Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
SESEORANG DARI MASA LALU


__ADS_3

Jonan kembali ke kediaman Argantara dengan wajah lesu dan pakaian yang sangatlah kusut. Tidak seperti biasanya, penampilan pria itu sangat berantakan hari ini.


Tuan Bima yang melihat kedatangan Cucunya dengan penampilan yang tidak biasa sedikit terheran-heran dan bertanya "Ada apa denganmu? Kamu terlihat kacau."


Jonan yang semula ingin langsung menuju kamarnya berhenti dan berjalan mendekati pria tua itu.


"Ini semua gara-gara Cucu kebanggaan Kakek yang menghilang tanpa kabar. Membuat aku yang harus menghendel semua pertemuan dengan para klien."


Penuturan dari Jonan membuat Tuan Bima menjadi penasaran. Pasalnya ia tau betul Cucunya Jovan bukanlah orang yang tidak bertanggung jawab.


"Jovan tidak datang ke perusahaan? Lalu apakah kamu tau dia ada di mana sekarang?"


"Tidak, aku dan Denis tidak tau di mana keberadaan makhluk itu. Dia bahkan tidak mengabari Denis bila tidak datang hari ini keperusahaan." Dumel Jonan pada saudaranya itu seperti anak kecil yang tengah merujuk.


"Kau memang sudah seharusnya membantu Kakakmu dalam mengurus perusahaan, usiamu sudah tidak muda lagi Jonan! Belajarlah bertanggung jawab, jangan hanya bisa bermain-main dengan wanita-wanita liar di luaran sana!" Ucap Tuan Bima menasehati sang Cucu kedua.


Jonan hanya bisa mengeluarkan jurus cengir kudanya untuk menghadapi masalah seperti saat ini. Usai memberikan wejangan untuk Cucu keduanya, Tuan Bima meninggalkan lelaki muda itu menuju kamarnya. Jonan pun ikut memasuki kamarnya sendiri dan membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket di kamar mandi.


Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian, Jonan merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Pria tampan dengan sejuta pesona itu mulai memejamkan mata untuk segera menuju alam mimpi dan berharap bertemu sang pujaan hati. Namun suara ponsel mengganggu waktu istirahatnya, Jonan meraih ponsel itu dan meletakkannya di telinga.


"Jo..apakah Jovan sudah kembali?"


"Masih belum ada kabar darinya, apakah kamu baru selesai pemotretan?"


"Dari mana kamu tau aku melakukan pemotretan hari ini?"


"Aku tau segalanya tentang kamu. Bahkan apa warna baju yang kamu kenakan hari ini pun aku tau."


"Kau membuatku takut Jo," Ucap Bella kemudian tertawa.


Tok..tok..


Suara pintu kamar Jonan di ketuk, kemudian muncullah seorang bocah laki-laki tampan dari balik pintu. Joi melangkah mendekat pada ranjang Jonan dan naik ke sisi lelaki tampan itu.


"Hai Joi, apakah kamu tidak bisa tidur lagi?" Tanya Jonan dan di angguki oleh bocah lelaki tampan itu.


Bella yng mendengar Jonan menyebutkan nama yang tidak asing baginya membelalakkan mata 'Joi? Kenapa namanya itu sama seperti...'


"Jo, kamu berbicara dengan siapa?"

__ADS_1


"Oh ini adalah anak angkat Jovan dan istrinya. Namanya Joi."


'Anak angkat? Apakah ini kebetulan? Ya, mungkin saja nama mereka yang sama.' Pikir Bella saat mengetahui status dan nama anak itu.


Namun, Bella masih saja penasaran dan ingin tau lebih jauh mengenai siapa Joi sebenarnya. Mungkinkah anak itu benar-benar bersangkutan dengan masa lalunya?


"Jo, kira-kira berapa usia Joi sekarang?"


"Entahlah, aku rasa sudah hampir enam tahun."


Dan bagaikan ada sembarangan kilat yang menyambar hatinya, Bella langsung terdiam di tempat. 'Ya Tuhan, akankah anak itu adalah putraku?' Air mata Bella meluncur begitu saja bagai hujan di tengah musim pancaroba.


"Bel, apakah kamu masih di situ?"


Bella langsung tersentak dari lamunannya "Ah, ia..ia Jo. Jo, bisakah aku melihat anak itu?"


Walaupun kebingungan tapi Jonan masih menyetujui permintaan Bella. Bella pun mengakhiri panggilan tersebut setelah mendengar persetujuan dari Jonan untuk bertemu di sebuah Cafe esok lusa.


"Apakah Mamahmu masih belum pulang?"


"Ia, Joi kangen Mamah.." Ucap bocah lelaki itu dengan wajah sendunya.


"Yey...! Makasih Om Jonan.."


Joi memeluk dan mencium pipi Jonan seketika sebagai ungkapan terimakasihnya. Jonan merasa sesuatu menghangatkan hatinya saat melihat senyum ceria di wajah pria kecil itu.


...****************...


Sementara di hotel tempat Jovan dan Zyrra berada saat ini, mereka baru saja menyelesaikan makan malam dan kembali menuju kamar hotel.


Sebenarnya Zyrra ingin sekali kembali ke kediaman Argantara, namun Jovan melarang dengan dalih khawatir akan kondisi Zyrra saat ini.


Jadi mereka memutuskan untuk tetap menginap di hotel itu semalam lagi hingga kondisi Zyrra sudah jauh lebih baik.


Seperti saat mereka menuju restoran tadi, Jovan kembali membawa Zyrra dalam gendongannya untuk kembali ke kamar mereka. Dan lagi-lagi itu mendapatkan banyak tatapan dari semua orang.


Zyrra sudah berusaha menolak, tapi Jovan juga tidak mau kalah dengan terus memaksa Zyrra untuk menuruti keinginannya.


"Turunkan aku! Aku masih bisa jalan. Kalau kamu terus kaya gini, orang-orang bakal mengira aku lumpuh!"

__ADS_1


"Biarkan saja orang menilai kamu seperti apa, yang penting kamu tidak seperti apa yang mereka duga."


"Ia aku tau, tapi aku malu!" Ucap Zyrra sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya agar di Turunkan oleh Jovan.


Namun, bukannya menurunkan Zyrra, lelaki itu malah mendekatinya lebih erat lagi.


"Berhenti bergerak! Apa kamu sengaja menggodaku? Tunggulah hingga kita kembali ke kamar, aku akan memberikan apa yang kamu mau."


Hal konyol apa yang kamu bicarakan? Cepat Turunkan aku!"


Jovan menurunkan Zyrra saat mereka berada di dalam lift. Akan tetapi lelaki itu langsung membungkam mulut Zyrra dengan bibir halusnya.


Zyrra sekuat tenaga mendorong tubuh Jovan, hingga akhirnya ciuman keduanyapun terlepas.


"Ini hukuman untukmu yang sudah menggodaku."


"Apa? Menggodamu? Siapa yang mau melakukan itu?"


"Tentu saja kamu, bahkan kemarin malam kamu mmm...!" Zyrra langsung membungkam mulut Jovan dengan telapak tangannya.


"Hentikan ucapanmu! Itu semua juga karena CEO br*ngs*k yang meminta karyawannya untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum hari esok datang."


"Kau mengataiku br*ngs*k?"


"Oh, maaf Tuan Jovando Argantara yang terhormat. Tapi saya tidak menyebutkan nama Anda, apakah Anda merasa jika Anda adalah pria brengsek sekarang?"


"Kau! Ok, akan ku tunjukkan seperti apa pria br*ngs*k itu padamu!"


Pintu lift pun terbuka dan Jovan mengangkat tubuh Zyrra menuju kamar mereka. Kemudian Jovando melemparkan tubuh Zyrra ke atas tempat tidur dan mengukung wanita itu.


"Kamu mau apa? Jangan macam-macam!"


"Aku adalah pria br*ngs*k yang akan membuatmu menyesal!"


Jovan kemudian meraup bibir ranum Zyrra yang sudah menggoda imannya sejak malam pertama mereka dulu. Dengan buas pria itu menggigit dan mel*mat bibir wanita itu.


Zyrra bahkan tidak dapat melawan Jovan saat ini, laki-laki itu begitu mendominasinya sekarang. Zyrra hanya dapat mencari kesempatan agar dapat terlepas dari kukungan Jovan yang membuatnya tidak berdaya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


TOLONG LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA...


__ADS_2