kamar mereka itu adalah suaminya sendiri.


"Ahhhh...kau benar-benar ingin membunuhku? Aku bisa melaporkanmu ke pengadilan atas tuduhan KDRT." Ucap Jovan sambil memegangi pinggangnya.


"Maaf, tapi bukannya kamu ada di luar kota? Lalu kenapa sekarang sudah ada di sini?"


"Kalau aku tidak di sini, lalu di mana lagi? Pun ini adalah kamar milikku jadi aku bebas pulang kapan saja."


'Ia, gak usah di jelasin itu juga sih aku tau,' batin Zyrra bergumam. Ia lalu kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Eh, eh! Kamu mau apa?"


Zyrra kebingungan dengan pertanyaan dari Jovan, 'jelas-jelas aku udah rebahan. Ya pastilah mau tidur, masa mau ngecek?' Gerutunya dalam hati. Lalu Zyrra menjawab singkat "Tidur,"


"Enak aja mau tidur, kamu udah bikin aku kaya gini ya?"


"Trus aku harus ngapain?"


Mau tidak mau Zyrra menuruti permintaan dari Jovan, sebab ia sampai seperti itu juga karenanya. Jadi Zyrra perlahan menuruni ranjang dan membantu Jovan untuk berbaring.


"Aku akan mengambilkan minyak urut, kau bukalah bajumu." Titah Zyrra lalu bangkit dan menuju meja rias miliknya.


Jovan melepaskan kancing baju puasanya lalu kembali berbaring. Zyrra kembali dengan sebotol minyak urut di tangannya. Perlahan wanita itu menggosokkan minyak itu ke tubuh Jovan dan mulia memijat.


Jovan memejamkan mata dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Zyrra. Otaknya mulai kembali berfantasi akibat tangan halus milik wanita di sampingnya itu.


Jovan membayangkan adegan dewasa yang pernah di impikannya saat malam pertama mereka di hotel dulu. Hal itu sukses membuat Jovan junior berdiri tegak dan berdenyut, membuat Jovan gelisah di posisinya saat ini.


"Apakah sangat sakit? Perlukah kita ke rumah sakit? Aku takut ada pergeseran tulang panggulmu."


Pertanyaan Zyrra sontak saja membuyarkan imajinasi Jovan. Pria itu lalu menjawab dengan suara gugup.


"Ti..tidak perlu, aku sudah membaik. Kau tidurlah besok kau harus ikut aku ke sebuah proyek di kota S."

__ADS_1


Zyrra menuruti ucapan Jovan, dia kemudian ikut berbaring di sisi pria itu. 'Jovan bodoh! Apa yang baru kau lakukan? Sadarkah kau telah memiliki kekasih? Wanita di sampingmu saat ini hanyalah orang luar! Dia bukan istri sungguhanmu!' Batin Jovan merutuki kebodohannya.


Hingga keduanya sama-sama sudah terlelap ke alam mimpi, Zyrra masih saja mengganggu Jovan. Wanita itu seakan menjadi hantu yang selalu muncul di mana pun dan kapan pun.


Pagi hari ini hujan lebat melanda kota A, Zyrra dan Jovan telah bersiap-siap menuju kota S. Tapi Jovan teringat akan penyakitnya di miliki oleh wanita itu, ia pun menyerahkan sebuah jaket tebal untuk Zyrra kenakan.


"Pakai ini, aku tidak mau kau merepotkanku di perjalanan nanti."


Zyrra meraih jaket itu dan langsung mengenakannya. Ia juga tidak ingin tersiksa akibat alerginya yang kambuh saat berada di luar nanti.


Keduanya akhirnya turun dan ikut sarapan bersama Jonan dan Tuan Bima yang sudah lebih dulu berada di meja makan.


Melihat penampilan Zyrra pagi ini, Jonan sampai tersedak. Jaket tebal yang semestinya di gunakan saat berada di musim salju, terlihat aneh ketika Zyrra mengenakannya di Indonesia. Apa lagi ini hanya sekedar hujan biasa dan bukan hujan salju seperti di Eropa.


"Kau yakin mengenakan itu?"


Zyrra hanya melirik sepintas pada Jovan, kemudian melanjutkan sarapannya. Menurut Zyrra percuma juga menjelaskan pada Jonan, sebab itu hanya akan membuatnya lelah.


"Zyrra alergi dingin, sedangkan kami harus pergi ke kota S untuk peninjauan proyek baru di sana."


"Kalau begitu kenapa tidak kau biarkan saja dia tinggal di rumah? Hujan ini sepertinya akan berlangsung lama, itu tidak baik untuknya." Ucap Tuan Bima memberi saran.


BERSAMBUNG...


**Yow reader's...πŸ™‹


Udah sampai ke bab 8 nih...πŸ˜‰


Makasih ya, untuk kesetiaan kalian baca karya aku...πŸ™†


jangan lupa kunjungi novelku yang lainnya ya...πŸ˜„


Judulnya **WHAT'S WRONG WITH MY BOS?,ISTRI MASA DEPANKU DAN TARUHAN BERHADIAH CINTA.


Dijamin ga kalahseru deh😊


Juga jangan lupa like,favorit dan komentarnyanya...πŸ™

__ADS_1


see you guys...πŸ˜™πŸ˜™**


__ADS_2