Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
TELEPON PERTAMA JOVAN PADA ZYRRA


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Jovan ingin memerintahkan asistennya Denis untuk kembali ke kediaman Argantara, dan mengambil laptopnya. Namun, ternyata Denis saat ini harus menghadiri rapat di luar kota. Jadi, mau tidak mau Jovan meminta Zyrra untuk mengantarkan laptop itu ke perusahaan. Jovan mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Zyrra.


"Halo"


Ini pertama kalinya Jovan menghubungi nomor Zyrra, setelah lebih dari seminggu mereka menikah.


"Ya?"


"Antarkan laptopku keperusahaan. Suruh Pak Madi untuk mengantarkanmu kemari."


Tanpa ada jawaban Zyrra lalu mematikan panggilan itu. Ia menuju meja kerja Jovan, dan mengambil laptop yang di maksud. Menuruni tangga, lalu menuju pafiliun samping tempat di mana para Asisten rumah tangga, Koki, Security dan Supir tinggal.


Tuan Bima sengaja memisahkan tempat tinggal para pengurus rumah, agar menjaga ketenangan rumah besar. Para pengurus rumah tangga akan terlihat di pagi hari sekitar pukul 04.00 - 08.00. Siang pukul 10.00 - 13.00 dan malam pukul 17.00 - 20.00.


Jadi berhubung ini baru jam sembilan pagi maka para pengurus akan kembali ke pafiliun samping, dan baru kembali saat pukul sepuluh nanti. Tibanya Zyrra di pafiliun, kembali membuat semua orang yang tengah bersantai terkejut bukan main. Semua orang termasuk Kepala pelayan berdiri dan membungkuk memberikan hormat pada Zyrra.


"Maaf Nyonya, adakah yang ingin Nyonya inginkan?" Tanya kepala pelayan pada Zyrra.


"Pak Madi?"


Orang yang merasa namanya disebut kemudian berdiri dan menghampiri Zyrra. "Saya Nyonya!"


"Antarkan aku ke kantor Jovan!" Ucap Zyrra lalu berbalik pergi.


Pak Madi menyiapkan mobil untuk Zyrra, merekapun akhirnya mehuju ke Perusahaan untuk mengantar laptop Jovan. Sepanjang perjalanan Zyrra hanya fokus ke layar ponselnya. Selama dia tidak lagi berkerja, Zyrra mempunyai hobi baru yaitu membaca Novel berjudul Cold Hearted A Girl.


(prof author: kya...gue promo novel sendiri😃)


Setibanya di perusahaan, Zyrra menuju Resepsionis dan menanyakan di manakah ruangan Jovan, pada resepsionis tersebut. Tapi sayang, kedatanganya tidak disambut oleh pegawai di sana, sebab tidak ada yang mengetahui statusnya saat ini. Mereka mengira, Zyrra adalah salah satu wanita yang mencoba untuk merayu CEO mereka seperti yang sudah sudah.


"Maaf apakah Anda sudah punya janji dengan Tuan Jovan?" Tanya Resepsionis itu pada Zyrra dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


"Aku tidak punya janji, tapi aku ada keperluan" Ucap Zyrra menjelaskan.


"Kalau begitu maaf, saya tidak bisa memberi tahukan ruangan Tuan Jovan padamu. Sebaiknya cepat pergi, sebelum aku panggilkan keamanan" Ucapan Resepsionis yang terdengar mengusir dirinya membuat Zyrra mau tidak mau langsung menelfon Jovan.


"Aku di bawah."


"Langsung antarkan saja ke ruanganku di lantai 49."


Zyrra kembali mengakhiri panggilan secara sepihak. Kemudian langsung menuju lift dan melewati para Resepsionis. Melihat Zyrra yang ingin menerobos dan menggunakan lift, para Resepsionis itu menghentiknnya.


"Hei apakah kamu tuli?! Aku sudah menyuruhmu untuk pergi dari sini!"


"Minggir!" ucap Zyrra dengan nada dingin. Namun, kedua resepsionis itu justru malah memanggil Satpam untuk membantu mereka mengusir Zyrra. Mau tidak mau Zyrra kembali menghubungi nomor Jovan.


"Mereka tidak mengijinkanku untuk masuk." Usai berkata demikian Zyrra mematikan panggilan. Kedua resepsionis yang mengira Zyrra hanya berpura-pura menghubungi seseorang, hingga mereka masih saja menahan Zyrra didepan pintu lift.


Sedangkan di ruangan CEO, Jovan saat ini tengah berusaha menahan emosi, akibat kelakuan Zyrra yang selalu mematikan panggilan secara sepihak. Ditambah lagi, saat ini kariawannya justru menambah emosi yang dia coba tahan.


Semua orang yang tadinya menghalangi Zyrra lansung terdiam seketika. Mereka tercengang akan apa yang melihat saat ini. CEO mereka yang terkenal dingin dan tidak dekat dengan siapapun selain dengan sang asisten dan Jonan, kini justru membawa seorang wanita menuju ruangannya. Kedua resepsionis itupun saling melemparkan pandangan tak percaya, mereka lalu kembali ke meja resepsionis seperti semula.


Di ruangannya Jovan melepaskan pergelangan tangan Zyrra, dan menyuruh wanita itu untuk duduk. Jovan mengambil laptop yang dibawakan oleh Zyrra dan bergegas untuk menuju ruang meeting.


"Kau tunggu aku disini dan jangan kemana-mana!" Titahnya pada Zyrra, sebelum meninggalkan wanita itu seorang diri di dalam ruangannya.


Hampir satu jam lamanya Zyrra menunggu di dalam ruangan itu, hingga kantukpun menghampirinya. Wanita itu tertidur di atas sofa panjang dalam ruangan CEO.


Jovan yang baru saja kembali melihat Zyrra sudah terlelap di atas sofanya. Semula, Jovan ingin mengajak wanita itu untuk makan siang bersama ke sebuah restoran namun, melihatnya sudah terlelap Jovan mengurungkan niatnya.


Ia pun kembali berkerja dan membiarkan Zyrra yang tertidur nyenyak. Bahkan saat ada yang membutuhkan tanda tangan darinya, Jovan terlihat acuh dengan pandangan orang itu yang seakan bertanya, siapakah gadis yang tengah tidur di ruang CEO mereka. Setelah bangun dari tidurnya, Zyrra melihat Jovan yang tengah sibuk bergulat dengan tumpukan dokumen di atas mejanya.


Perlahan Zyrra melangkah mendekati Jovan namun, pria itu lebih dulu bangkit dari duduknya dan menggandeng lengan Zyrra menuju luar ruangan itu. Zyrra yang nyawanya belum terkumpul sepenuhnya hanya menurut dengan perlakuan Jovan.

__ADS_1


Hingga mereka telah memasuki lift dan menuju lobi, buru-buru Zyrra menepis genggaman tangan Jovan padanya. Jovan tak memberikan komentar apapun atas perlakuan Zyrra, ia sendiri merasa bingung mengapa dirinya bisa dengan mudah menggenggam jemari wanita itu seakan takut kehilangan.


Kini kedua orang itu telah berada di sebuah restoran jepang. Zyrra memesan beberapa makanan faforitnya begitupun dengan Jovan. Keduanya menikmati makan siang bersama.


Sembari menunggu makanan tiba, Jovan memilih untuk ke toilet lebih dulu dan membiarkan Zyrra sendirian di mejanya. 'Toh dia sudah dewasa ini, tidak mungkin bisa hilang kan?' fikir Jovan saat berada.


Dari kejauhan ada seorang pria yang memperhatikan Zyrra. Ia nampaknya adalah seorang warga Negara asing. Perlahan, pria itu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Zyrra.


"Buenos dias bella dama." (Selamat siang, Nona.)


Zyrra menoleh dan menemukan seorang pria asing di sisinya tengah tersenyum padanya. Zyrra membalas senyum pria itu dan balik menyapa


"Buenos tardes, hay algo en lo que te peuda ayudar?" (Ya, selamat siang ada yang bisa saya bantu?)


"Hmm, su espanol es bastante fluido, Senorita." (Hem, bahasa Spanyolmu sangat lancar Nona.) Zyrra tersenyum mendengar pujian dari pria itu.


"Quero preguntar si ya tienes pareja? Porque parece que ya estoy muy hipnotizado por tu belleza." (Aku hanya ingin bertanya, apakah kau sudah memiliki pasangan? Sebab aku merasa sudah tertarik dengan pesonamu.)


Zyrra kehilangan senyum di wajahnya saat mendengar rayuan dari pria asing itu. Kemudian Zyrra mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah dilingkari sebuah cicin.


"Estoy casado." (Aku sudah menikah.)


Pria itu nampak terkejut dan juga kecewa akan jawaban Zyrra. Ia kemudian mengangguk paham.


"Oh querido, entonces lo siento por harcete perder el tiempo." (Oh sayang sekali, kalau begitu maaf sudah mengganggu waktumu.) ucapnya sebelum meninggalkan Zyrra


Jovan akhirnya kembali dari toilet dan melihat pria asing yang tengah mengobrol dengan Zyrra. Dari kejauhan, kedua orang itu nampak akrab dan saling melemparkan senyuman.


Namun, tak lama senyum di wajah Zyrra menghilang, wanita itu mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin pernikahan mereka pada pria asing tadi. Akhirnya pria itu meninggalkan Zyrra dengan ekspresi kecewa.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


***thank's untuk dukungan dan komentar kalian semua🙏🙏🙏***


__ADS_2